Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Keamanan Anak | Apr 24, 2018

Bagaimana Cara Membantu Anak Menghadapi Bullying?

Bagikan


Dalam waktu dua minggu belakangan, kita dihadapkan dengan berita mengenai bullying, yang terjadi di salah satu pusat perbelanjaan dan juga universitas di Jakarta. Bullying yang terjadi  di mall, hanya bermula dari saling ejek. Yang lebih menyedihkan, bullying yang terjadi di universitas ini ditujukan kepada seorang anak berkebutuhan khusus.

Tak ada orangtua yang menginginkan anaknya menjadi korban bullying, entah itu di sekolah atau di lingkungan tempat tinggal Moms sendiri. Namun ketika anak bercerita bahwa ia di-bully di sekolah atau lingkungan rumah, Moms mungkin bingung bagaimana cara menghadapinya. Simak baik-baik apa saja langkah membantu anak menghadapi bullying berikut ini.

Baca juga: 5 Jenis Bullying yang Mungkin Dialami Anak

Dengarkan Cerita Anak Selengkapnya

Ketika anak pertama kali bercerita pada Moms, biarkan dia menyelesaikan ceritanya. Jangan memotong kata-katanya atau langsung menuduh anak yang memulai masalah. Ingat, si kecil mungkin merasa sangat gugup dan takut ketika bicara pada Moms sehingga kalimat atau ceritanya kurang jelas. Jadi Moms harus mendengarkan secara saksama apa yang disampaikan anak.

Moms juga tidak perlu memaksa anak untuk menceritakan seluruh kejadian lengkapnya sekaligus. Tenangkan si kecil dulu. Nanti setelah ia cukup tenang, baru Moms bisa menanyakan lebih lanjut ceritanya.

Jangan Bereaksi Secara Berlebihan

Setelah anak bercerita, jangan bereaksi secara berlebihan. Kalau Moms langsung emosi atau menelepon pihak sekolah, anak malah jadi tambah panik dan takut. Sebaliknya, tetap tenang dan prioritaskan keamanan si kecil. Peluk anak dan katakan, “Moms tahu rasanya pasti berat sekali, ya? Tapi kamu sungguh berani mau cerita ke Moms soal ini.”

Baca juga: Ketika Cyberbullying Mengancam Buah Hati

Bantu Anak Mencari Jalan Keluarnya

Kalau anak sudah tenang dan bisa berpikir jernih, bantu dirinya mencari jalan keluar. Pada tahap ini, penting bagi Moms untuk mengajak anak berpikir bagaimana cara terbaik menghadapi pelaku bullying. Pasalnya, kalau Moms yang mendiktekan solusinya, anak akan ketergantungan pada sosok Moms. Ia akan merasa kalau tidak ada Moms bersamanya, ia tak akan bisa melawan bully.

Coba tanya, “Kira-kira menurutmu apa yang bisa kamu lakukan supaya dia berhenti mem-bully kamu?” Wajar saja kalau anak menjawab, “Pindah sekolah!” atau “Harus kupukul dia sampai kapok!” Nah, tugas Moms di sini adalah mengarahkan agar anak tidak salah langkah.

Moms bisa memberi masukan misalnya, “Bagaimana kalau kamu tidak membalas perkataannya? Mungkin dia akan jadi bosan menjahili kamu,” atau “Coba kalau kamu ajak dia bicara berdua. Jelaskan kalau perbuatannya bikin kamu sakit hati.”

Kapan Harus Bicara dengan Pihak Sekolah atau Orangtua?

Bila kejadian bullying ini terjadi sampai berkali-kali, Moms perlu membicarakannya dengan guru anak di sekolah atau orangtua pelaku. Atau bila anak memberi tahu Moms kalau ia didorong, ditendang, atau dikasari. Ingat, seorang anak tidak akan mampu menghadapi tukang bully seorang diri. Ia membutuhkan bantuan Moms dan orang dewasa untuk melindunginya.

Memang berat rasanya kalau anak jadi korban bullying. Namun, Moms sendiri harus bisa bersikap tegar demi si buah hati. Jika Moms punya masukkan lainnya, bagikan di kolom komentar, ya.

<IA>

 

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.