Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Tanya Pakar | Apr 27, 2018

Bagaimana Cara Menjelaskan Bullying Pada Anak?

Bagikan


Tanya:

Anak sulung saya (kelahiran November 2012) duduk di TK A dan sangat kritis terhadap fenomena di sekelilingnya.

Nah, akhir-akhir ini ia banyak bertanya tentang bullying. Sepertinya, efek juga salah satu cerita dan film yang ditonton, di mana saya memperkenalkan kata "bully" itu untuk sikap yang mengganggu teman.

Kerisauan saya, ada beberapa orang dewasa di sekitar kami yang mengkaitkan bullying ini untuk segala tindak yang dianggap tidak pantas.

Misalnya, ketika anak saya berselisih, kemudian mendapatkan kekerasan fisik (yang saya lihat sebenarnya sih bukan bullying, cuma reaksi responsif saja).

Pada usia pra-sekolah seperti ini, bagaimana ya cara yang pas untuk memberi pemahaman tentang bullying?

Setidaknya supaya anak saya bisa membedakan dengan benar dan bisa membela diri sedniri kalau menghadapi situasi mirip bullying ini. (Winda, Bandung)

Jawab:

Sebelumnya perlu kita bedakan terlebih dahulu antara definisi bullying dengan perilaku agresif. Perilaku agresif merupakan perilaku menyerang terhadap sesuatu yang dipandang mengecewakan.

Perilaku agresif akan menjadi bullying apabila secara langsung diarahkan untuk melawan target tertentu. Korbannya adalah yang lemah, rentan dan tidak mampu bertahan.

Pola bullying sudah ada sejak anak duduk di taman kanak-kanak, sebagaimana teman sebaya sudah mulai terbentuk, anak sudah mulai mengarahkan agresi terhadap target tertentu.

Untuk memberikan pemahaman kepada Si Kecil mengenai bullying, Moms bisa memberikan penjelasan dengan menggunakan kalimat sederhana yang mudah dipahami oleh anak usia 5,5 tahun melalui media gambar.

Misalnya dengan membacakan buku cerita yang bergambar atau memberikan contoh dari kejadian-kejadian yang pernah dialami oleh anak atau temannya di sekolah. Bisa juga memberikan contoh dari kejadian yang pernah Moms dan Si Kecil lihat di televisi.

Ajak anak untuk berdiskusi dan tanyakan bagaimana pendapatnya atau apa yang ia lakukan jika ia mengalami kejadian tersebut. Melalui diskusi, Moms bisa tau bagaimana reaksi anak ketika mengalami hal tersebut.

Moms juga bisa mengajarkan kepada anak apa yang sebaiknya dilakukan jika anak menerima perilaku bullying dari teman dan lingkungannya.

Dijawab oleh Nidya Dwika Puteri, M. Psi

Sumber: Forum Orami - Ask The Expert

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.