Kesehatan

KESEHATAN
6 Januari 2021

3 Bahaya Berhubungan Sehari sebelum Haid, Moms Harus Waspada!

Salah bahaya berhubungan sehari sebelum haid adalah menimbulkan infeksi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Berhubungan seks terbukti dapat meningkatkan hormon kebahagiaan. Namun, ada beberapa rambu yang perlu diperhatikan jika melakukannya saat haid atau mendekati siklus menstruasi.

Sebab, tidak hanya akan meningkatkan peluang hamil, tetapi juga memiliki bahaya yang mengintai.

Mengapa akan ada bahaya berhubungan sehari sebelum haid? Sebenarnya, hal ini akan berkaitan dengn kondisi tubuh dan siklus hai yang dimiliki oleh seorang perempuan. Tidak semua Moms memiliki siklus haid yang sama.

Hal ini juga tergantung dengan kondisi fisik dan juga stress yang bisa mempengaruhinya.

Oleh karena itu, sebelum membahas bahaya berhubungan sehari sebelum haid, ada baiknya untuk mengetahui beberapa hal tentang siklus haid. Terutama bagi Moms yang ingin meningkatkan atau malah memperkecil peluang kehamilan.

Baca Juga: Sering Anyang-anyangan Setelah Berhubungan Seks? Ini Penyebabnya!

Siklus Haid untuk Perempuan

3 Bahaya Berhubungan Sehari Sebelum Haid -1

Foto: Orami Photo Stock

Umumnya, Moms akan memiliki siklus menstruasi selama 28 hari menurut Women’s Health. Namun, ada juga perempuan yang memiliki siklus haid yang berkisar antara 21 hingga 45 hari dan itu masih dalam batas normal.

Ini berarti, hari untuk ovulasi atau masa subur seseorang bisa berbeda-beda Moms. Namun, Moms tidak bisa hamil setiap kali melakukan hubungan seks tanpa kondom. Ada jeda 6 hari di mana perempuan bisa hamil menjelang dan pada hari ovulasi menurut The New England Journal of Medicine .

Dikutip Endotext tentangThe Normal Menstrual Cycle and the Control of Ovulation, siklus haid memiliki dua fase, yakni fase folikuler dan fase luteal.

Selama fase folikuler, perempuan mengalami menstruasi (membuang sel telur yang tidak dibuahi) dan berovulasi sekitar hari ke-14 (saat telur baru dilepaskan ke tuba falopi dan siap untuk dibuahi).

Setelah ovulasi, dimulailah fase luteal yang pada dasarnya adalah saat tubuh mempersiapkan sel dan hormon untuk siklus berikutnya, dikutip American Pregnancy.

Ovulasi hanya berlangsung selama 12 hingga 24 jam, tetapi sperma dapat bertahan selama sekitar 5 hari, yang berarti perempuan memiliki jeda 6 hari untuk hamil atau disebut waktu subur. Wakti ini mencakup 12 hingga 24 jam ovulasi dan hari-hari sperma dapat hidup di saluran reproduksi perempuan.

Seorang perempuan paling subur biasanya sekitar 10 hari hingga 2 minggu sebelum menstruasi, tetapi mungkin ada banyak dugaan untuk mengetahui waktu subur ini karena siklus haid yang berbeda-beda.

Baca Juga: 12 Penyebab Telat Haid, Tidak Selalu Karena Hamil Lho

Waktu Subur untuk Perempuan

3 Bahaya Berhubungan Sehari Sebelum Haid -2

Foto: Orami Photo Stock

Karena akan ada bahaya berhubungan sehari sebelum haid, memperhitungkan waktu subur untuk perempuan adalah hal yang mutlak. Mencari tahu kapan ovulasi benar-benar terjadi sangat bergantung pada siklus haid setiap orang.

Mayo Clinic mengatakan, kebanyakan perempuan berovulasi dalam 4 hari sebelum atau setelah titik tengah siklus menstruasi. Sebuah studi dari National Institute of Environmental Health Sciences menemukan bahwa perempuan yang berusaha hamil merasakan lebih subur tepat sebelum atau setelah waktu ovulasi standar.

Untuk mengetahui kapan perempuan paling subur berdasarkan penelitian ini, maka datanya akan menjadi akan terlihat seperti ini:

  • 30 persen perempuan paling subur pada hari ke 10 hingga 17 dari siklus haid.
  • 70 persen perempuan paling subur sebelum hari ke-10 atau setelah hari ke-17 dari siklus haid.
  • Usia juga menentukan peluang untuk hamil. Jika berusia di bawah 25 tahun, perempuan masih dalam tahap subur dan akan lebih mudah untuk memprediksikan kehamilan selama waktu subur 5 hari. Tapi, meski begitu peluang untuk hamil sangat kecil.

