Kesehatan

28 Oktober 2019

Mengenal Bipolar: Ciri, Penyebab, dan Cara Pengobatannya

Deteksi gangguan bipolar segera untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Karla Farhana

Mungkin Moms sudah tidak asing lagi mendengar kata bipolar bukan? Namun tahukah Moms apa sebenarnya gangguan bipolar itu dan bagaimana kita bisa tahu jika mengidap gangguan bipolar?

Gangguan bipolar dikenal sebagai salah satu penyakit yang menyerang mental seseorang dan membuatnya dapat merasakan perubahan emosi secara berlebihan.

Dikutip dari World Health Organization, 60 juta orang di dunia mengidap gangguan bipolar.

Tercatat, rata-rata pengidap gangguan bipolar adalah orang dengan umur kurang dari 30 tahun.

Perubahan mood merupakan hal umum yang dialami setiap orang. Tidak serta merta Moms mengalami gangguan bipolar karenanya.

Lantas apa penyebab, ciri-ciri dan tanda seseorang mengidap gangguan mental ini? Yuk kita telaah bersama.

Baca Juga: Mari Perhatikan Kesehatan Mental Anak Sejak Dini dengan 4 Cara Ini

Ciri dan Tanda Bipolar yang Dirasakan

Penyebab insomnia faktor psikologis - bipolar.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Mengutip Mayo Clinic, ada tanda dan ciri-ciri yang berbeda ketika seseorang mengidap gangguan bipolar.

Tanda-tanda umum itu dikategorikan pada jenis bipolar itu sendiri.

Ada beberapa jenis bipolar dan gangguan mental menyerupainya, termasuk manik atau hipomania dan depresi.

Gejala dapat menyebabkan perubahan suasana hati dan perilaku yang tidak terduga.

Adapun tanda dan ciri-ciri gejala yang dirasakan dari jenisnya, seperti:

1. Episode Manik

Bipolar-Hero.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Tanda gangguan bipolar dalam fase manik adalah penderita mengalami lonjakan perasaan bahagia secara tiba-tiba dan menjadi sangat bersemangat. Jantung berdetak hebat dan memiliki perasaan aneh.

“Pada episode manik, penderita akan merasa sangat enerjik dan berbicara sangat cepat. Penderita merasa tidak butuh tidur dan selalu bersemangat akan banyaknya ide dan pemikiran baru yang tidak ada habisnya,” jelas psikiater, Smitha Bhandari, MD.

Tidak sedikit juga yang mengalami halusinasi seperti memiliki kekuatan super atau memiliki sebuah misi rahasia yang menantang.

Ini membuat para penderita merasa dapat melakukan segalanya dan mengambil risiko buruk dalam hidupnya.

Perubahan mood secara drastis ini juga membuat penderita lebih mudah tersinggung dan marah.

Ini merupakan termasuk ke dalam jenis bipolar tingkat satu. Dalam beberapa kasus, manik dapat memicu psikosis.

Baca Juga: Ternyata, Punya Sahabat Baik untuk Kesehatan Mental

2. Episode Depresi

Listicle 2.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Berbeda dengan episode manik, di fase ini penderita gangguan bipolar akan mengalami rasa sedih dan terpuruk yang begitu dalam pada waktu yang cukup lama.

Mengutip American Psychiatric Association, depresi membuat penderita gangguan bipolar menjadi tidak bersemangat menjalani hari-hari, pesimis, lemas, dan lesu.

Rasa tidak diperlukan dan tidak memiliki motivasi hidup kerap kali membuat penderita di fase ini memikirkan untuk bunuh diri.

Ciri lainnya pada episode manik, penderita menjadi mudah berhalusinasi dan paranoid.

Meskipun gangguan bipolar dapat terjadi pada semua usia, biasanya penyakit ini didiagnosis pada usia remaja atau awal 20-an.

Gejala dapat bervariasi dari orang ke orang, dan gejala dapat bervariasi dari waktu ke waktu.

Penyebab Bipolar Disorder

Ternyata Penyakit Bipolar Dapat Disembuhkan Secara Alami, Berikut 3 Caranya

Foto: Orami Photo Stocks

Bipolar adalah gangguan mental yang menyebabkan perubahan suasana hati yang ekstrim yang meliputi emosi tinggi (mania atau hipomania) dan rendah (depresi).

Penyebab pasti gangguan bipolar tidak diketahui, tetapi beberapa faktor mungkin terlibat, seperti:

1. Gangguan Fungsi Otak

Gangguan bipolar diyakini para peneliti sebagai akibat dari ketidakseimbangan kimiawi di otak.

Sel yang bertanggung jawab untuk mengontrol fungsi otak disebut neurotransmiter, dan termasuk noradrenalin, serotonin, dan dopamin.

Ada beberapa bukti bahwa jika ada ketidakseimbangan dalam tingkat 1 atau lebih neurotransmiter, seseorang dapat mengalami beberapa gejala gangguan bipolar.

Misalnya, ada bukti bahwa kondisi mania dapat terjadi ketika kadar noradrenalin terlalu tinggi, dan depresi mungkin disebabkan oleh kadar noradrenalin yang menjadi terlalu rendah.

2. Genetik

Gangguan bipolar adalah berkaitan dengan genetika, karena tampaknya ini diturunkan dalam riwayat keluarga.

Anggota keluarga dari seorang penderita bipolar memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena gangguan mental ini.

Tetapi tidak ada gen tunggal yang bertanggung jawab atas gangguan bipolar. Sebaliknya, sejumlah faktor genetik dan lingkungan dianggap sebagai pemicu seseorang merasakan ini.

3. Ada Faktor Pemicu

Mengutip National Health Service, keadaan atau situasi yang membuat stres seringkali memicu gejala gangguan bipolar, lho.

Mungkin kita tidak sadari tapi ini menjadi penyebab gangguan mental ini.

Contoh pemicu stres meliputi:

Baca Juga: Mengenal Seasonal Affective Disorder, Kondisi Depresi yang Datang saat Musim Dingin

Pengobatan Gangguan Mental

Pengobatan bertujuan untuk menstabilkan suasana hati orang yang mengidap penyakit ini dan untuk mengurangi gejala.

Tujuannya adalah membantu orang tersebut untuk dapat menikmati hidup lebih berkualitas.

Adapun beberapa langkah dan upaya yang dilakukan, antara lain:

1. Konsumsi Obat

Mengobat bipolar

Foto: Orami Photo Stocks

Tentu, cara pengobatan ini dilakukan dari arahan dokter serta diagnosis yang tepat.

Obat-obatan tertentu dapat membantu menstabilkan suasana hati dan mengurangi gejala yang dirasakan.

Biasanya, dokter akan sering meresepkan kombinasi obat seperti:

  • penstabil suasana hati, seperti litium
  • antidepresan
  • antipsikotik (SGA)
  • antikonvulsan, untuk meredakan mania
  • obat untuk membantu tidur atau kecemasan

Beberapa obat memiliki efek samping, dan dapat memengaruhi individu secara berbeda.

2. Konseling

Psikoterapi dapat membantu meredakan gejala dan membantu seseorang untuk menangani gangguan bipolar.

Melalui terapi perilaku kognitif dan pendekatan lainnya, individu dapat belajar untuk:

  • Kenali dan ambil langkah untuk mengelola pemicu utama, seperti stres
  • Mengidentifikasi gejala dan mengambil langkah untuk mengelolanya
  • Membantu menjaga suasana hati yang stabil

Langkah-langkah ini dapat membantu seseorang menjaga hubungan positif di rumah dan di tempat kerja.

Untuk anak-anak dan remaja dengan gangguan bipolar, dokter mungkin merekomendasikan terapi keluarga.

Baca Juga: Mengenal Psikosis Postpartum, Kondisi Ibu Baru yang Lebih Berbahaya dari Depresi Pascamelahirkan

3. Gaya Hidup Sehat

Manfaat Yoga untuk Perbaiki Postur Tubuh, Yuk Coba!

Foto: Orami Photo Stocks

Tentunya memiliki gaya hidup sehat dapat membantu menjaga suasana hati yang stabil dalam mengatasi gangguan bipolar.

Minum obat saja tidak cukup untuk mengatasi gangguan mental ini. Adapun tips yang perlu Moms ikuti, seperti:

  • tidak berpikiran negatif atau berprasangka buruk
  • mengikuti pola makan yang sehat dan bergizi
  • membentuk pola tidur yang teratur
  • berolahraga secara teratur

Beberapa pengobatan alternatif dapat berinteraksi dengan obat yang digunakan untuk gangguan bipolar. Bahkan dapat memperburuk gejala. Jadi sebaiknya diskusikan dengan dokter dulu ya, Moms.

Baca Juga: Apakah Kepribadian Ganda Bisa Disembuhkan?

Itu dia beberapa ciri yang mudah di deteksi jika Moms mengidap gangguan bipolar.

Jika Moms merasakan tanda gangguan bipolar di atas, segera konsultasikan keluhan Moms kepada ahli kesehatan mental untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Jangan mendiagnosis diri sendiri ya, Moms! Karena hal tersebut tidak akan menyelesaikan masalah dan malah bikin pikiran makin semrawut.

https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mental-disorders

https://www.nhs.uk/mental-health/conditions/bipolar-disorder/causes/

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bipolar-disorder/symptoms-causes/syc-20355955

https://www.psychiatry.org/patients-families/depression/what-is-depression

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait