Balita dan Anak

BALITA DAN ANAK
1 Desember 2019

Banyak Bermain di Luar Bisa Cegah Balita Terkena Rabun Jauh alias Miopi

Paparan cahaya terang di luar ruang baik untuk mencegah miopi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Rabun jauh alias miopi atau near-sightedness adalah kebalikan dari rabun dekat (hiperopia/far-sightedness). Bagi balita yang terkena rabun jauh, objek yang berjarak terlihat samar. Jadi, ia akan mendekati benda tersebut agar bisa melihat dengan jelas.

Miopi adalah gangguan mata manusia paling umum di dunia. Prevalensi rabun jauh pada anak-anak di Barat sangat rendah (kurang dari 5%), sedangkan di Asia (Singapura) bisa mengenai 9-15% anak usia prasekolah dan 29% anak usia sekolah.

Berdasarkan artikel di Investigative Ophthalmology & Visual Science Oktober 2018, diperkirakan 50% dari populasi dunia akan terkena miopi pada tahun 2050. Dikhawatirkan populasi dengan risiko tinggi rabun jauh dan gangguan penglihatan terkait, seperti glaukoma, retina lepas, dan katarak akan berkembang.

Baca Juga: Begini Cara Mencegah Rabun Jauh pada Anak

Penyebab Balita Terkena Rabun Jauh

balita terkena rabun jauh

Foto: iStock

Miopi adalah keadaan refraksi di mana cahaya terfokus di depan retina mata yang sedang beristirahat, bukannya tepat di retina. Akibatnya benda di kejauhan tampak tidak jelas.

Ini kemungkinan terjadi karena bola mata Si Kecil sedikit lebih panjang dari depan ke belakang dibanding bola mata normal.

Miopi progresif kebanyakan bersifat genetik alias diturunkan oleh orang tua. Jika mata Si Kecil digunakan untuk aktivitas yang detail dan dekat seperti banyak membaca atau bermain games di HP, kondisinya bisa memburuk.

Baca Juga: Ini 6 Tanda Si Kecil Menderita Rabun Jauh

Cara Mengatasi Balita Terkena Rabun Jauh

balita terkena rabun jauh

Foto: yourhealth.net.au

Miopi bisa diatasi dengan kacamata, atau lensa kontak jika anak sudah cukup dewasa untuk merawatnya.

Selain itu, mengombinasikan kacamata dengan dua fokus (bifokal) dengan tetes mata yang mengandung atropin, obat yang membuat mata rileks sehingga tidak mengerut di dalam, tampak menjanjikan.

Baca Juga: Masih Balita Sudah Menderita Rabun Jauh dan Mata Silinder, Ternyata Ini Penyebabnya!

Mencegah Balita Terkena Rabun Jauh

balita terkena rabun jauh

Foto: rachelbustin.com

Salah satu strategi untuk memerangi kenaikan angka penderita miopi adalah mencegahnya sejak anak-anak. Fokusnya kepada perilaku yang dapat melindungi Si Kecil dari rabun jauh atau memperlambat perkembangan miopi. Sebab, langkah ini bisa diimplementasikan di level populasi dan tidak memerlukan intervensi obat-obatan pada Si Kecil.

Beberapa studi menunjukkan bahwa anak-anak dengan miopi menghabiskan waktu di luar ruangan lebih sedikit dibanding anak-anak tanpa miopi. Penelitian lain menyatakan bahwa anak-anak dengan miopi bukan hanya kurang terpapar kondisi cahaya fotopik (terang) luar ruang, tapi juga skotopik (cahaya redup), dibanding anak-anak yang tidak terkena rabun jauh.

“(Karena itu), terapi yang menjanjikan namun belum teruji (untuk mencegah balita terkena rabun jauh) adalah meningkatkan waktu bermain di luar ruang,” tulis peneliti di Journal of American Association for Pediatric Ophthalmology and Strabismus (JAAPOS) edisi April 2011.

EMA

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait