Gratis Ongkir minimum Rp 300.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Bagaimana Mengatasi "Emotional Eating" Saat Hamil?

Bagikan


Apakah Moms mengalami “emotional eating”? Bila Moms cenderung makan banyak saat marah atau mengalami depresi, atau mencoba mengendalikan emosi melalui makanan dan mencoba mengubahnya, maka artikel ini akan membantu Moms mengatasi emotional eating saat hamil.

Apakah “Emotional Eating”?

Banyak wanita dengan gangguan makan sedikit terbebas dari gangguan tersebut saat hamil, namun kehamilan tampaknya memicu satu jenis gangguan makan pada beberapa wanita, sebuah penelitian baru menunjukkan.

Wanita berpenghasilan rendah dan berpendidikan rendah tampaknya sangat rentan terhadap perkembangan gangguan ini selama kehamilan, demikian menurut Cynthia Bulik, PhD, yang memimpin tim penelitian tersebut.

Emotional eating sering juga disebut binge eating disorder yaitu gangguan makan berlebihan yang kompulsif. Wanita yang mengalami ini menggunakan makanan sebagai cara pelampiasan untuk mengatasi emosi atau stres yang tidak diinginkan.

Emotional eating bisa membuat menstruasi jarang atau bahkan berhenti. Bila ini terjadi, tubuh tidak melepaskan telur (berovulasi) sebagaimana mestinya setiap bulannya. Hal ini bisa membuat sulit hamil.

Apakah Perbedaan “Emotional eating” dan Ngidam?

Karena makanan tertentu meningkatkan aktivitas neurotransmitter di otak, makanan ini menciptakan perubahan biokimia lainnya yang memberikan kenyamanan. Namun, ini hanya berlangsung singkat dan ketika emosi dan perasaan itu muncul setelah beberapa saat, Moms tetap harus menghadapinya.

Moms mengalami emotional eating yang melebihi ngidam biasa jika:
• Makan tak terkendali terutama bila sedang marah atau depresi
• Kerap makan diam-diam karena rasa malu atau bersalah
• Sering makan banyak meskipun tidak lapar, dan terkadang sampai merasa nek (mual).

“Emotional Eating” Selama Kehamilan

Dorongan untuk makan berlebihan bisa hilang selama kehamilan pada beberapa wanita. Tetapi penelitian menyebutkan pola makan berlebih sering berlanjut bahkan banyak wanita mengalami kelainan ini pertama kalinya saat hamil.

Kebanyakan wanita yang mengalami emotional eating pasti memiliki kelebihan berat badan atau obesitas. Jika ini terjadi, Moms juga memiliki masalah tertentu selama kehamilan, termasuk:
• Tekanan darah tinggi dan terlalu banyak protein dalam urine (preeklamsia)
• Gula darah tinggi saat hamil (gestational diabetes)
• Kemungkinan operasi Caesar
• Infeksi setelah bayi lahir
• Kehilangan bayi sebelum lahir (keguguran)
• Waktu persalinan lama, yang bisa meningkatkan komplikasi kelahiran
• Memiliki bayi dengan cacat lahir
• Kelahiran prematur, yang membuat bayi berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan

Baca Juga: 4 Dampak Obesitas Pada Ibu Hamil Bagi Perkembangan Janin

Bagaimana Mengatasi “Emotional Eating”?

Jika Moms mengalami gangguan makan emotional eating saat hamil, Moms mungkin memerlukan dukungan ekstra untuk membantu Moms dan bayi tetap sehat. Langkah pertama yang baik menuju kehamilan yang sukses adalah belajar bagaimana makan berlebihan dapat mempengaruhi tubuh dan janin.

Berikut adalah beberapa langkah mengatasi “emotional eating”:
• Mintalah bantuan ahli yang dapat membimbing Moms melewati kehamilan dengan aman.
• Buat janji ekstra dengan dokter atau bidan untuk melacak pertumbuhan bayi
• Pertimbangkan konseling dan terapi termasuk konseling pribadi, konseling nutrisi, terapi kelompok/keluarga, dan terkadang pengobatan.
• Mengikuti kelompok pendukung untuk orang-orang dengan gangguan makan
• Seimbangkan kalori ekstra dengan olahraga
• Makan secara proporsional dengan kombinasi protein dan karbohidrat yang akan membuat perut tetap kenyang sehingga mengendalikan keinginan terlalu banyak makan.
• Temukan kegiatan alternatif seperti mandi, berjalan-jalan atau tidur siang.
• Jauhkan semua makanan yang memicu keinginan makan berlebihan
• Gunakan piring dan wadah kecil

Bagaimana cara Moms mengatasi “emotional eating”?

(ROS)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.