Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kesehatan Balita | Jul 6, 2018

Bau Badan Pada Balita, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bagikan



Tak hanya pada orang dewasa saja, ternyata keringat dan bau badanpun dapat terjadi pada balita.

Namun berbeda dari orang dewasa yang disebabkan karena asam lemak dan amonia dalam keringat, terdapat beberapa hal yang menyebabkan bau badan pada Si Kecil. Seperti halnya dari makanan hingga iklim yang berubah.

Penyebab Bau Badan Pada Balita

Bau badan pada Si Kecil merupakan bagian dari infeksi bakteri dan terdapat lebih banyak faktor yang berkontribusi terhadap bau badan pada Si Kecil.

Pada beberapa diantaranya, memiliki bau badan setelah makan makanan tertentu seperti produk susu non-organik, daging, telur, dan makanan pedas namun sebagian juga disebabkan karena keberadaan parasit di dalam tubuhnya.

Adapun penyebab lainnya berasal dari kelenjar keringat hiperaktif, yang disebut hiperhidrosis, yang menghasilkan lebih banyak keringat dan dengan demikian menyebabkan bau badan yang berlebihan. Dimana keringat berlebihan juga bisa terjadi karena iklim panas dan lembab.

Pubertas juga dapat menyebabkan bau badan, tetapi sebagian besar tidak terjadi pada balita kecuali mereka yang mengalami pubertas dini.

Terdapat sebuah kondisi langka yang disebut 'fish odor syndrome' yang dapat menyebabkan bau amis pada nafas, urin, dan keringat orang tersebut. Ini adalah hasil dari kelainan genetik dan baunya mungkin atau mungkin tidak diperhatikan sejak lahir.

Kelainan metabolik yang jarang terjadi dapat menyebabkan bau ketiak pada anak-anak yang belum terpapar, karena tubuh mungkin tidak dapat menghasilkan enzim yang diperlukan untuk memecah bahan kimia di dalam tubuh.

Misalnya, gangguan metabolisme langka yang disebut Phenylketonuria yang merupakan kondisi di mana tubuh tidak dapat memecah fenilalanin dan asam amino yang ada dalam makanan.

Fenilalanin yang terbentuk tersebut dapat menyebabkan bau badan yang kuat. Mengkonsumsi lebih sedikit protein diet dapat membantu mengendalikan bau badan.

Baca Juga : Kenali 4 Tanda Balita Cukup Gizi, Bukan Hanya dari Berat Badannya Lho!

Mengatasi Bau Badan Balita

Sangatlah mudah untuk menyadari jika Si Kecil menderita bau badan, karena baunya memang menyengat. Selain itu Moms juga dapat mengamati bau pada bagian ketiak maupun pada bagian lainnya.

Ketika menemukan kondisi ini, bawalah Si Kecil ke dokter anak untuk menemukan penyebab bau badannya. Sebelum pergi ke dokter pastikan Moms untuk tak memandikannya terlebih dahulu, karena kemungkinan besar dokter akan melakukan beberapa tes guna mendeteksii penyebabnya. 

Jika pengujian genetik tidak mengungkapkan gangguan metabolisme apa pun, Moms dapat mencoba eksperimen sederhana seperti beralihlah ke susu organik dari susu biasa. Karena hormon dalam susu sapi adalah salah satu alasan bau badan pada balita.

Banyak orang tua yang memperhatikan bahwa bau badan kembali setelah memperkenalkan kembali susu biasa. Moms juga dapat mengganti susu sapi dengan susu almond atau beras. Namun, jangan gunakan susu kedelai karena phytoestrogen yang ada di dalamnya dapat mengganggu perkembangan hormonal.

Untuk urusan pencegahan terhadap bau badan Si kecil dapat dilakukan dengan memandikannya secara teratur serta mencuci tempat tidur dan pakaiannya untuk mencegah penumpukan mikroba yang menyebabkan bau.

Hindari pula menawarkan makanan seperti susu non-organik, daging, makanan pedas yang mengandung bawang putih, cabe, dan bawang untuk mengurangi masalah bau Si Kecil.

(MDP)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.