Pernikahan & Seks

16 Februari 2021

5+ Batasan Privasi Suami Istri yang Harus Dijaga, Moms dan Dads Wajib Tahu!

Meski sudah jadi suami-istri, hal yang satu ini tetap penting, lho.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Dalam sebuah hubungan pernikahan, unsur komunikasi dan kejujuran biasanya menjadi hal yang diutamakan suami-istri. Namun, apakah keterbukaan di sini dimaksudkan dengan kehilangan hak untuk memiliki privasi?

Ups, jangan salah kaprah Moms. Dalam hubungan kita berhak untuk memiliki privasi dan saling menjaga privasi pasangan maupun privasi sendiri. 

Privasi suami istri adalah suatu hal yang dimiliki seseorang yang disimpan secara pribadi sebagai rahasia untuk kenyamanan pribadinya. Hal ini berhubungan dengan tingkatan interaksi atau lebih kita kenal dengan keterbukaan.

Namun, tanpa disadari seiring berjalannya suatu hubungan terkadang kepentingan menjaga privasi itu dikesampingkan dan menjadi semakin samar.

Nah, sebenarnya perlu enggak, sih, Moms untuk menjaga privasi suami istri? Yuk, simak penjelasannya.

Baca Juga: 9 Larangan Saat Haid Menurut Islam dan Kesehatan, Wajib Tahu!

Manfaat Privasi Suami Istri

manfaat privasi untuk suami istri

Foto: Orami Photo Stock

Apa sebenarnya manfaat dalam memiliki privasi suami istri ini? Disimak ya, Moms.

1. Menjalin Kerja Sama dengan Pasangan

Dengan adanya privasi suami istri, maka akan menumbuhkan kepercayaan dan rasa saling menghormati. Jika pasangan saling percaya satu sama lain dan tidak turut campur dalam privasi serta batasan masing-masing maka akan tercipta sebuah kerja sama yang baik dalam sebuah hubungan.

Menghormati privasi suami istri juga merupakan salah satu faktor yang mendukung adanya kontrol yang baik dari pasangan untuk dapat memberikan ruang gerak pada kita Moms agar tidak memaksakan kebutuhannya agar selalu dipenuhi tanpa mempedulikan keadaan serta kebutuhan kita.

2. Menjaga Kesehatan Hubungan

Dalam sebuah hubungan, kualitas dan keadaan yang baik dari masing-masing pihak diperlukan untuk menghindari konflik-konflik yang tidak terselesaikan Moms.

Menjaga privasi suami istri adalah salah satu cara yang penting dalam regulasi diri dan memperbaiki kualitas diri. Menghormati privasi dan batasan yang diciptakan oleh pasangan juga merupakan cara untuk memberi kesempatan dan keleluasaan bagi pasangan mengembangkan kemampuan diri dan kemandiriannya.

3. Keterbukaan Tidak Selalu Baik

Keterbukaan dalam sebuah hubungan selalu dianggap sebagai kunci dari keharmonisan dan kelanggengan. Tapi, apa iya? Moms, persepsi dan respons seseorang terhadap suatu hal tidak selalu sama.

Kadang-kadang terlalu terbuka malah menimbulkan munculnya masalah-masalah kesalahpahaman antar pasangan. Misalnya, Moms pernah merasa cemburu karena pasangan bercerita soal mantan kekasihanya. Atau sebaliknya, Moms pernah merasa risih dengan pertanyaan seputar mantan kekasih Moms yang dilontarkan oleh pasangan?

Nah, ketidaksamaan presepsi inilah yang akhirnya bisa memunculkan masalah-masalah dalam hubungan. Itulah mengapa sebaiknya perlu menyesuaikan hal-hal apa saja yang ingin dibagikan bersama pasangan dan memperhatikan batasan-batasan yang ada.

Baca Juga: 3 Serial dan Film Kartun Yang Mengajarkan Anak Tentang Agama Islam

Batasan Privasi Suami Istri

batasan privasi suami istri

Foto: Orami Photo Stock

Moms, berikut batasan-batasan yang perlu diperhatikan dalam menjaga privasi suami istri dalam sebuah hubungan.

1. Terkait Profesi dan Pekerjaan

Menurut Psikolog, Adib Setiawan, M.Psi ada etika yang harus dipenuhi dalam sebuah pekerjaan. Baik pekerjaan Moms maupun pekerjaan pasangan.

Saat tugas pekerjaan memang bukan jangkauan wilayah pasangan untuk tahu, sebaiknya memang tidak dibicarakan dan ditayakan. Tentunya kita dapat dengan mudah membedakan mana rahasia tugas dan rahasia yang berhubungan dengan keluarga. Itulah gunanya memiliki privasi suami istri.

2. Tingkat Kebutuhan Informasi

Masih menurut Adib, menjaga privasi suami istri sangat diperlukan karena adanya fokus pekerjaan yang berbeda. Ada masalah-masalah yang memang tidak diceritakan secara detail kepada pasangan.

Selain itu, hal ini berfungsi untuk menghindari menambah beban pasangan dengan permasalahan yang kita miliki Moms.

3. Barang-barang Pribadi

Ponsel, pesan seperti sms, chat Whatsapp dan lainnya, dompet dan buku harian merupakan benda-benda yang bersifat pribadi, yang perlu dijaga dalam menerapkan privasi suami istri. Untuk dapat mengakses benda-benda pribadi milik pasangan sebaiknya ada kesepakatan yang dibuat antara Moms dan pasangan.

Privasi Rumah Tangga dalam Islam

privasi rumah tangga dalam Islam

Foto: Orami Photo Stock

Setelah seorang laki-laki dan perempuan telah sah menjadi suami istri, maka keduanya tentu akan menjalani kehidupan bersama. Kebersamaan setiap hari, setiap waktu, dan setiap detik ini akan menimbulkan sikap keterbukaan di antara keduanya. Sehingga hampir tidak ada yang bisa ditutupi oleh suami maupun istri.

Akan tetapi meskipun sikap keterbukaan antara suami dan istri begitu penting dalam kehidupan berumah tangga, ternyata ada beberapa hal yang boleh disembunyikan istri atau privasi suami istri menurut Islam lho. Apakah itu? Berikut privasinya dikutip dari situs Dalam Islam.

Baca Juga: 8 Persiapan Melahirkan menurut Islam, Yuk Lakukan Moms!

4. Menyembunyikan Beberapa Aib

Privasi rumah tangga dalam Islam yang pertama adalah aib seorang istri itu sendiri. Beberapa aib istri memang sebaiknya tetap disembunyikan dari suami. Mengapa? Sebab bila diungkapkan dikhawatirkan akan menyebabkan keresahan dan kerenggangan dalam rumah tangga mereka.

Berikut ini adalah dalil tentang hukum yang memperbolehkan menutup aib orang lain.

“Barangsiapa yang meringankan (menghilangkan) kesulitan seorang muslim kesulitan-kesulitan duniawi, maka Allah akan meringankan (menghilangkan) baginya kesulitan di akhirat kelak. Barangsiapa yang memberikan kemudahan bagi orang yang mengalami kesulitan di dunia, maka Allah akan memudahkan baginya kemudahan (urusan) di dunia dan akhirat.

Dan barangsiapa yang menutupi (aib) seorang muslim sewaktu di dunia, maka Allah akan menutup (aibnya) di dunia dan akhirat. Sesungguhnya Allah akan senantiasa menolong seorang hamba selalu ia menolong saudaranya.”

5. Menyembunyikan Amalan Shaleh

Amal saleh adalah perbuatan yang membawa kemaslahatan bagi sesama, yang dilakukan sesuai dengan petunjuk Allah dan contoh Rasul- Nya. Menyembunyikan amalan shaleh merupakan privasi rumah tangga dalam Islam yang juga harus dipatuhi.

Setiap amal shaleh yang kita kerjakan memang sebaiknya disembunyikan. Jadi cukuplah hanya diri kita dan Allah saja yang mengetahui apa yang sudah kita lakukan. Tidak perlu diceritakan pada orang lain atau menggembar-gemborkannya dalam sosial media atau diceritakan kepada orang lain agar mengetahuinya.

Mengapa? Karna mengumbar amal shaleh diri kita dikhawatirkan akan menimbulkan sifat riya terhadap diri sendiri dan hasad pada orang lain. Yang imbasnya akan membawa pada perilaku yang negatif.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu.” (QS. Al Baqarah: 271)

Hal ini bukan hanya kepada orang lain saja, namun kita juga bisa menyembunyikannya dari suami. Menyembunyikan amalan shaleh kita dari sepengetahuan suami memang diperbolehkan. Namun, apabila seorang istri ingin melaksanakan puasa sunnah, hendaklah ia meminta izin pada suaminya terlebih dahulu.

Baca Juga: 5 Alasan Kenapa Wanita Menikah Selingkuh dengan Pria Lain 

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

“Tidak halal bagi istri berpuasa (sunnah, –pen.) dalam keadaan suaminya ada di rumah, kecuali dengan izin sang suami.”
(Hadits shahih, riwayat al-Bukhari 7/39, Muslim dengan syarah an-Nawawi 7/115 dan lain-lain)

6. Menyembunyikan Kemaksiatan

Seorang istri hendaknya menyembunyikan kemaksiatan yang terjadi antara dirinya dengan Allah subhanahu wa ta’ala. Sebagaimana yang tertuang dalam dalil di bawah ini.

Dari hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

Seluruh umatku diampuni kecuali al-mujaahirun (orang yang melakukan al-mujaaharah). Dan termasuk bentuk al-mujaaharah adalah seseorang berbuat dosa pada malam hari, kemudian di pagi hari Allah telah menutupi dosanya namun dia berkata, “Wahai fulan semalam aku telah melakukan dosa ini dan itu.” Allah telah menutupi dosanya di malam hari, akan tetapi di pagi hari dia membuka kembali dosa yang telah ditutup oleh Allah tersebut.”
(Shahih. HR. Bukhari dan Muslim)

Nah, sekarang sudah tahu, kan, Moms apa saja batasan yang harus dijaga dan dipahami untuk memberi ruang privasi suami istri? Jika Moms merasa terganggu dan tak ingin hal-hal privasi dilanggar pasangan, maka berbuatlah hal yang sama untuk menjaga kenyamanan hubungan suami-istri. Setuju?

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait