Fashion & Beauty

1 Oktober 2021

7 Motif Kain Batik Sidomukti dan Filosofinya, Cocok Dijadikan Busana!

Jenis batik ini identik dengan warna cokelat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Adeline Wahyu

Selain terkenal dengan keraton dan destinasi wisatanya, Solo juga terkenal dengan batiknya yang khas. Salah satu motif batik khas yang dimiliki Solo adalah motif batik Sidomukti.

Batik Sidomukti merupakan salah satu batik yang berkembang di Keraton Surakarta. Batik ini merupakan perkembangan dari batik sidomulyo yang telah ada sejak zaman Kesultanan mataram.

Keunikan batik Sidomukti serta coraknya yang khas dan keterikatannya yang kental dengan budaya Jawa menjadikan batik ini banyak diburu oleh para pecinta batik dan penikmat budaya Jawa.

Asal batik Sidomukti memang dari Solo, namun saat ini produksi batik ini telah menyebar di kota-kota lain.

Jenis batik Sidomukti dapat dibedakan dari daerah penghasilnya. Hal ini karena masing-masing daerah penghasil batik memiliki ciri batik Sidomukti yang berbeda satu dengan yang lainnya diantaranya adalah batik sidomukti Solo, batik sidomukti Yogyakarta, batik sidomukti Pekalongan dan batik sidomukti Magetan.

Yuk kita ketahui filosofi serta beragam motif batik Sidomukti di bawah ini.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Hotel di Jogja, Cocok untuk Honeymoon hingga Babymoon!

Filosofi Batik Sidomukti

filosofi batik sidomukti.jpg

Foto: pinterest.com

Sidomukti berasal dari kata sido dan mukti. Kata sido merupakan bahasa Jawa yang memiliki arti jadi atau menjadi. Sedangkan kata mukti merupakan bahasa Jawa yang mempunyai arti kebahagiaan, kekuasaan, dan tidak kekurangan sesuatu.

Batik Sidomukti berasal dari Solo, Jawa Tengah, dengan motifnya yang asli dan kuno.

Motif batik Sidomukti adalah merupakan perkembangan motif batik Sidomulya dengan latar putih yang berasal dari zaman Mataram Kartasura, diganti dengan latar ukel oleh Paku Buwono IV.

Motif batik ini juga sebagai simbol pengharapan dan doa yang dituangkan dalam ornamen pengisi.

Atau untuk pasangan yang menikah diharapkan kedua mempelai akan memiliki masa depan yang baik dan penuh kebahagiaan.

Motif batik Sidomukti tergolong kuno dan legendaris di Nusantara. Pada zaman dahulu, motif batik ini hanya boleh dikenakan pengantin keraton yang akan melangsungkan pernikahan.

Sedangkan warna pada batik motif Sidomukti adalah warna soga atau coklat yang merupakan warna batik klasik atau seperti aslinya.

Maksud dari seperti aslinya adalah batik motif Sidomukti merupakan perkembangan dari motif Sidomulyo. Warna soga pada batik motif sidomukti merupakan pengganti warna oranye yaitu perpaduan antara merah dan kuning.

Pada zaman dahulu belum terdapat pewarna kimia sehingga dalam pembuatannya menggunakan pewarna alami.

Pewarna alami yang digunakan adalah pohon mengkudu, tegeran, hambal, tingi, yang disebut dengan “soga”. Warna yang dihasilkan dari pohon-pohon tersebut dalah warna merah kecoklatan.

Warna dalam konsep kiblat papat lima pancer tersebut melambangkan hawa nafsu. Warna ini memiliki makna agar orang memiliki hawa nafsu dan semangat yang tinggi untuk melakukan perbuatan baik dengan gagah berani.

Baca Juga: 10 Manfaat Daun Mindi, Mencegah Darah Tinggi hingga Dijadikan Pestisida

Motif Batik Sidomukti

Batik sidomukti memiliki beraneka ragam ornamen penyusun. Masing-masing ornamen penyusun dalam batik ini memiliki makna tersendiri.

Apabila ornamen ini digabungkan akan menjadi satu kesatuan makna utuh yang mampu membawa pemakainya pada kebahagiaan dan kekuasaan yang diinginkannya.

Berikut ini beragam motif batik Sidomukti:

1. Sidomukti Garuda

Batik Sidomukti Garuda.jpg

Foto: instagram.com/batik_sidomukti

Batik Sidomukti garuda merupakan gabungan antara unsur tumbuhan dan unsur burung garuda. Tumbuhan khususnya bunga memiliki filosofi yang dalam, yakni sebagai lambang kecantikan dan sumber kehidupan.

Garuda dalam bahasa Jawa juga disebut dengan Lar, dan sering dipakai untuk motif-motif batik. Sedangkan garuda melambangkan kegagahan dan kewibawaan.

2. Sidomukti Ornamen Meru

batik Sidomukti Ornamen Meru.jpg

Foto: tumpi.id

Dalam kebudayaan Jawa-Hindu, meru atau gunungan menggambarkan puncak gunung yang tinggi tempat bersemayam para dewa.

Ornamen meru melambangkan keagungan, kemegahan, dan keteguhan. Meru memiliki makna harapan agar pemakainya akan mendapatkan kemakmuran.

Baca Juga: 25 Rekomendasi Drama Korea Terbaik dari Berbagai Genre, Wajib Tonton Banget!

3. Sidomukti Singgasana Truntum

Batik Sidomukti Truntum.jpg

Foto: id.wikipedia.org

Motif singgasana yang melambangkan kekuasaan memiliki harapan bahwa kedua mempelai pengantin dapat hidup seperti raja yang berwibawa. Dengan wibawanya tersebut diharapkan dapat memiliki martabat dan kehormatan di dalam masyarakat.

Sedangkan motif truntum merupakan motif tambahan dalam sidomukti ini. Motif truntum memang salah satu motif khas Solo yang mengisahkan tentang kesepian.

4. Sidomulyo Sogan Klasik

Sidomulyo Sogan Klasik.jpg

Foto: bergaya.id

Nampaknya motif yang satu ini sudah merakyat karena sangkin populernya sebagai salah satu motif klasik batik sidomulyo. Ciri khasnya sudah tentu pada petakan yang membentuk belah ketupat serta isen atau isian di dalamnya yang terkadang sulit ditebak.

Sedangkan warna sogan memang banyak dijumpai pada batik Solo dan Yogyakarta. Tidak seperti warna-warna cerah yang dimiliki batik-batik pesisir.

Baca Juga: Paracetamol untuk Ibu Menyusui, Ketahui Dosis dan Efek Sampingnya

5. Sidomukti Kupu-Kupu

sidomukti kupu-kupu.jpg

Foto: pinterest.com

Ornamen kupu-kupu merupakan ornamen khas sidomukti yang selanjutnya. Kupu-kupu sebagai lambang kebebasan dan kesempurnaan mengajarkan bahwa untuk mencapai kebahagiaan dalam hidup diperlukan sebuah proses yang terkadang menyakitkan.

Hal tersebut didasari pada metamorfosis kupu-kupu yang sangat sempurna dan tentunya waktunya panjang hingga mencapai kupu-kupu yang indah.

6. Sidomukti Lukis

Batik Sidomukti Lukis.jpg

Foto: duniakeris.com

Motif sidomukti ini sudah terjun bebas dan meninggalkan ciri khasnya yang biasanya berada di dalam garis ketupat atau petak-petak. Warnanya juga lebih cerah dari warna sogan biasanya. Pada motif ini banyak dijumpai penggunaan unsur floral dalam motifnya.

Selain itu ornamen burung juga sering ditemukan dalam beberapa motif.

7. Prada Motif Sidomukti

Prada Motif Sidomukti.jpg

Foto: bergaya.id

Berbeda dengan Sidomukti asal Solo dan Jogja, kain prada lebih cenderung memilih warna-warna terang.

Biasanya model seperti ini bisa ditemukan di daerah Magetan yang kebanyakan juga menghasilkan sidomukti motif pring serta jalak.

‘Sidomukti’ memiliki arti yang cukup dalam, yakni diharapkan seseorang serta semesta yang mengharapkan sebuah kebahagiaan dapat terwujud.

Baca Juga: Alergi Kucing: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Perawatannya

Itu dia Moms filosifi dan beragam motif batik Sidomukti. Semoga membantu ya!

  • https://fasnina.com/batik-sidomukti/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait