Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Tanya Pakar | Mar 28, 2018

Bagaimana Cara Berkomunikasi dengan Anak yang Keras Kepala?

Bagikan


Tanya:

Pak Alex, ada yang saya ingin tanyakan terkait komunikasi dan negosiasi dengan anak berkemauan keras.

Anak saya sekarang berusia 4 tahun. Dia selalu ngotot jika menginginkan sesuatu atau protes jika ada hal yang tidak sesuai dengan prinsip atau pola pikirnya.

Terkadang dia tidak mau menerima pendapat anggota rumah. Jadi apa yang perlu saya lakukan sebagai orang tua? (Elvira Chaerunnisa, Jakarta Selatan)

Jawab:

Ada berbagai pendekatan yang dapat dilakukan kepada anak yang memang berkemauan keras atau bersikeras melakukan sesuatu sesuai dengan caranya atau sesuai dengan cara berpikirnya.

Tapi pertama-tama kita perlu menempatkan diri sebagai orang tua dan apapun ekspektasi atau keputusan yang kita ambil perlu diperhatikan atau dipertahankan.

Jangan Langsung Menuruti Keinginan Si Kecil

Tidak masalah jika Si Kecil meminta sesuatu atau memberikan pendapat atau sudut pandang sesuai yang ia ketahui, namun jika tidak sejalan dengan nilai kita sebagai orang tua, ia perlu menyetujui keputusan kita atau paling tidak belajar untuk mengatasinya.

Jika kita sudah mengatakan sesuatu dan Si Kecil tetap merengek bahkan tantrum karena tidak mendapatkan apa yang ia inginkan, dan kemudian pada akhirnya kita mengalah dan memberikan apa yang ia inginkan untuk menghentikan tantrumnya, ini akan memperkuat atau memperbanyak jumlah tantrum di masa depan.

Jika hal ini dibiarkan, selanjutnya jika Si Kecil tidak mendapatkan apa yang ia inginkan atau tidak sesuai dengan jalan pikirannya, ia akan tantrum lebih banyak sehingga orang tua atau orang dewasa akan mengabulkan keinginannya.

Melihat cerita Moms, sangat penting bagi Si Kecil untuk mengetahui bahwa Moms adalah pengambil keputusan dan Moms yang memberikan batasan.

Ajarkan Si Kecil Bernegosiasi dan Berpendapat

Kita perlu mengajarkan Si Kecil untuk bernegosiasi secara benar dengan percakapan atau permintaan yang pantas (tanpa tangisan atau tantrum). Si Kecil bisa menanyakan lebih banyak pertanyaan untuk memastikan atau mengetahui alasan sebuah keputusan diambil.

Kita juga bisa mengajarkan dan menunjukkan kepada anak jika apa yang ia mau tidak ada atau tidak masuk akal, masih ada pilihan alternatif. Kemudian biarkan Si Kecil memilih pilihan alternatif tersebut yang bisa kita setujui. Berikan ia pilihan atau opsi apa yang bisa ia lakukan atau pilih.

Jangan lupa untuk memberikan penjelasan yang dapat anak pahami. Menjelaskan sesuatu pada anak bisa jadi membutuhkan banyak pengulangan dengan cerita atau analogi.

Bacakan ia buku anak-anak tentang karakter yang suka berbagi, bekerjasama, menghargai keputusan orang lain juga merupakan cara yang baik untuk menunjukkan Si Kecil bahwa tidak apa-apa jika menerima pendapat orang lain.

Jika kita tidak bisa mendapatkan barang A, paling tidak kita dapat belajar menerima barang B atau C. Ingat juga untuk memuji anak Moms jika dia bisa menerima pilihan kedua terbaik atau alternatif lainnya.

Puji ketika ia berkompromi dan tidak keberatan dengan apa yang orang lain inginkan atau cara berpikir orang lain. Berikan ia cinta, kasih saying, dan playful interaction yang dapat ia nikmati ketika ia melakukan hal yang Moms inginkan (tidak memaksakan kehendak setiap saat).

Katakan juga bahwa terkadang tidak masalah jika orang-orang punya pendapat yang berbeda-beda. Berikan opini yang berbeda mengenai berbagai macam topik atau situasi yang bagi Si Kecil tidak begitu penting.

Misalnya, nyatakan pikiran atau hal yang Moms suka (misalnya makanan atau warna favorit) dan Si Kecil pun bisa menyatakan warna atau makanan kesukaannya. Gunakan contoh sehari-hari yang mudah untuk dia mengerti dan tidak akan membuatnya merasa jalan pikirnya terancam atau membuat dia merasa selalu dirugikan jika orang berlainan pendapat.

Moms juga bisa meminta anggota keluarga yang lain untuk menyatakan pendapatnya yang mungkin berbeda dengan Moms dan tunjukkan bahwa Moms bisa menerima dan tidak apa-apa jika orang lain berbeda pendapat.

Jadi tidak apa untuk Si Kecil tetap menyatakan pendapatnya atau yang dia inginkan, namun jika sudah sampai ada tahap tidak pantas, Moms harus mengatakan padanya bahwa jika ia terus melakukan hal itu dan memaksa, berarti ia tidak akan mendapatkan keinginannya.

Moms juga harus berpikir panjang sebelum memberikan suatu ketentuan pada Si kecil jika ia terus memaksa, karena Moms harus mengikuti apa yang Moms telah katakan.

Ajarkan ia bahwa lebih ada kemungkinan Si Kecil dapat apa yang dia minta melalui percakapan yang baik dan benar ketimbang dia memaksa dengan tantrum. Pikirkan sikap pantas apa yang Moms ingin Si Kecil pelajari dalam berbagai situasi.

Misalnya: belajar bernegosiasi dengan baik; belajar mengikuti apa yang Moms katakan; belajar menerima pendapat orang lain; bergantian meminta sesuatu; menerima pilihan terbaik lainnnya (alternatif) jika apa yang ia pertama inginkan tidak ada; belajar untuk mengajukan ide alternatif lain yang berasal dari pikirannya sendiri; ataupun belajar untuk minta masukan dari orang lain.

Jadi Si Kecil bisa melihat bahwa orang lain bisa membantu dan memberinya saran yang menghasilkan sesuatu yang positif untuknya. Upayakan supaya hal-hal yang baik terjadi buat Si Kecil saat ia bertindak atau bersikap sesuai dengan yang Moms inginkan atau sudah ajarkan.

Dijawab oleh Alex Witarsa, M.A., BCBA

Sumber: Ask The Expert - Forum Orami

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.