Menurut American Society of Reproductive Medicine (ASRM), seorang perempan memiliki waktu subur yang paling tinggi saat berusia 20-an dan mulai menurun secara perlahan di usia 30-an bahkan lebih setelah usia 35-an.

ASRM mencatat bahwa perempuan hanya memiliki peluang 20 persen untuk hamil jika berusia 30 tahun dan dalam kondisi yang sehat dan subur saat berusaha untuk hamil.

Jika berada di luar masa subur atau dalam fase luteal dari siklus haid bulanan, kemungkinan seorang perempuann untuk hamil sangat rendah. Ini bisa terjadi karena sel telur sudah lama hilang atau Moms sedang benar-benar berada di luar waktu subur.

Begitu berada di luar masa subur, seorang perempian tidak bisa hamil. Sekitar 1 atau 2 hari sebelum menstruasi dimulai setelah berovulasi, oleh karena itu sangat kecil kemungkinannya perempuan akan hamil.

Selain itu, selama menstruasi perempuan akan mengeluarkan telur yang tidak dibuahi dari siklus sebelumnya sehingga seorang perempuan seharusnya tidak memiliki ‘telur segar’ yang siap untuk pembuatan bayi. Kecil kemungkinan perempuan akan memulai masa subur begitu awal dalam siklus haid.

Oleh karena itu, sangat jarang terjadi kehamilan jika melakukan hubungan seks tepat setelah menstruasi.

Baca Juga: Bolehkah Pijat Saat Sedang Menstruasi? Kenali 4 Manfaatnya!

Bahaya Berhubungan Sehari Sebelum Haid

3 Bahaya Berhubungan Sehari Sebelum Haid -3

Foto: Orami Photo Stock

Banyak pasangan yang percaya pada konsep berhubungan seks tepat sebelum dan setelah haid. Beberapa orang menyebut konsep ini sebagai fase 'seks aman', yang berarti tidak ada kemungkinan mengalami kehamilan yang tidak diinginkan.

Padahal, terdapat bahaya berhubungan intim sehari sebelum haid dan juga sehari setelah haid. Apa saja? Dilansir Boldsky, terdapat bahaya berhubungan sehari sebelum haid yang harus diketahui!

1. Bahaya Berhubungan Sehari Sebelum Haid: Menyebabkan Infeksi

Berhubungan seksual sehari sebelum haid dapat juga berbahaya karena menyebabkan infeksi mendadak namun ringan seperti infeksi saluran kemih (ISK). Ini biasanya terjadi ketika pasangan tidak memiliki sistem kebersihan yang benar.

Perempuan juga dapat terinfeksi penyakit menular seksual seperti herpes genital dan kencing nanah. Untuk menjauhkan efek kesehatan tersebut, Moms perlu menjaga kebersihan area genital sebelum dan sesudah berhubungan, bisa sehari sebelum atau sehari sesudah haid.

2. Bahaya Berhubungan Sehari Sebelum Haid: Kelelahan

Saat memiliki siklus haid yang rutin, berhubungan seks sehari sebelum haid akan mengakibatkan kelelahan yang berlebih dan jauh lebih buruk daripada melakukannya saat haid. Kelelahan tentunya akan berpengaruh kepada aktivitas harian dan juga kondisi tubuh.

Yang mengejutkan, perempuan juga rentan terkena infeksi setelah 'haid'. Bakteri yang ada di hari terakhir haid yang dikombinasikan dengan cairan seksual yang dikeluarkan dari pasangan adalah penyebab utama infeksi.

3. Bahaya Berhubungan Sehari Sebelum Haid: Tingkat PMS Meningkat

Hanya perempuan yang sedang mengalami Pre Menstruation Syndrome (PMS) yang tahu apa yang sedang dialaminya saat itu. Emosi yang campur aduk, keadaan pikiran yang bingung, dan kram sebelum menstruasi adalah hal yang tidak mudah untuk ditangani sebelum waktu menstruasi.

Bahaya berhubungan sehari sebelum haid akan sangat terasa dan akan meningkatkan kram dan nyeri di perut bagian bawah. Selain itu, berhubungan sehari sebelum seks dapat juga mempengaruhi siklus haid yang menjadi salah satu efek kesehatan dari hubungan seksual sebelum haid yang harus dihindari.

Meski cenderung kecil, namun jangan pernah menyepelekan bahaya berhubungan sehari sebelum haid Moms. Jika sering dilakukan, ini seperti menabung penyakit yang benar-benar akan membahayakan.

Artikel Terkait