Fashion & Beauty

1 Oktober 2021

5 Motif Batik Kawung dan Filosofinya, Cocok Dijadikan Oleh-Oleh!

Salah satu motif batik yang paling terkenal dari Yogyakarta
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Adeline Wahyu

Batik adalah warisan budaya nusantara Indonesia yang mempunyai nilai dan perpaduan seni yang tinggi, sarat dengan makna filosofis dan simbol penuh makna. Dari sekian banyak motif batik yang ada di Indonesia, salah satu yang sangat terkenal adalah batik Kawung.

Sejak zaman dahulu, keterampilan membatik digunakan sebagai mata pencaharian dan pekerjaan ekslusif bagi perempuan-perempuan Jawa.

Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi turun temurun, sehingga motif batikannya pun dapat dikenali dan menjadi corak atau motif dari keluarga atau daerah tertentu.

Batik Kawung memiliki nilai filosofis yang tinggi, serta tidak hanya diaplikasikan pada kain untuk dikenakan pada acara tertentu saja, tapi juga dijadikan ornamen unik pada berbagai benda, seperti pada lukisan, sarung bantal sofa, hingga dekorasi bangunan.

Yuk, ketahui lebih lanjut filosofi dan beragam motif batik kawung di bawah ini.

Baca Juga: 25 Rekomendasi Drama Korea Terbaik dari Berbagai Genre, Wajib Tonton Banget!

Filosofi Batik Kawung

Filosofi batik kawung.jpg

Foto: depositphotos.com

Batik Kawung adalah sebuah kain motif batik Kawung yang berasal dari kota Jogja.

Pada motif batik Kawung memiliki pola berbentuk irisan buah kawung atau kolang-kaling. Buah yang didapat dari pohon aren ini bermakna bahwa dalam masyarakat Jawa sebaiknya melakukan kebaikan tidak perlu diketahui orang lain.

Selain itu, bunga teratai juga menjadi intrepretasi lain dalam menggambarkan motif batik ini. Empat lembar kelopak bunga teratai ini mengisyaratkan kesucian dan umur yang panjang.

Lebih dari itu, motif Kawung ini juga bermakna supaya manusia yang mengenakan motif Kawung ini bisa menjadi sosok manusia ideal dan unggul. 

Dalam mitologi Jawa, tokoh yang kerap mengenakan kain batik ini adalah Semar yang merupakan manusia titisan dewa yang berakhlak baik dan bijaksana.

Motif batik Kawung diyakini diciptakan oleh salah satu Sultan kerajaan Mataram. Motif batik ini pertama kali dikenal pada abad ke 13 tepatnya di pulau Jawa. Pada awalnya motif ini muncul pada ukiran dinding di beberapa candi di Jawa seperti Prambanan. 

Dahulu kala, batik ini dijaga dan digunakan hanya untuk keluarga Keraton. Namun, sejak Mataram terbagi menjadi dua, yaitu Surakarta dan Yogyakarta, batik Kawung mulai dikenakan oleh golongan orang yang berbeda-beda. 

Batik kawung sendiri dibedakan menjadi tiga jenis berdasarkan besar-kecilnya motif. Jenis motif batik kawung tersebut antara lain kawung picis, kawung bribil, dan kawung sen.

Diambil dari nama uang pecahan 10 sen, kawung picis memiliki pola bulatan kecil. Sedangkan kawung bribil mempunyai pola bulatan yang lebih besar seperti uang pecahan 25 sen.

Kawung sen mengambil uang pecahan 1 sen dengan motif bulat dan lonjong yang lebih besar dari motif bribil.

Baca Juga: Bayi Susah Buang Air Besar? Ini Pertolongan Pertama yang Bisa Dilakukan

Motif Batik Kawung

Motif dasar batik Kawung memang terkesan simple, karena banyak muncul pengembangan-pengembangan motif yang membuat batik ini terkesan menjadi elegan.

Selain itu, di beberapa pakaian juga mengkombinasikan motif batik Kawung dengan motif batik lainnya. Mengkombinasikan satu jenis batik dengan batik lainnya ini membuat pakaian menjadi tidak terlihat membosankan.

Berikut ini beragam motif batik Kawung:

1. Motif Kawung Picis

Matif Batik Kawung Picis.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Salah satu motif batik di Indonesia yang populer adalah Picis. Motif ini terdiri dari susunan bentuk bulat-lonjong yang ukurannya kecil layaknya mata uang picis senilai 10 sen.

Kawung Picis biasa juga dikenal sebagai Kawung Beton karena mempunyai warna dan bentuk yang kokoh layaknya beton.

2. Motif Kawung Bribil

Motif Kawung Bribil.jpg

Foto: stock.adobe.com

Motif batik Kawung selanjutnya adalah Kawung Bribil yang hampir sama berbentuk seperti mata uang setengah sen.

Bedanya, Kawung Bribil mempunyai bentuk bulat atau oval yang rapi dan simetris yang disebut juga dengan istilah Bribil atau mata uang setengah sen.

Baca Juga: 8 Penyebab Anus Gatal pada Anak, Bukan Hanya Cacingan!

3. Motif Kawung Sen

Motif Kawung Sen.jpg

Foto: fitinline.com

Motif kawung sen juga termasuk salah satu ragam motif batik Kawung. Seperti pada namanya, motif Kawung ini berbentuk menyerupai mata uang sen yang detail besarnya hampir sama.

Motif yang satu ini merupakan salah satu motif yang paling populer digunakan. Tidak jarang juga kain motif Kawung yang satu ini kerap digunakan untuk menutupi jenazah yang hendak dimakamkan.

Pada zaman dahulu, ternyata pada asalnya uang sen dahulu kala kerap digunakan untuk ditebak ketika pengiringan jenazah. Oleh karena itu, Kawung yang satu ini banyak digunakan untuk menutup jenazah saat sebelum dimakamkan.

4. Motif Kawung Sekar Ageng

Batik Kawung Sekar Ageng.jpg

Foto: riverspace.org

Batik Kawung Sekar Ageng memiliki motif besar dibandingkan Kawung yang lain.

Diambil dari kata Ageng yang berarti besar dan Sekar yang bermakna bunga, motif Sekar Ageng memiliki arti kembang atau bunga besar. 

Batik kawung sekar ageng terdiri dari ornamen pertama yang berbentuk empat buah bulatan lonjong yang kemudian mengalami perubahan bentuk agak persegi bujur sangkar. Di dalam setiap ornamen utamanya terdiri dari tiga garis (sawut) yang diikuti tiga buah titik (cecek).

Bentuk tersebut di dalam istilah dunia perbatikan sering disebut dengan cecek sawut. Untuk komponen motif Kawung sendiri memiliki isen berupa empat bentuk belah ketupat sebagai variasi komposisi visualnya.

Sementara dalam segi warna, biasanya motif Kawung Sekar Ageng ini terdiri dari warna putih ke kuning-kuningan sebagai warna utama.

Selain itu warna merah soga di dalamnya memberikan kontur motif isen dan warna hitam sebagai latar pada motif kawung ageng sekar.

5. Motif Kawung Sari

Motif Kawung Sari.jpg

Foto: fitinline.com

Batik kawung Sari ini terdiri dari ornamen utamanya berbentuk bulatan lonjong dan di setiap motifnya kawung diberi bentuk garis yang membelah menjadi dua bagian.

Seakan-akan motifnya menyerupai dengan bentuk kopi pecah, maka dari hal ini juga motif sari sering disebut sebagai kawung kopi.

Di bagian ornamen utamanya yang terdiri dari empat bulatan lonjong akan disusun berdasarkan garis miring silang atau garis diagonal miring.

Polanya disusun dengan garis lurus yang horizontal ataupun vertikal, dan pola garis tersebut seolah-olah seperti tanda silang pada bentuk visual dari motif kawung.

Perpaduan komposisi pada warna motif ini terdiri dari warna putih, putih kekuningan pada ornamen utama, merah soga sebagai bentuk kontur. Sedangkan warna hitam dalam motif ini akan memberikan warna latar dalam motif sari atau kawung pecah.

Baca Juga: Kisah Nabi Musa, Bisa Dijadikan Dongeng Pengantar Tidur untuk Anak!

Nah itu dia Moms informasi seputar batik Kawung, mulai dari filosi hingga beragam motifnya. Semoga membantu ya!

  • http://www.infobatik.com/en/8-types-of-batik-kawung-motif/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait