Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perhatikan Bahaya dan Komplikasi Aborsi Sebelum Melakukannya

Bagikan


Ada beberapa cara yang umumnya ditempuh untuk melakukan aborsi, mulai dari meminum obat-obatan tertentu hingga melalui prosedur operasi.

Namun, tidak ada satupun yang tidak berisiko. Dikutip dari Abortionaccessfund.org, apapun cara yang ditempuh untuk melakukan aborsi, bahaya dan komplikasi selalu mengintai.

Bahaya dan komplikasi yang mungkin terjadi saat melakukan aborsi semakin meningkat jika prosesnya dilakukan bukan oleh ahlinya.

Aborsi saat usia kandungan masih terbilang muda dengan metode vakum disebut sebagai metode yang paling aman.

Kurang dari 1 dari 100 wanita akan mengalami komplikasi serius jika melakukan aborsi dengan metode tersebut. Namun, tentu tetap saja ada bahaya dan komplikasi aborsi. Mari simak ulasannya!

Dampak Jangka Pendek dari Aborsi

Dalam kasus kehamilan tertentu, aborsi mungkin jalan terbaik yang bisa Moms pilih. Namun, sebelum melakukannya, ada baiknya Moms memahami risiko dari aborsi. Ada beberapa dampak langsung yang bisa dialami wanita setelah melakukan aborsi.

1. Pembekuan darah di rahim

Satu dari 100 kasus pembekuan darah di area rahim akan menyebabkan kram di area tersebut. Kondisi ini umumnya dapat disembuhkan dengan mengulang proses vakum.

2. Infeksi

Infeksi disebabkan oleh kuman dari vagina dan serviks yang masuk ke uterus. Kondisi ini bisa disembuhkan dengan mengulang proses vakum atau perawatan di rumah sakit tanpa perlu operasi.

3. Robekan serviks

Saat proses aborsi, serviks mungkin saja mengalami robekan. Untuk kasus ini, serviks memerlukan proses penjahitan untuk menutup robekan tersebut.

4. Perforasi uterus

Perforasi uterus merupakan istilah medis untuk kondisi penyumbatan rahim yang tidak disengaja. Dalam kondisi ini, Moms mungkin membutuhkan operasi untuk memperbaikinya.

Pada kasus tertentu, pengangkatan rahim bisa jadi solusi untuk mengatasi masalah ini. Namun, itu jarang sekali terjadi, hanya satu dari 10 ribu kasus.

5. Kegagalan aborsi

Kebanyakan aborsi di awal kehamilan berjalan dengan sukses. Namun, risiko kegagalannya tetap ada, yakni dua dari 1.000 kasus. Untuk beberapa kasus, prosedur aborsi ulang harus dilakukan.

6. Anestesi

Beberapa wanita mungkin alergi terhadap obat bius yang digunakan. Alergi obat bius ini bisa menimbulkan efek yang serius.

Karena itu, penting bagi Moms untuk selalu berkonsultasi dengan dokter terkait sebelum melakukan aborsi.

7. Reaksi emosional

Moms mungkin saja mengalami masalah emosi setelah melakukan aborsi, tapi itu agak jarang terjadi.

Meskipun terjadi, durasinya tidak akan lama. Jika hal tersebut berlangsung lama, Moms sebaiknya segera berkonsultasi dengan psikiater.

Baca Juga: Waspadai Penyebab Perdarahan Setelah Melahirkan

Dampak Jangka Panjang dari Aborsi

Aborsi ternyata tidak hanya memberikan dampak jangka pendek pada pelakunya. Aborsi ternyata bisa berdampak pada kehamilan yang akan datang lho, Moms.

Komplikasi dari sebuah aborsi atau aborsi yang berulang-ulang salah satunya adalah sulit hamil di masa mendatang.

Bagi wanita hamil yang sebelumnya pernah melakukan aborsi, kehamilannya pun jadi lebih berisiko. Pada trimester awal, wanita yang pernah melakukan aborsi bisa mengalami pendarahan vagina.

Mereka juga kemungkinan besar akan melahirkan bayi prematur, berbobot tubuh rendah, retensi plasenta, hingga keguguran.

Kondisi seperti ini sebetulnya bisa dicegah dengan mempersiapkan kehamilan. Konsultasi dengan dokter kandungan untuk mengetahui kondisi rahim setelah aborsi menjadi hal penting yang harus dilakukan.

Untuk kondisi tertentu, terutama yang sudah lebih dari sekali melakukan aborsi, rahim mungkin membutuhkan perawatan untuk siap hamil.

Itulah beberapa hal yang harus Moms ketahui tentang bahaya dan komplikasi dari aborsi. Selalu konsultasikan dengan dokter tentang apapun keputusan yang akan Moms ambil tentang kehamilan ya.

(AND)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.