3-12 bulan

3-12 BULAN
25 Januari 2021

6 Bahaya Essential Oil untuk Si Kecil, Catat!

Essential oil memiliki banyak manfaat, tapi apakah aman?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Intan Aprilia

Essential oil atau minyak atsiri merupakan minyak hasil sulingan dari berbagai bahan alami seperti bunga, daun, biji atau batang dari tanaman.

Essential oil seringkali dijadikan alternatif pengobatan tertentu, karena sifat dari essential oil mengandung susunan senyawa yang sangat kuat sehingga bisa mempengaruhi syaraf manusia, terutama hidung, sehingga bisa mempengaruhi psikologis seseorang.

Minyak ini banyak dikenal oleh masyarakat terutama masyarakat menengah ke atas dan diyakini berkhasiat baik.

Ya, harga sebotol dengan ukuran 10 ml bisa dikatakan cukup mahal. Namun, banyak penjual essential oil memberikan klaim dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Jadi jangan heran jika banyak orang berlomba-lomba menggunakan essential oil demi mendapatkan manfaat baiknya.

Food and Drug Administration (FDA) beberapa kali memberikan surat peringatan terbuka kepada produsen essential oil untuk menghentikan berbagai klaim-klaim mengobati berbagai penyakit karena tidak didukung oleh studi-studi kelayakan yang kuat.

FDA mengatakan bahwa walaupun essential oil berasal dari bahan-bahan alami, tidak menjamin bahwa produk yang alami dan organik adalah 100 persen aman.

Beberapa tanaman justru mengandung bahan-bahan beracun yang bisa menyebabkan alergi, iritasi bahkan bisa menganggu pernapasan.

Memang, reaksi pada masing-masing orang berbeda-beda terhadap essential oil ini, namun penggunaan pada bayi sebaiknya dihindari sampai usia minimal 3 bulan karena organ tubuh dan sistem tubuh bayi masih berkembang.

Penting untuk diingat bahwa American Association of Naturopathic Physicians sama sekali tidak merekomendasikan penggunaan essential oil pada bayi di bawah 3 bulan. Hal ini dikarenakan bahaya essential oil yang cukup serius.

Baca Juga: Review Jujur Essential Oil Young Living Lemon dari Moms Orami

Orang dapat menggunakan minyak encer atau bunga matahari murni atau minyak biji anggur selama pijat bayi.

Studi menunjukkan bahwa pijat bayi dapat meningkatkan penambahan berat badan pada bayi prematur, mendorong perkembangan, dan mengurangi iritabilitas dan gangguan tidur.

Meskipun tidak perlu menggunakan minyak atau krim untuk memijat bayi, ini akan membuat prosesnya lebih mudah dengan membantu tangan orang tua atau pengasuh meluncur lebih lancar di atas kulit.

Karena essential oil juga bisa menyerap dengan amat sangat cepat, keracunan akibat essential oil pada bayi ditandai dengan:

  • Kesulitan bernapas
  • Kejang
  • Batuk berkepanjangan, napas pendek, tersedak
  • Mual, muntah dan diare
  • Iritasi kulit
  • Mata kemerahan

Baca Juga: Manfaat Ceramide untuk Kulit Kering, Bikin Lembap!

Bahaya Essential Oil untuk Bayi dan Anak

Selain itu, jika ingin menggunakan essential oil di sekitar bayi, sebaiknya memperhatikan essential oil dari jenis apa saja yang aman digunakan disekitar bayi.

Karena bahaya essential oil ternyata sangat banyak untuk Si Kecil. Apa saja bahaya essential oil untuk bayi? Berikut ulasannya.

1. Iritasi Kulit

Essential Oil yang Mujarab untuk Hilangkan Jerawat - 6.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Bahaya essential oil yang pertama adalah menyebabkan iritasi kulit, karena Si Kecil masih memiliki kulit yang sensitif.

Beberapa essential oil tidak boleh terpapar sinar matahari langsung karena jika diaplikasikan ke kulit dan terkena matahari langsung bisa menyebabkan reaksi seperti terbakar dan melepuh.

Departmen Kesehatan Australia menyebutkan bahwa penggunaan essential oil secara atopik (dioleskan langsung ke kulit) tanpa dicampur dengan minyak pencampur (carrier oil) bisa menyebabkan bahaya seperti iritasi, kulit terbakar, bahkan alergi.

Beberapa essential oil yang diketahui dapat menyebabkan iritasi kulit, seperti:

  • timi
  • oregano
  • serai
  • kulit kayu manis atau daun
  • teluk
  • jinten
  • serai
  • lemon verbena
  • kuncup cengkeh
  • tagetes

Moms juga disarankan untuk tidak menggunakan minyak zaitun sebagai minyak pembawa karena dapat merusak kulit.

National Association for Holistic Aromatherapy (NAHA) juga merekomendasikan untuk menghindari minyak esensial umum berikut selama kehamilan dan saat menyusui:

  • adas manis
  • birch
  • kamper
  • kemangi
  • sage
  • biji peterseli
  • tarragon
  • apsintus
  • musim dingin

Baca Juga: 5 Minyak Esensial untuk Mengatasi Stretch Mark, Moms Perlu Tahu!

Penting juga untuk menjauhkan essential oil dari saluran udara bayi.

Tidak apa-apa mengoleskan minyak encer ke kaki bayi selama bayi tidak meletakkan kakinya di dekat mulut.

Mengencerkan minyak dengan benar sebelum menggunakannya dalam diffuser juga akan mengurangi risiko reaksi gangguan pernapasan pada anak.

Bahaya essential oil juga bisa timbul pada bayi yang menderita asma atau berisiko terkena asma karena riwayat penyakit dalam keluarga.

2. Menyebabkan Sesak Napas pada Anak

bahaya essential oil

Foto: Orami Photo Stock

Menghirup aroma dari essential oil secara berlebihan pun bisa menyebabkan sesak napas.

Bahaya essential oil ini terutama harus diperhatikan dengan baik pada bayi yang mengalami asma.

Minyak atsiri seperti kayu putih dan peppermint dikatakan mengandung senyawa bernama fenol yang dapat mengiritasi saluran pernapasan jika terhirup, khususnya pada bayi.

3. Pertumbuhan Anak Terganggu

bahaya essential oil

Foto: Orami Photo Stock

Penelitian terbaru oleh para ilmuwan di National Institute of Environmental Health Sciences menemukan bahwa bahaya essential oil, khususnya lavender dan minyak pohon teh mengandung sifat seperti estrogen dan penghambat testosteron yang, jika digunakan secara berlebihan, dapat menyebabkan pertumbuhan payudara yang tidak normal pada anak laki-laki.

"Saya pasti akan menyarankan remaja dan anak-anak untuk tidak menggunakan minyak esensial,” kata Jessica Krant, asisten profesor klinis dermatologi di SUNY Downstate Medical Center di New York City.

Baca Juga: 6 Langkah Menuju Gaya Hidup Sehat demi Pertumbuhan Maksimal Anak

4. Bisa Menyebabkan Sakit Kepala

bahaya essential oil

Foto: Orami Photo Stock

Menghirup essential oil dapat membantu menyembuhkan berbagai macam penyakit, sesuai dengan manfaat yang diberikan dari minyak tertentu.

Namun menghirup terlalu banyak essential oil untuk bayi juga tidak baik lho, Moms, karena bahaya essential oil ini dapat menyebabkan sakit kepala.

5. Kejang

bahaya essential oil

Foto: Orami Photo Stock

Bahaya essential oil yang lainnya bisa menyebabkan kejang pada anak. Contohnya adalah minyak eucalyptus dan sage, yang jika tertelan bisa menyebabkan kejang.

Bahkan bahaya essential oil paling parah, seperti penggunaan minyak wintergreen yang tidak sengaja tertelan, bisa menyebabkan kematian lho, Moms!

6. Penggunaan Jangka Panjang Bisa Merusak Kulit

bahaya essential oil

Foto: Orami Photo Stock

Essential oil memang bisa memberikan banyak manfaat yang tidak terduga untuk kulit kita.

Namun Moms harus tahu bahwa bahaya essential oil yang digunakan dalam jangka panjang dapat merusak kulit secara signifikan.

Contoh umum termasuk bahan pewangi seperti limonene, sitronelol, eugenol, dan linalool, semuanya ada di banyak minyak tumbuhan wangi.

Baca Juga: 3 Kesalahan Penggunaan Baby Oil pada Bayi

Itu dia Moms beberapa bahaya essential oil untuk bayi dan anak yang perlu Moms ketahui.

Jadi, sebenarnya essential oil boleh saja digunakan. Akan tetapi Moms harus tahu essential oil jenis apa saja yang aman digunakan oleh Si Kecil atau yang aman jika digunakan berdekatan dengan Si Kecil.

Jangan gunakan minyak ini untuk Si Kecil yang masih berusia 3 bulan juga ya, Moms.

Banyak minyak esensial aman digunakan dengan bayi, selama seseorang melakukan tindakan pencegahan tertentu.

Ini termasuk tidak pernah menggunakan minyak esensial murni pada kulit bayi dan menjauhkan minyak dari jangkauan anak.

Jika masih ragu, Moms bisa berdiskusi dengan dokter terlebih dahulu.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait