Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Tanya Pakar | May 11, 2018

Bagaimana Cara Mengatasi Stres Saat Hamil?

Bagikan


Tanya:

Seperti kita tahu kalau ibu hamil mengalami mood swing dan berbeda-beda cara menghadapinya.

Kadang kita juga tidak sadar kalau faktor lingkungan membuat kita stres (tapi dipendam). Pertanyaan saya:

1. Bagaimana tips ampuh mengatasi stres depresi saat hamil?

2. Apakah bisa membuat air ketuban menyusut?

3. Sebaiknya berapa hari harus beristirahat menjelang due date?

4. Berbahayakah marah saat hamil? (Ade Ryani)

Jawab:

Kehamilan seharusnya menjadi salah satu momen paling membahagiakan dalam hidup seorang wanita, tapi bagi banyak perempuan, masa-masa kehamilan adalah waktu yang membingungkan, menakutkan, penuh stres, dan bahkan depresi Moms.

Terkait keluhan Moms, selama kehamilan, sangat normal apabila calon ibu mengalami mood swing, di mana emosi dan suasana hati menjadi labil atau naik turun.

Ada yang mengalami hal itu masih derajat ringan, tapi ada juga yang sudah hampir mencapai tahap depresi berat.

Risiko Depresi Saat Kehamilan

1. Berat lahir rendah

2. Kelahiran prematur (sebelum 37 minggu)

3. Skor APGAR rendah

4. Gangguan pernapasan dan gelisah

Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa depresi yang melanda ibu hamil juga akan turun kepada janinnya.

Penelitian dalam jurnal JAMA Psychiatry menunjukkan bahwa perempuan yang mengalami depresi selama kehamilan akan menurunkan peningkatan risiko depresi pada anak mereka saat dewasa nanti.

Namun Moms jangan khawatir, kemungkinan hal itu dapat terjadi pada wanita yang mengalami depresi selama kehamilan yang dapat memicu sindrom baby blues pasca persalinan.

Baca juga: 4 Masalah Janin Ini Terjadi Akibat Stres Pada Ibu Hamil 

Mengatasi Mood Swing

Hal itu dapat diatasi antara lain dengan cara Moms mengisi kegiatan sehari-hari dengan kegiatan yang bisa mengalihkan perhatiannya dari kondisi ini, mood swing parah bisa dihindari, bahkan diminimalkan.

Mood swing saat hamil bisa dibantu dengan membentuk sikap yang lebih menenangkan. Perlu cukup tidur, cukup jeda, selain ada waktu untuk tidur siang.

Luangkan juga waktu untuk bergerak seperti berjalan-jalan sejenak, nonton bioskop, yoga, dan meditasi. Pola hidup sehat selama hamil bisa menghindarkan Moms dari kemungkinan gangguan mood.

Makanlah sedikit-sedikit tapi lebih sering, hindari kopi dan gula berlebih. Selain itu, Moms juga perlu membangun sikap positif optimistik terhadap kehamilan.

Dukungan positif dari suami dan keluarga juga dapat membantu Moms melewati masa-masa selama kehamilan.

Pengaruhnya dengan Air Ketuban

Terkait berkurangnya volume air ketuban tidak ada keterkaitan langsung dengan mood swing selama kehamilan, melainkan dari pola konsumsi minum air yang cukup selama kehamilan dan fungsi plasenta (ari-ari).

Dalam hal kapan sebaiknya mengambil cuti menjelang persalinan, sesuai ketentuan yang umumnya berlaku, seorang wanita hamil mendapat cuti sekitar 3 bulan terkait persalinan, di mana saat pengambilan cutinya tergantung dari kebijakan masing-masing perusahaan.

Ada yang memberikan 1,5 bulan sebelum dan 1,5 bulan setelahnya atau 1 bulan sebelum tanggal persalinan dan 2 bulan setelahnya dan sebagainya sesuai ketentuan perusahaan tempat bekerja.

Terkait hal tersebut harus juga diperhatikan keadaan fisik seorang wanita hamil, jika diperlukan dapat mengambil cuti lebih awal untuk persiapan sebelum persalinan.

Dijawab oleh dr. Benny Johan Marpaung, Sp.OG

Sumber: Forum Orami - Ask The Expert

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.