Newborn

NEWBORN
25 November 2020

Penyakit Kuning pada Bayi Baru Lahir? Ini Tanda dan Cara Mengatasinya!

Bayi kuning apabila dibiarkan bisa menyebabkan kerusakan otak, lho
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Intan Aprilia

Moms, tentu sebagai orang tua yang baru saja melahirkan seorang anak, perasaan haru dan bahagia akan muncul. Tetapi, kadang ada satu dua hal yang bisa mengurangi perasaan bahagia itu, salah satunya jika bayi kuning.

Kondisi bayi kuning sebenarnya umum terjadi pada bayi baru lahir, akan tetapi bila dibiarkan dan tidak ditindak bisa menyebabkan kerusakan otak.

"Ada persepsi umum pada 1970-an dan 80-an bahwa bayi sehat yang menderita penyakit kuning tidak akan mengalami kerusakan otak," kata dr. Vinod K. Bhutani, seorang profesor klinis pediatri di University of Pennsylvania.

"Apa yang terjadi sejak saat itu adalah bahwa kita telah menemukan bukti bahwa kerusakan otak bisa terjadi akibat penyakit kuning,” tambahnya.

Baca Juga: Jangan Sampai Terlewat, Ini Jadwal Imunisasi Dasar Bayi dan Manfaatnya

Apa Itu Kondisi Bayi Kuning?

Tangan dan Kaki Bayi Kuning, Apa Penyebabnya 1.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Kondisi bayi kuning dikenal juga dengan istilah newborn jaundice. Kondisi ini adalah di mana kulit dan mata bayi menguning karena kadar bilirubin yang tinggi.

Bilirubin merupakan zat kuning yang diproduksi saat sel darah merah dipecah. Bilirubin ini nantinya bergerak dalam aliran darah menuju hati untuk diolah dan dikeluarkan melalui tinja.

Pada bayi yang baru lahir, proses pengolahan sel darah merah ke bilirubin jadi lebih tinggi karena organ hati pada bayi baru lahir belum sepenuhnya berfungsi seperti orang dewasa. Hal inilah yang memicu bilirubin tinggi dan menyebabkan bayi jadi kuning.

Namun, perlu diketahui bahwa kondisi bayi kuning ini umum terjadi pada bayi baru lahir. Meskipun umum, tetapi bila tidak ditangani dengan cepat bisa mengakibatkan kerusakan otak.

Dalam kebanyakan kasus, bayi kuning akan kembali normal dalam waktu 2-3 minggu. Tetapi, apabila bayi kuning lebih dari 3 minggu, bisa jadi bayi sudah terkena penyakit serius.

Untuk itu, American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan semua bayi yang baru lahir harus diperiksa kadar bilirubinnya dulu sebelum keluar dari rumah sakit dan diperiksa ulang ketika bayi berusia 3-5 hari.

Baca Juga: Cara Merawat Rambut Bayi Baru Lahir Ada Caranya, Intip di Sini!

Penyebab Bayi Kuning

penyebab bayi kuning

Foto: Orami Photo Stock

Bayi yang berisiko tinggi mengalami penyakit kuning saat bayi baru lahir adalah:

  • Bayi prematur (bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu).
  • Bayi yang tidak mendapatkan cukup ASI atau susu formula, baik karena mereka kesulitan menyusu atau karena ASI mereka belum masuk.

Berikut adalah beberapa penyebab penyakit kuning pada bayi yang baru lahir. Di simak yuk, Moms.

Baca Juga: Catat! Ini 9 Jadwal Imunisasi Bayi Tambahan dan Manfaatnya

1. Kelebihan Bilirubin

Kelebihan bilirubin (hiperbilirubinemia) adalah penyebab utama penyakit kuning. Bilirubin, yang bertanggung jawab atas warna kuning penyakit kuning, adalah bagian normal pigmen yang dilepaskan dari pemecahan sel darah merah "bekas".

Bayi baru lahir menghasilkan lebih banyak bilirubin daripada orang dewasa karena produksi yang lebih besar dan pemecahan sel darah merah yang lebih cepat dalam beberapa hari pertama kehidupan. Biasanya, hati menyaring bilirubin dari aliran darah dan melepaskannya ke saluran usus.

Hati bayi baru lahir yang belum matang seringkali tidak dapat mengeluarkan bilirubin dengan cukup cepat, menyebabkan kelebihan bilirubin.

Penyakit kuning karena kondisi bayi baru lahir yang normal ini disebut ikterus fisiologis, dan biasanya muncul pada hari kedua atau ketiga kehidupan Si Kecil.

2. Golongan Darah Berbeda dengan Ibu

Jika Si Kecil memiliki golongan darah yang tidak sesuai dengan golongan darah ibunya, ia bisa mengalami penyakit kuning.

Bayi yang golongan darahnya tidak sesuai dengan golongan darah ibunya dapat mengembangkan penumpukan antibodi yang dapat menghancurkan sel darah merahnya dan menyebabkan peningkatan kadar bilirubin secara tiba-tiba.

3. Penyebab Lainnya

Gangguan mendasari lainnya dapat menyebabkan penyakit kuning pada bayi. Dalam kasus ini, ikterus sering muncul lebih awal atau lebih lambat daripada bentuk ikterus bayi yang lebih umum.

Penyakit atau kondisi yang dapat menyebabkan penyakit kuning antara lain:

  • Perdarahan internal (hemorrhage)
  • Infeksi pada darah bayi Moms (sepsis)
  • Infeksi virus atau bakteri lainnya
  • Ketidakcocokan antara darah ibu dan darah bayi
  • Kerusakan hati
  • Atresia bilier, suatu kondisi di mana saluran empedu bayi tersumbat atau terluka
  • Kekurangan enzim
  • Kelainan sel darah merah bayi yang menyebabkannya cepat rusak

Baca Juga: Kabar Anak Ringgo, Curtis, yang Belum Pulang dari RS karena Bilirubin Tinggi

Tanda Bayi Kuning

mata bayi kuning, apa yang salah

Foto: Orami Photo Stock

Kadar bilirubin biasanya memuncak antara 3-7 hari setelah lahir. Tanda pertama yang terjadi ketika bayi kuning adalah kulit dan mata bayi yang menguning, dimulai sejak 2-4 hari sejak kelahiran.

Warna kuning awalnya akan muncul pada area sekitar wajah sebelum menyebar ke seluruh tubuh. Apabila Moms menekan jari bayi dan area kulit yang ditekan jadi kuning, kemungkinan besar itu pertanda bayi kuning.

Sebagian besar kasus bayi kuning bisa sembuh dengan sendirinya karena bertambahnya usia sehingga fungsi hati bisa berfungsi normal dan juga karena menyusu. Tetapi, terkadang ada juga indikasi bayi kuning yang mengarah pada penyakit lebih serius.

Beberapa kondisi bayi kuning yang parah juga bisa meningkatkan risiko bilirubin masuk ke otak yang bisa menyebabkan kerusakan otak permanen.

Apabila Moms melihat gejala-gejala di bawah ini, segera hubungi dokter:

  • Warna kuning menyebar ke bagian tubuh lain seperti lengan atau kaki dan jadi lebih intens.
  • Bayi mengalami demam lebih dari 38 derajat Celcius.
  • Warna kulit bayi semakin kuning.
  • Bayi tidak bertambah berat badannya.
  • Bayi tidak mau menyusu.
  • Bayi tampak lesu, lemah, dan menangis dengan nada tinggi.
  • Bayi lebih banyak tidur dari biasanya.

Baca Juga: 7 Fakta Menarik Mengenai Growth Spurt Pada Bayi

Cara Mengatasi Bayi Kuning

penyakit kuning menyusui (breastfeeding jaundice)

Foto: Orami Photo Stock

Sebenarnya kondisi bayi kuning akan membaik dengan sendirinya saat hati bayi mulai matang.

Menyusu lebih sering (8-12 kali sehari) bisa membantu bayi membuat bilirubin melewati tubuhnya. Namun, ada beberapa langkah medis juga yang bisa dilakukan untuk mengatasi bayi kuning.

1. Imunoglobulin Intravena (IVIg)

Penyakit kuning pada bayi mungkin terkait dengan perbedaan golongan darah antara ibu dan buah hati. Kondisi ini menghasilkan bayi yang membawa antibodi dari ibu yang berkontribusi pada kerusakan cepat sel darah merah bayi.

Transfusi imunoglobulin intravena, protein darah yang dapat mengurangi kadar antibodi, dapat menurunkan ikterus dan mengurangi perlunya transfusi tukar.

2. Terapi Cahaya (Fototerapi)

Apabila kuning sudah parah, bayi bisa dirawat dengan fototerapi, yakni metode pengobatan umum dan sangat efektif dengan menggunakan cahaya untuk memecah bilirubin dalam tubuh bayi.

Cahaya akan mengubah bentuk dan struktur molekul bilirubin sedemikian rupa sehingga mereka dapat diekresikan dalam urine dan feses.

Selama perawatan, Si Kecil hanya akan memakai popok dan pelindung mata. Terapi cahaya dilengkapi dengan penggunaan pad atau kasur yang memancarkan cahaya.

3. Transfusi Darah

Dalam kasus yang sangat parah, transfusi darah pada bayi bisa dilakukan untuk menggantikan sel darah merah yang rusak dengan sel darah merah yang sehat. Akan dilakukan pengambilan darah dalam jumlah kecil secara berulang-ulang dan menggantinya dengan darah donor, sehingga menipiskan bilirubin dan antibodi ibu. Transfusi ini juga meningkatkan jumlah sel darah merah bayi dan menurunkan kadar bilirubin.

Moms dan Dads, tak perlu takut lantaran hal ini jarang dilakukan. Penindakan ini hanya berlaku ketika penyakit kuning pada bayi yang parah tidak merespon pada perawatan lain, Si Kecil mungkin memerlukan pertukaran darah. Ini merupakan prosedur yang dilakukan di unit perawatan intensif bayi baru lahir.

Baca Juga: Cara Merawat Bayi Baru Lahir, Moms Wajib Tahu!

Tidak ada cara nyata untuk mencegah penyakit kuning pada bayi baru lahir. Selama kehamilan, Moms bisa menjalani tes golongan darah.

Setelah lahir, golongan darah bayi akan dites, jika perlu, untuk mengesampingkan kemungkinan adanya ketidakcocokan golongan darah yang dapat menyebabkan penyakit kuning. Jika bayi memang menderita penyakit kuning, ada beberapa cara untuk mencegahnya berkembang lebih parah:

  • Pastikan bayi mendapatkan nutrisi yang cukup melalui ASI. Memberi makan bayi 8 hingga 12 kali sehari selama beberapa hari pertama memastikan bayi tidak dehidrasi, yang membantu bilirubin melewati tubuhnya lebih cepat.
  • Jika Moms memberikan susu formula untuk bayi, berikan bayi 1 sampai 2 ons susu formula setiap 2 sampai 3 jam untuk minggu pertama. Bayi prematur atau lebih kecil mungkin menggunakan susu formula dalam jumlah yang lebih sedikit, seperti bayi yang juga menerima ASI.

Pantau bayi dengan cermat selama lima hari pertama kehidupan untuk mengetahui gejala penyakit kuning, seperti menguningnya kulit dan mata.

Apabila Moms menemukan tanda-tanda bayi kuning, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Lebih baik mencegah daripada mengobati, Moms!

Artikel Terkait