Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Food Trend | Dec 26, 2017

Bagaimana Menyimpan Gula dan Garam yang Tepat?

Bagikan


  

 

Setiap rumah pasti memiliki gula dan garam. Dua bahan dasar ini dibutuhkan untuk hampir semua jenis makanan dan minuman. Walaupun sepele, namun penyimpanannya perlu diperhatikan karena perubahan bentuk atau penurunan kualitas tidak dapat dilihat dengan kasat mata.

Mari simak cara penyimpanan gula dan garam yang tepat berikut ini untuk menjaga kualitas gula dan garam yang anda gunakan :

Gula

Gula termasuk salah satu komoditi dengan shelf-life yang panjang. Masalahnya, karena kondisi penyimpanan yang salah, maka gula bisa meleleh dan menggumpal. Gula mudah menggumpal karena bersifat mudah menyerap uap air.

Oleh karena itu, gula pasir (granulated pasir) yang dipasarkan sebagai branded & packaged product diberi tanggal kedaluwarsa. Gula pasir rata-rata diberi tanggal kadaluarsa selama 2 tahun.

Bentuk lain, yaitu gula bubuk (confectionary sugar), karena lebih mudah menggumpal, punya masa hidup lebih pendek, yaitu 18 bulan.

Untuk menyimpan, sebaiknya simpan gula di dalam kemasan kedap udara, kedap cahaya, kering, dan sejuk. Pastikan kemasan tertutup rapat setelah digunakan, sebab gula juga dapat menyerap bau di sekitarnya. Simpan di dalam suhu ruang. Bila disimpan di dalam freezer, kualitasnya bisa tetap terjaga hingga 2 tahun.

Garam

Ternyata garam beryodium tidak boleh disimpan sembarangan. Hal ini dikarenakan kadar yodiumnya dapat mudah menguap apabila caranya tidak benar.  Yodium dalam garam mudah menguap apabila disimpan di tempat lembab, dekat perapian dan disimpan dalam wadah terbuka.

Selain itu, kandungan yodium pada garam mudah rusak bila terpapar cahaya. Maka, ada baiknya simpan garam di dalam wadah kering yang kedap cahaya.

Seringkali kita melihat garam dalam keadaan basah dan menggumpal. Ini dikarenakan sifatnya yang mudah menyerap air di udara. Usahakan wadahnya tertutup rapat setelah digunakan.

Garam cukup disimpan di dalam suhu ruang yang sejuk, tetapi jauhkan dari kompor dan perapian karena garam bersifat higroskopis, yaitu mudah menyerap air. Lebih baik apabila disimpan dalam stoples/botol kaca, karena ternyata apabila disimpan dalam tempat plastik, dapat mengalami penurunan kadar yodium.

Periksa label komposisi garam beryodium saat membeli. Hal yang perlu diperhatikan adalah kandungan yodium dalam garam tersebut yang harus memenuhi syarat SNI yaitu 30-80 mg KIO3/ kg garam (30-80 ppm).

  

  

(HEI)

 

 

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.