Kehamilan

KEHAMILAN
29 Juni 2020

Ini Bahaya Pingsan pada Ibu Hamil, Waspada!

Pingsan menjadi indikator masalah kesehatan bagi ibu dan anak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Moms, pingsan merupakan hilangnya kesadaran secara tiba-tiba. Dalam beberapa kasus, pingsan tidak berbahaya kecuali diperumit oleh jatuh atau cedera lainnya. Akan tetapi, dalam suatu keadaan, pingsan dapat menjadi indikator bahwa ada sesuatu yang salah.

Selama kehamilan khususnya, tubuh Moms mengalami banyak perubahan. Ini termasuk perubahan hormon, peningkatan jumlah darah dalam tubuh, perubahan struktur jantung dan detak jantung. Tentunya keadan ini membuat ibu hamil lebih mungkin mengalami pusing dan pingsan.

Baca Juga: Ini 3 Alasan Mengapa Kita Pingsan

Menurut penelitian baru yang diterbitkan dalam American Heart Association Journal, pingsan menjadi indikator masalah kesehatan bagi ibu dan anak. Tim peneliti menemukan hal tersebut berdasar analisis kelahiran dari 481.930 bayi di Alberta, Kanada antara tahun 2005 hingga 2014 serta catatan medis dari ibunya.

“Kehamilan merupakan tes ketahanan alami bagi wanita,” ujar peneliti Padma Kaul dari University of Alberta. Pingsan selama kehamilan, kata Kaul, bisa digunakan untuk mengidentifikasi wanita mana yang memiliki risiko komplikasi kardiovaskular lebih tinggi.

Kaul menjelaskan bahwa wanita yang pingsan selama kehamilan harus segera melakukan checkup ke dokter. Dia menyebut bahwa pakar kesehatan harus memasukkan pingsan ke dalam kondisi bahaya kehamilan.

Bahaya Pingsan pada Ibu Hamil

Selain menjadi indikator adanya masalah pada ibu dan janin, pingsan saat hamil juga ternyata bisa jadi berbahaya lho Moms. Yuk simak ulasan bahaya pingsan pada ibu hamil di bawah ini.

1. Risiko Persalinan Dini dan Masalah Medis

Melahirkan Dini

Bahaya pingsan pada ibu hamil yang pertama adalah risiko persalinan dini dan masalah medis. Berdasarkan jurnal tersebut, ibu hamil pingsan adalah peristiwa yang relatif jarang terjadi dan hanya mungkin terjadi pada sekitar satu persen kehamilan, tetapi kejadiannya ternyata perlahan-lahan meningkat dari waktu ke waktu.

Wanita yang pingsan selama trimester pertama memiliki risiko sedikit lebih tinggi untuk melahirkan bayi lebih awal atau sebelum usia kehamilan 37 minggu yang normal dibandingkan wanita yang tidak pingsan atau mereka yang pingsan selama trimester kedua atau ketiga.

Anak-anak yang lahir dari ibu yang pingsan selama kehamilan memiliki lebih banyak masalah medis saat lahir (4,9 persen) dibandingkan dengan anak-anak yang lahir pada wanita yang tidak pingsan selama kehamilan (2,9 persen).

2. Ada Kondisi Tertentu dengan Jantung Ibu

Kesehatan Jantung

Bahaya pingsan pada ibu hamil yang selanjutnya adalah ada kondisi tertentu dengan jantung ibu. Kaul yang juga seorang profesor kedokteran dan anggota Institut Penelitian Kesehatan Wanita dan Anak-Anak menemukan bahwa ibu hamil pingsan lebih mungkin mencari perawatan medis untuk kondisi jantung seperti detak jantung yang tidak teratur (cardiac arrhythmias)

Baca Juga: Berapa Banyak Garam yang Dibutuhkan Ibu Hamil?

Studi yang dibuat oleh Kaul juga menunjukkan bahwa kesehatan jantung ibu hamil yang pingsan pun harus dipantau secara ketat, baik selama kehamilan dan periode postpartum. Penelitian ini adalah yang pertama mempelajari secara sistematis kejadian dan hasil yang terkait dengan pingsan selama kehamilan.

Mencegah Ibu Hamil Pingsan

Dilansir dari verywellfamily, Moms bisa mengurangi kemungkinan pingsan misalnya jika berdiri tiba-tiba, ingatlah untuk duduk, ayunkan kaki ke sisi tempat tidur dan duduk sebentar. Berdirilah setelah mendapatkan posisi Moms dan lakukan dengan sangat lambat.

Di samping itu, Moms pun harus memastikan agar bisa terhidrasi dengan baik dan cukup makan. Beberapa ibu hamil mengalami fluktuasi gula darah selama kehamilan, sehingga mengemil protein dan karbohidrat dapat membantu menstabilkan gula darah.

Baca Juga: Tips Memilih Bra untuk Ibu Hamil

Makanan ringan mungkin bekerja lebih baik untuk beberapa ibu hamil daripada makanan yang lebih besar, terutama di trimester berikutnya.

Hidrasi penting untuk kehamilan. Misalnya, hidrasi yang tepat juga dapat membantu mencegah Moms dari kepanasan. Saat hamil, usahakan minum 12,8 ons air sehari.

Terakhir, Moms tetap harus membicarakan kepada dokter apabila pernah sekali mengalami pingsan saat masa kehamilan sebagai upaya antisipasi serta deteksi dini.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait