3-12 bulan

5 Februari 2020

Bahaya Baby Walker, Bisa Sebabkan Cedera

Tanpa disadari, Moms membiarkan Si Kecil berhadapan dengan bahaya baby walker
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Intan Aprilia

Hal yang terlintas di benak Moms saat hendak membelikan baby walker untuk bayi adalah merangsang bayi untuk berjalan, menjadi pengganti kursi makan, memberikan hiburan saat Moms sedang sibuk di rumah. Apakah dari ketiga hal tersebut ada yang menjadi alasan Moms?

Jika iya, pertimbangkan lagi rencana tersebut. Sebab ternyata, alat tersebut menyimpan sedikit manfaat dan lebih banyak sisi negatif.

Salah satu bahaya baby walker adalah cedera karena terjatuh hingga harus dibawa ke rumah sakit.

“Bahkan ketika mereka berada di permukaan rumah yang rata, saat naik baby walker seorang bayi bisa menjangkau tungku panas, cangkir kopi panas, atau jatuh ke kolam sebelum mereka sepenuhnya memahami bahaya ini,” kata Gary A. Smith, MD, DrPH, direktur Pusat Penelitian dan Kebijakan Cidera di Rumah Sakit Anak Nationwide di Columbus, OH.

Baca Juga: Cegukan Pada Bayi, Apakah Berbahaya?

Bahaya Baby Walker

Baby Walker Tempat Nyaman Namun Simpan Bahaya -1.jpg

Foto: ticotimes.com

Para peneliti memeriksa data cedera nasional antara 1990 dan 2014 dan menemukan baby walker menghasilkan 230.676 korban cedera ke UGD untuk anak-anak di bawah usia 15 bulan.

90% dari cedera terjadi di kepala dan leher dan hampir 40% yang dirawat di rumah sakit mengalami patah tulang tengkorak.

Alasan paling umum cedera tersebut adalah jatuh dari tangga. Tetapi penulis mengingatkan bahaya baby walker bukan hanya itu, tapi juga semua jenis situasi berbahaya, termasuk jatuh ke kolam atau memberi mereka akses ke barang-barang seperti pembersih rumah tangga atau cairan panas.

“Mayoritas cedera terjadi pada anak-anak yang berusia sekitar 8 bulan. Tidak ada alasan bagi anak berusia 8 bulan untuk berjalan; mereka hanya merangkak pada usia itu," kata Dr. Nina L. Shapiro, Direktur Otolaringologi Anak di Fakultas Kedokteran David Geffen di UCLA dan penulis ‘Hype: Panduan Dokter untuk Mitos Medis, Klaim Berlebihan, dan Saran Buruk’.

Para ahli mengatakan bahwa baby walker juga tidak memberikan manfaat fungsional untuk bayi yang sedang berkembang. Klaim dapat membantu melancarkan bayi berjalan belum diverifikasi oleh bukti faktual apa pun.

Baca Juga: Waspada Moms, Ini 3 Permainan di Playground yang Berpotensi Bikin Anak Cedera

Rekomendasi American Academy of Pediatrics

Baby Walker Tempat Nyaman Namun Simpan Bahaya -2.jpg

Foto: smartparenting.co.ph

American Academy of Pediatrics (AAP) sebenarnya telah menyarankan larangan pembuatan dan penjualan baby walker di AS.

Meskipun banyak perbaikan dengan penambahan fitur keselamatan, AAP tetap tidak merekomendasikannya untuk dipakai anak.

Penelitian Gary mengungkapkan, sebenarnya jumlah bayi cedera terkait baby walker telah menurun secara dramatis sejak 1990, ketika lebih dari 20.000 anak-anak harus dilarikan ke rumah sakit.

Namun, Gary menyoroti parahnya akibat dari bahaya baby walker. "Hal yang menarik perhatian saya adalah bahwa ada proporsi yang sangat tinggi dari cedera parah. Ini termasuk patah tulang tengkorak, gegar otak, dan luka bakar di kepala dan leher,” katanya.

Gary mengakui niat baik dari ibu yang memberikan baby walker. Tapi menurutnya, bayi yang belum mengerti bahaya dan berada di atas alat beroda yang bisa berjalan cepat, suatu saat tidak akan bisa terkontrol.

“Tidak masalah jika Anda terus berada di sampingnya. Tapi ada kalanya anak-anak akan bergerak begitu cepat sehingga Anda tidak punya waktu untuk bereaksi,” tandasnya.

Baca Juga: Suka Berolahraga, Ini 5 Cara Menghindari Cedera pada Anak

Alternatif Lain dari Baby Walker

Baby Walker Tempat Nyaman Namun Simpan Bahaya -3.jpg

Foto: mamanatural.com

Jika alasan Moms memberikan baby walker adalah untuk membuat bayi lebih senang, tertantang, bahagia dan bergerak bebas, sebenarnya ada cara lain yang bisa dilakukan.

Misalnya dengan lebih banyak mengajak bayi tummy time. Bayi akan lebih bisa bergerak dan memberinya latihan untuk mengangkat kepalanya, berguling, mendorong tangan dan lututnya, dan mulai merangkak.

Tidak perlu mainan berharga mahal, AAP bahkan menyarankan untuk mengikat bayi yang sudah bisa berdiri ke kursi tinggi untuk bermain dengan mainan yang diletakkan di atas nampan.

Moms juga bisa mengajak Si Kecil bermain di playmatt dengan berbekal mainan dan buku. Selain melatihnya bergerak, juga memberikan waktu bagi Moms membangun bonding dengan bayi.

Setelah mengetahu bahaya baby walker, pertimbangan apa yang membuat Moms tetap ingin membelinya?

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait