Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Tanya Pakar | Mar 26, 2018

Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Infeksi Saluran Kemih Saat Hamil?

Bagikan


Tanya:

Saya punya pengalaman waktu hamil anak pertama mengalami penyakit infeksi saluran kemih (ISK) dan dirawat di rumah sakit selama beberapa hari, Alhamdulillah anak lahir dengan cukup umur, sehat, dan selamat.

Saya ingin bertanya, Dok bagaimana mencegah penyakit tersebut agar tidak terjadi lagi pada kehamilan berikutnya?

Jawab:

Infeksi saluran kemih adalah sebuah kondisi yang bisa terjadi akibat bakteri yang berasal dari luar tubuh kemudian masuk melalui saluran kemih lalu mencapai bagian uretra. Kemudian infeksi berkembang cepat pada bagian ini.

Karena bagian anatomi tubuh wanita yang memiliki area saluran kencing dekat dengan dubur maka wanita memang rentan terkena infeksi saluran kemih.

Ada beberapa hal menjadi penyebab ISK pada wanita hamil:

1. Perubahan hormon

Perubahan hormon dalam tubuh ibu hamil bisa menyebabkan pengaruh untuk semua sistem dalam tubuh. Ini juga bisa membuat kesehatan ibu hamil menurun dengan cepat. Kemudian bagian urine pada ibu hamil sering memiliki kandungan hormon dan gula yang lebih tinggi.

Lingkungan seperti ini yang akan menyebabkan bakteri bisa mudah tumbuh dengan baik. Jika seperti ini maka tubuh Moms mudah terserang bakteri, termasuk penyebab infeksi saluran kemih.

2. Volume kantung kemih semakin besar

Ibu hamil memiliki janin yang berkembang dalam bagian rahim. Kemudian ini bisa menyebabkan ukuran volume dari kantung kemih meningkat. Kondisi ini membuat beberapa struktur dalam kantung kemih berubah.

Semakin banyak urine yang terus tertahan dalam bagian kantung kemih. Kondisi ini menyebabkan bakteri mudah tubuh dan terjadilah infeksi saluran kemih pada ibu hamil.

3. Pelebaran saluran ureter

Ketika ibu hamil masuk ke trimester kedua maka perubahan fisik akan terjadi sesuai dengan perkembangan janin. Kondisi ini juga menyebabkan perubahan saluran ureter yang bisa terjadi hingga ibu siap untuk melahirkan.

Perubahan ukuran inilah yang akan menyebabkan bakteri mudah masuk kemudian menyebabkan infeksi. Perubahan saluran ureter ini akan mendukung proses persalinan normal saat janin sudah berkembang sempurna.

4. Tekanan janin dalam rahim

Kondisi infeksi saluran kemih pada ibu hamil memang sangat wajar dan sering terjadi. Hal ini disebabkan karena pertumbuhan janin bisa menyebabkan tekanan yang kuat pada saluran kemih dan kandung kemih.

Kondisi inilah yang bisa menyebabkan bakteri sering terperangkap dan menjadi infeksi. Bahkan beberapa ibu hamil sering tidak bisa mengendalikan urin yang bocor sehingga mudah terkena infeksi.

Ada beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan, antara lain:

1. Sering mengosongkan kantung kemih terutama menahan berkemih. Terlebih jika Moms masih melakukan hubungan intim secara aktif maka wajib untuk mengosongkan kantung kemih sebelum dan sesudah berhubungan.

2. Menggunakan pakaian dalam dengan bahan katun untuk menciptakan kondisi yang lebih nyaman pada organ intim. Hindari pakaian dari bahan sintetis karena tidak bisa menyerap keringat dan bakteri bisa berkembang dengan cepat.

3. Menghindari semua pemakaian parfum atau sabun pembersih kewanitaan. Produk ini bisa menyebabkan masalah untuk organ dalam sehingga infeksi bisa menjadi lebih berat.

4. Rutin dan banyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi. Karena mom akan sering buang air kecil maka itu juga menyebabkan tubuh mom rentan kekurangan cairan.

5. Membiasakan untuk menjaga kebesihan tangan ketika akan buang air kecil atau buang air besar.

6. Menggunakan bahan atau pakaian yang nyaman untuk membantu tubuh tidak berkeringat banyak.

Dijawab oleh dr. Benny Johan Marpaung, Sp.OG

Sumber: Ask The Expert - Forum Orami

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.