3-12 bulan

3-12 BULAN
1 Februari 2021

Bayi Alergi Susu Sapi: Gejala dan Cara Mengatasi

Pantau reaksi Si Kecil setelah menyusui untuk melihat jika ada tanda bayi alergi susu sapi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Adeline Wahyu

Bayi alergi susu sapi adalah alergi makanan yang paling umum terjadi pada bayi dan anak.

Reaksi ringan dari bayi alergi susu sapi hingga sedang dapat muncul seperti gatal-gatal, pilek, diare, muntah atau mudah marah.

Menurut data dari American College of Allergy, Asthma & Immunology, Sekitar 2-3% anak-anak di bawah 3 tahun alergi terhadap susu.

Dr Martin Brueton, seorang konsultan gastroenterologi anak di Chelsea dan Rumah Sakit Westminster, London, mengatakan orang tua harus segera mengunjungi dokter ketika bayi alergi susu sapi.

“Orang tua tidak boleh panik saat bayi alergi susu sapi. Tetap berbicara dengan dokter anak konsultan untuk penilaian yang tepat,” ujarnya.

Seperti nutrisi lainnya saat menyusui, protein susu dalam makanan Moms juga akan diturunkan ke bayi melalui ASI.

Kadang-kadang ruam dapat berkembang setelah menyusui, jika bayi alergi terhadap makanan Moms.

Jika bayi minum susu formula, akan lebih mudah untuk menentukan bahwa bayi alergi susu sapi atau tidak.

Baca Juga: Waspadai Tanda-tanda Bayi Alergi Susu Formula

Bayi Alergi Susu Sapi

bayi alergi susu sapi

Foto: Orami Photo Stocks

Susu adalah makanan pokok bagi dan keluarga.

Namun, banyak anak atau bayi alergi susu sapi dan tidak mampu mencerna gula pada susu sapi.

Beberapa alasan lain anak menghindarinya karena masalah kesehatan lain atau hanya karena tidak suka rasanya.

Para ibu bisa memilih dari rangkaian pengganti susu sapi yang berkembang saat ini untuk memenuhi asupan susu pada bayi alergi susu sapi.

Dilansir dari National Health Service, bayi alergi susu sapi atau dikenal juga dengan cows’ milk allergy (CMA) umumnya akan mereda saat Si Kecil berusia 5 tahun.

Bayi alergi susu sapi biasanya terjadi saat bayi minum susu formula atau ketika ia mulai makan MPASI.

Ada dua jenis ketika bayi alergi susu sapi, antara lain:

  • Alergi susu sapi langsung, ketika gejala langsung terjadi beberapa menit setelah bayi minum susu sapi.
  • Alergi susu sapi tertunda, ketika gejala muncul beberapa jam, bahkan hari, setelah bayi minum susu sapi.

Baca Juga: ASI Eksklusif Dapat Cegah Stunting, Benarkah?

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the American Academy of Pediatrics, tidak ada cukup bagi ibu menyusui untuk secara rutin menghindari makanan yang menyebabkan alergi, seperti susu sapi, begitu juga saat menyusui.

Jika dokter mendiagnosis bayi alergi susu sapi, maka ia mungkin merekomendasikan untuk menghilangkan susu sapi dari makanan ibu.

Ciri-ciri Bayi Alergi Susu Sapi

cici-ciri bayi alergi susu

Foto: Orami Photo Stocks

Gejala alergi susu sapi, berbeda dari bayi ke bayi, ada yang terjadi beberapa menit hingga beberapa jam setelah bayi Moms mengonsumsi susu atau makan produk susu.

Selain gatal-gatal, ada ciri-ciri lain bayi alergi susu sapi yang perlu Moms tahu. Jangan sampai salah diagnosis ya Moms. Berikut ciri-ciri alergi susu sapi, antara lain:

  • Reaksi alergi di kulit, kulit memerah, gatal, bengkak di bibir, wajah, dan sekitar mata.
  • Masalah pencernaan, sakit perut, mual, muntah, kolik, diare, atau sembelit.
  • Gejala seperti demam, ingusan atau hidung tersumbat.
  • Eksim yang tidak kunjung sembuh setelah perawatan.
  • Muntah.
  • Sesak napas.

Bayi alergi susu sapi juga bisa menimbulkan gejala tiba-tiba seperti bengkak di mulut, tenggorokan, batuk, napas tersengal-sengal, dan napas yang berbunyi kencang.

Bila terjadi gejala yang cukup parah, segera kunjungi dokter ya, Moms.

Dokter akan mengecek kondisi fisik bayi dan tes alergi di kulit, serta mendiskusikan histori alergi di keluarga.

Bila dokter mendiagnosis bayi dengan alergi susu sapi, biasanya Moms diminta menyingkirkan susu sapi dari makanan Si Kecil atau mengubah susu formula dengan susu hypoallergenic.

Setelah Si Kecil sudah tidak mengonsumsi susu sapi selama seminggu, dokter mungkin akan mencoba memberikan susu sapi kembali untuk mengecek apakah ia masih memiliki reaksi alergi.

Tanda dan gejala yang mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk berkembang diantaranya:

Baca Juga: Ketahui Penyebab Alergi Telur pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Perlu Moms ketahui, bayi alergi susu sapi berbeda dari intoleransi protein susu dan intoleransi laktosa.

Tidak seperti alergi susu, intoleransi tidak melibatkan sistem kekebalan tubuh. Intoleransi susu memerlukan perlakuan berbeda dari alergi susu sapi murni.

Tanda dan gejala umum dari intoleransi protein susu atau intoleransi laktosa termasuk masalah pencernaan, seperti kembung, gas atau diare, setelah mengonsumsi susu atau produk yang mengandung susu.

Namun untuk mencegah alergi susu sapi ini, Moms tidak perlu retriksi makanan yang bersifat alergi selama Moms hamil.

Begitu pula saat Moms menyusui bayi, tidak perlu meretriksi makanan ibu, selama bayi tidak memperlihatkan gejala alergi.

Pencegahan yang paling baik adalah memberikan ASI eksklusif sampai usia 6 bulan.

Menurut jurnal dalam situs PLOS One Publications, memberikan ASI eksklusif pada awal kehidupan dapat secara langsung mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan kelangsungan hidup Si Kecil ke depannya.

Baca Juga: 5 Penyebab Perut Kembung Pada Balita, Salah Satunya Intoleransi Laktosa!

Perbedaan Bayi Alergi Susu Sapi dengan Intoleransi Laktosa

perbedaan alergi susu dan intoleransi laktosa

Foto: Orami Photo Stock

Meski terkesan mirip, alergi susu sapi berbeda dengan intoleransi laktosa.

Intoleransi laktosa adalah reaksi tubuh yang tidak bisa mencerna laktosa, gula alami di dalam susu. Tapi kondisi intoleransi laktosa bukan alergi.

Intoleransi laktosa umumnya terjadi pada anak dengan usia yang lebih tua dan pada orang dewasa.

Dilansir dari Mayo Clinic, gejala intoleransi laktosa dimulai dari 30 menit hingga dua jam setelah makan atau minum makanan yang mengandung laktosa. Tanda dan gejala umum meliputi:

Mengatasi Bayi Alergi Susu Sapi

Dilansir dari Healthy Children, anak normalnya mengonsumsi susu 2 kali per harinya. ASI ekslusif sangat dianjurkan untuk anak usia di bawah satu tahun.

Susu sapi atau sufor bisa dimulai ketika anak beranjak usia 2 tahun atau lebih. Ini juga dibarengi dengan asupan makanan lainnya untuk pertumbuhan yang optimal.

Cobalah beberapa tips mengatasi bayi yang mengalami alergi susu sapi berikut ini, untuk menjaga tumbuh kembang bayi tetap terjaga dengan baik.

1. Hindari Pemberian Susu Sapi dan Turunannya

alergi susu sapi

Foto: cyclingmagazine.ca

Ini tentu harus menjadi prioritas Moms jika bayi alergi susu sapi, setidaknya sejak usia dini.

Alergi susu sapi cenderung mereda ketika sistem pencernaan anak matang.

Jika masih menyusui, Moms juga harus menghindari makanan dan minuman berbasis susu.

Menghindari susu dan turunannya adalah satu-satunya cara untuk mengatasi alergi susu sapi.

Namun, jika ingin tetap mendapatkan cukup kalsium untuk Moms dan Si Kecil yang hilang karena menghindari susu sapi, mengonsumsi suplemen kalsium atau alternatif susu sapi sepertinya akan menjadi solusi yang baik.

Pilihan lain adalah memberikan Si Kecil makan dengan formula berbasis kasein yang dihidrolisis secara ekstensif.

Formula jenis ini mengandung protein yang telah dipecah, sehingga berbeda dari protein susu sapi dan tidak menyebabkan reaksi alergi.

Baca Juga: Ini 4 Resep Anak yang Susah Makan, Bikin Lahap!

2. Cek Label Makanan dan Minuman

Ini Cara Mengatasi Bayi Alergi Susu Sapi -2.jpg

Foto: gettyimages.com

Melihat daftar produk susu dapat membantu jika Moms tidak yakin apa yang harus dihindari sebelum memberikan makanan pada bayi yang memiliki alergi susu sapi.

Penting untuk membaca label makanan, bahkan jika dituliskan non-dairy atau milk-free karena tidak semuanya benar-benar bebas susu.

Makanan dan minuman yang mengandung susu sapi di antaranya:

  • Butter
  • Mentega
  • Kasein
  • Keju
  • Krim
  • Custard
  • Lactalbumin
  • Lactoferrin
  • Lactose
  • Lactulose
  • Susu (segala jenis, contoh: low fat, skim)
  • Hydrolysate
  • Whey
  • Sour cream
  • Yoghurt

Menurut Kids With Food Allergies, hanya ada dua turunan susu yang disebut laktoferin dan tagatose yang aman bagi kebanyakan bayi dengan alergi susu sapi.

Meski begitu, jika nama-nama tersebut terdapat dalam kemasan makanan atau minuman untuk Moms dan Si Kecil, akan lebih baik utnuk menghindarinya.

Baca Juga: Alergi Susu Bisa Sebabkan Anafilaksis Lho Moms, Waspada!

3. Ganti dengan Mengonsumsi Makanan Alternatif

Ini Cara Mengatasi Bayi Alergi Susu Sapi -3.png

Foto: insights.ibx.com

Ada banyak alternatif susu sapi saat ini. Beberapa pilihan di antarnya adalah susu kelapa, susu kedelai dan susu almond.

Pastikan Moms memilih susu almond tanpa pemanis. Nutrisi susu almond yang dibeli di toko biasanya mencakup sejumlah besar vitamin E, vitamin D, dan kalsium.

Santan adalah pilihan lain yang lezat dan sarat dengan lemak sehat.

Santan juga mengandung nutrisi penting seperti mangan, besi, fosfor, kalium, selenium, tembaga, magnesium dan banyak lagi dalam setiap porsi.

Lengkapi juga nutrisi untuk Moms dan bayi dengan mengonsumsi makan sumber kalsium. Misalnya dengan sayuran berdaun hijau, salmon, brokoli, dan jus buah.

4. Memasak Sendiri di Rumah

Ini Cara Mengatasi Bayi Alergi Susu Sapi -4.jpg

Foto: alive.com

Salah satu cara terbaik untuk menghindari susu adalah dengan membuat sendiri makanan atau minuman yang akan dikunsumsi oleh Moms dan Si Kecil.

Dengan cara ini, Moms akan menghindari bahan-bahan yang terlarang untuk dikonsumsi oleh bayi yang alergi susu sapi.

Menggunakan bahan makanan utuh yang dimasak sendiri akan menghindari kerancuan label makanan dan produsen makanan olahan.

Baca Juga: Alternatif Pengganti Susu Sapi untuk Anak yang Alergi Susu

5. Utamakan ASI Ekslusif

manfaat asi ekslusif hero banner magz (1510x849)

Foto: Orami Photo Stocks

Dalam jurnalPediatrics, bayi terus menyusui hingga usia 1 tahun, sedangkan World Health Organization (WHO) merekomendasikan menyusui hingga setidaknya berusia 2 tahun.

Jadi jika balita masih menyusui 3-4 kali sehari, Moms tidak perlu menambahkan susu sapi.

Bagaimanapun, ASI ekslusif memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi daripada susu sapi utuh (untuk mendukung perkembangan otak), dan nutrisi dalam ASI secara signifikan lebih banyak tersedia.

Tubuh anak dapat menyerap dan menggunakan nutrisi tersebut dengan lebih baik dan juga untuk mencegah inflamasi dalam tubuh.

Baca Juga: Kebaikan Formula Soya untuk Tumbuh Kembang Si Kecil yang Tidak Cocok Susu Sapi

Itulah beberapa ciri-ciri dan cara untuk mengatasi bayi alergi susu sapi yang bisa dicoba. Selain itu, jangan lupa untuk terus berkonsultasi dengan dokter ya Moms.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait