Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Health | Feb 18, 2019

Hati-hati! Ini 7 Bahaya Makanan Kaleng Bagi Kesehatan

Bagikan


Tidak dipungkiri lagi bahwa makanan instan merupakan makanan yang paling dicari banyak orang. Salah satu makanan instan yang sering menjadi stok makanan di rumah adalah makanan kaleng.

Mulai dari buah yang dikemas dalam kaleng, ikan, dan jenis makanan lainnya. Tapi tahukah Moms ternyata makanan kaleng berdampak negatif bagi kesehatan Moms dan keluarga?

Berikut ini ada beberapa alasan mengapa makanan kaleng seharusnya Moms singkirkan dari daftar belanja setiap bulan!

1. Gangguan Pencernaan

Saat makanan disimpan dalam kemasan kaleng dalam jangka waktu yang lama, maka makanan tersebut tercemar zat kimia SN atau stanum.

Sebuah penelitian di Jepang menyatakan bahwa paparan zat kimia stanum yang mengendap dalam usus akan menimbulkan gangguan pencernaan seperti mual ingin muntah, dan rasa sakit pada perut.

2. Penyebab Kanker

Klaim bahwa makanan yang dikemas dalam kaleng tidak terpapar bakteri dan bisa menjadikan makanan bisa tahan lama bisa dibilang salah Moms.

Karena setiap makanan kaleng pasti menggunakan bahan pengawet biasanya yang membedakan hanya kadar setiap kemasan saja.

Bahan pengawet makanan yang dikonsumsi dalam jangka panjang dapat memicu pertumbuhan sel kanker.

Baca Juga: Hati-hati! Ini 3 Jenis Makanan yang Dapat Mengancam Kesuburan

3. Alergi

Bahan Tambahan Makanan atau BTM kerap ditambahkan pada makanan kemasan kaleng. Tujuannya untuk menambah rasa atau mewarnai makanan agar lebih menggoda selera.

Perlu Moms ketahui, BTM bukan nutrisi alami yang dibutuhkan tubuh. Sehingga pada seseorang yang reaktif dengan bahan kimia tersebut akan mengalami beberapa gejala alergi.

Seperti gatal-gatal, bengkak pada bagian tubuh tertentu, ruam, sampai gangguan pernapasan.

4. Gangguan Saluran Kemih

Bahan pemanis pada makanan kaleng biasanya sering sekali ditemukan pada jenis buah, atau jamur kalengan.

Jenis pemanis yang biasa digunakan adalah siklamat. Siklamat yang tidak terurai dalam proses detoksifikasi alami tubuh akan menyebabkan gangguan saluran kemih.

5. Diabetes

Sewajarnya, material kaleng pasti akan berkarat jika disimpan berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

Maka dari itu, biasanya produsen penghasil makanan kaleng menambahkan zat anti karat atau disebut Bisphenol A.

Kandungan ini menurut penelitian Harvard Public School Of Health menyimpulkan bahwa konsumsi Bisphenol A secara terus menerus akan menyebabkan penghambatan insulin yang bisa mengontrol gula darah dalam tubuh yang mengakibatkan diabetes.

Baca Juga: Benarkah Makanan Manis Turunkan Kesuburan?

6. Kurang Nutrisi

Pada makanan kemasan pasti Moms sering menemukan jumlah nutrisi yang terkandung dalam satu kemasan tersebut.

Tahukah Moms? Ternyata hasil penelitian Tufts University menyatakan bahwa, kandungan nutrisi yang tertulis di kemasan makanan kaleng tidak sama dengan isi makanan yang diteliti.

Jadi, bisa saja Moms merasa kenyang saat makan makanan kaleng tapi kecukupan nutrisi harian belum terpenuhi.

7. Keracunan

Makanan kaleng yang dibiarkan berbulan-bulan akan menjadi sarang bakteri berbahaya yang bernama Clostridium. 

Efek yang paling ringan dari kontaminasi bakteri ini adalah rasa gatal pada tenggorokan.

Apabila terus dikonsumsi akan mengakibatkan keracunan seperti pusing, buang air terus menerus, mual, sampai kematian.

Sudah tahu kan Moms bahaya makanan kaleng untuk kesehatan keluarga?

Alangkah baiknya Moms mengurangi konsumsi makanan kemasan kaleng. Karena sayuran, daging, atau buah yang dimasak dalam keadaan segar jauh lebih sehat untuk keluarga.

Mengonsumsi makanan segar juga bisa membantu mengatasi masalah picky eater pada anak, lho.

Proses memilih bahan makanan segar akan membuat Si Kecil senang menyantap makanan tersebut.

“Lebih baik ajak anak masak makanan segar bersama. Aktivitas berbelanja, memilih, memotong, juga mencoba sayuran dan buah penuh warna akan membuat mereka lebih semangat untuk makan,” ujar Wendy Palmer, MS, RD, LD, CHES, manager di Children’s Healthcare Atlanta.

(LMF)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.