3-12 bulan

20 Juli 2021

Pertolongan Pertama Bayi Jatuh Terbentur Kepala, Moms Wajib Tahu!

Jangan anggap sepele saat bayi terbentur kepalanya, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Karla Farhana

Bayi jatuh terbentur kepala bisa menjadi sesuatu yang terjadi meski ia sedang berada dalam pengawasan. Si Kecil yang saat ini aktif bergerak pastinya akan mengekplorasi seluruh sudut rumah.

Meski telah mengubah rumah menjadi lebih ‘ramah anak’ dengan memindahkan banyak barang yang berpotensi bahaya, tetap saja Moms akan mendapati Si Kecil mengalami insiden.

Salah satu kecelakaan yang paling ditakutkan Moms adalah saat kepala bayi terbentur. Biasanya, Moms akan langsung panik saat melihat Si Kecil tergeletak sambil menangis kencang.

Tetap tenang, Moms. Biasanya sebagian besar benjolan saat bayi terjatuh tidak memerlukan perhatian medis.

Namun, Moms harus memperhatikan beberapa hal guna memastikan Si Kecil tetap baik-baik saja setelah mengalami bayi hatuh terbentur kepala.

Baca Juga: Bayi Sering Menangis? Redakan dengan Teknik 5S

Kondisi Kepala Bayi Jatuh Terbentur Kepala

Kepala Bayi Terbentur Apa yang Harus Dilakukan -1.jpg

Foto: rileychildrens.org

Bayi jatuh terbentur kepala bisa menjadi sangat mengkhawatirkan. Terlebih Si Kecil belum bisa mengatur keseimbangannya dengan baik. Ketika masih kecil, mereka pun belum bisa mengatakan keluhan yang mereka rasakan.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan Brain Pathology tentang jatuh pada anak kecil, hanya sekitar 2-3% yang menyebabkan fraktur tengkorak linier sederhana, dan sebagian besar tidak menyebabkan masalah neurologis.

Moms harus mewaspadai gejala cedera otak traumatis, termasuk gegar otak yang dapat terlihat dalam 24-48 jam setelah kecelakaan.

Jika bayi menunjukkan gejala-gejala seperti perdarahan yang banyak, terdapat lekuk atau titik lunak pada tengkorak, pembengkakan, muntah lebih dari satu kali, kantuk yang tak tertahan, kehilangan kesadaran atau tidak menanggapi suara dan sentuhan, serta kejang, Moms harus segera menghubungi rumah sakit terdekat.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Benjol di Kepala Balita Akibat Terbentur

Penanganan Kepala Bayi Jatuh Terbentur Kepala

bagaimana penanganan kepala bayi terbentur?

Foto: parents.com

Jangan bingung ketika mengalami kejadian bayi jatuh terbentur kepala ya, Moms! Ada beberapa langkah yang bisa Moms lakukan untuk menenangkan Si Kecil dan mengatasi masalah sementara waktu.

Selain menunggu adanya gejala lanjutan, sebagai pertolongan pertama Moms bisa melakukan beberapa hal ini:

1. Jangan Panik

Hal pertama yang bisa Moms lakukan ketika mengalami bayi jatuh terbentur kepala adalah jangan panik terlebih dahulu.

Rasa khawatir dan panik pasti datang, terlebih ketika Si Kecil menangis dengan kencang. Namun jangan lupa menenangkan diri ya, Moms!

Ketika Moms tenang, makan pikiran tidak akan menjadi blank. Selanjutnya Moms bisa memikirkan langkah berikutnya dengan kepala dingin.

Baca Juga: 6 Penyebab Iritasi Kulit pada Bayi, Bisa Dicegah Moms!

2. Pindahkan dan Tenangkan Si Kecil

Jika bayi jatuh terbentur kepala terjadi di ruang publik, cobalah untuk memindahkannya dan tenangkan Si Kecil, Moms!

3. Perhatikan Kesadaran

Langkah berikutnya yang bisa dilakukan ketika mengalami bayi jatuh terbentur kepala adalah dengan memerhatikan kesadarannya.

Cobalah periksa apakah Si Kecil masih dalam kondisi sadar atau tidak usai terbentur. Jika ia menangis, Moms bisa merasa sedikit lega. Cobalah untuk menggendong dan memberikannya pelukan.

Namun, jika Si Kecil tidak sadarkan diri, Moms bisa membangunkannya dengan memanggil nama dan menggoyangkan tubuhnya.

Jika Si Kecil ongsang, cobalah untuk melihat pernapasannya. Nilai pernapasannya selama 10 detik. Jika tidak bernapas, Moms bisa segera berikan napas buatan sebanyak 5 kali.

Setelah itu, lakukan kompresi atau tekan dada sebanyak 30 kali. Kembali ikuti bantuan napas sebanyak 2 kali.

Sembari melakukan pertolongan tersebut, segeralah untuk meminta bantuan orang lain untuk memanggil ambulans.

Jika Si Kecil sadar, segeralah cari apakah ia mengalami perdarahan atau luka yang serius.

Baca Juga: Bayi Terjatuh, Apa yang Harus Dilakukan?

4. Berikan Kompres Dingin

Jika Moms tak menemukan perdarahan usai bayi jatuh terbentur kepala, Moms bisa memberikan kompres dingin untuk Si Kecil.

Baringlkanlah ia dengan posisi kepala yang lebih tinggi. Jangan lupa untuk memastikan agar es batu tidak bersentuhan langsung dengan kulit Si Kecil.

Balutlah es batu dengan kain atau handuk yang bersih. Letakkan kompres di area yang terbentur selama 15-20 menit.

Moms bisa mengulangi tindakan ini 3-4 kali dalam sehari ketika dibutuhkan.

Baca Juga: Sebelum Jalan-jalan, Berikut Kebutuhan Bayi yang Diperlukan untuk Bepergian

Tanda Cedera Saat Kepala Bayi Jatuh Terbentur Kepala

tanda-tanda cedera saat kepala bayi terbentur

Foto: goodhousekeeping.com

Ketika mengalami bayi jatuh terbentur kepala, mungkin Moms akan melihat berbagai macam tanda. Istilah ‘cedera kepala’ mencakup seluruh rentang cedera, dari benjolan kecil dahi hingga cedera otak traumatis.

Cedera kepala ringan biasanya tidak melibatkan fraktur tengkorak atau cedera otak yang mendasarinya.

Dilansir dari Kids Health, berikut beberapa tanda cedera kepala yang mungkin dialami bayi saat kepalanya terbentur:

1. Perdarahan

Kemungkinan perdarahan pun bisa hadir ketika mengalami bayi hatuh terbentur kepala.

Jika bayi jatuh dan mengakibatkan luka atau laserasi, mungkin ada perdarahan signifikan yang memerlukan perhatian medis seperti harus membersihkan dan menjahit luka, bahkan jika tidak ada cedera otak atau tengkorak.

2. Benjolan

Dalam kasus ini, pembengkakan dan benjolan besar atau memar pada kulit dapat muncul tanpa gejala lebih lanjut.

Setelah ada benjolan di kepala, bayi bisa mengalami sakit kepala dan rasa tidak nyaman.

Namun, pada usia ini, sulit bagi mereka untuk mengomunikasikan perasaan ini. Ini mungkin akan muncul sebagai peningkatan kerewelan atau kesulitan tidur.

3. Fraktur Tengkorak yang Luka

Untuk cedera kepala sedang sampai berat biasanya akan melukai atau merusak fraktur tengkorak, memar, gegar otak, pendarahan di otak atau sekitar lapisan yang mengelilinginya, dan gegar otak. Ini adalah jenis cedera otak traumatis yang paling umum dan paling parah.

Meskipun sangat langka, cedera yang lebih parah dapat melibatkan fraktur tengkorak, yang dapat menekan otak dan juga menyebabkan pembengkakan, memar, atau pendarahan di sekitar atau di dalam otak. Ini adalah keadaan paling serius yang memerlukan perhatian medis darurat.

4. Gegar Otak

Gegar otak dapat memengaruhi banyak bagian otak dan menyebabkan masalah pada fungsi otak. Hal ini bisa terjadi ketika mengalami bayi jatuh terbentur kepala.

Tanda-tanda gegar otak pada anak-anak dapat meliputi:

  • sakit kepala
  • hilang kesadaran
  • perubahan kewaspadaan
  • mual juga muntah

“Jika Anda melihat salah satu dari gejala ini, hubungi dokter anak Anda. Atau langsung menuju ke ruang gawat darurat jika anak Anda kehilangan kesadaran,” saran Avinash Mohan, M.D., co-chief bedah saraf pediatrik di Rumah Sakit Anak Maria Fareri di Westchester Medical Center, di Valhalla, New York.

Biasanya, dokter akan mengevaluasi bayi untuk berjaga-jaga dan melakukan catatan medis.

Saat mengevaluasi cedera kepala, dokter anak atau dokter gawat darurat kemungkinan akan bertanya tentang bagaimana cedera terjadi, apa yang dilakukan bayi sebelum cedera, dan gejala apa yang dialami bayi setelah cedera.

Dokter mungkin juga melakukan serangkaian pemeriksaan neurologis seperti melihat mata dan melihat respons bayi terhadap suara dan sentuhan, dan juga pemeriksaan fisik umum.

Jika dokter melihat ada hal yang serius, dokter dapat meminta tes pencitraan seperti CT scan.

Baca Juga: Kenali Gejala Gegar Otak Pada Balita

Pantau Keadaan Si Kecil

bayi jatuh terbentur kepala

Foto: Orami Photo Stock

Usai melakukan pertolongan pertama bayi jatih terbentur kepala, jangan lupa untuk terus pantai tanda bahaya yang muncul pada Si Kecil, ya!

Tanda yang biasanya muncul seperti sakit kepala, kejang, muntah yang hebat, terlihat mengantuk, adanya keluar carian bening dari telinga atau juga hidung, tak bisa berjalan, atau kesadaran Si Kecil yang menurun dalam 24 jam ke depan.

Ketika Moms melihat adanya gejala yang disebutkan di atas, jangan sampai menunda untuk membawa Si Kecil ke dokter, ya! Bayi jatuh terbentur kepala bisa saja membahayak kanrena ada kemungkinan perdarahan di otak.

Meski demikian, jika selama Moms memantau dan Si Kecil tampak aktif dan tak menunjukkan gejala yang disebutkan, kemungkinania tak mengalami hal yang membahayakan.

Meski demikian, Moms harus tetap siaga dan berhati-hati agar Si Kecil tidak kembali jatuh dan mengalami benturan di kepala pada waktu mendatang ya, Moms!

Risiko Saat Kepala Bayi Terbentur

ternyata ini risiko yang akan terjadi ketika kepala bayi terbentur

Foto: todaysparent.com

Sebuah studi tahun 2016 di Swedia, menyimpulkan adanya kemungkinan korelasi antara cedera otak traumatis (termasuk gegar otak ringan) saat kecil, dengan peningkatan risiko masalah kesehatan mental, cacat, dan bahkan kematian saat dewasa ketika bayi jatuh terbentur kepala.

Anak-anak yang terlalu sering mengalami cedera kepala akan memiliki risiko jangka panjang yang lebih besar.

American Academy of Pediatrics melakukan studi pada anak-anak yang didiagnosis cedera otak traumatis dari ringan hingga parah.

Hasilnya, 39% mengembangkan gejala neuropsikiatrik hingga 5 tahun setelah cedera, seperti sakit kepala, gangguan mental, cacat intelektual, depresi/kecemasan, kejang, atau kerusakan otak.

“Kebanyakan orang menganggap gegar otak hanya sebagai benjolan di kepala dan menganggap semuanya akan baik-baik saja,” kata Carol DeMatteo, profesor klinis terapi okupasi di School of Rehabilitation Science di McMaster University, di Hamilton, Ontario.

Baca Juga: Mengenal Afasia Pada Anak, Gangguan Bahasa Akibat Cedera Otak

Faktanya, gegar otak secara teknis adalah cedera otak traumatis (TBI), meskipun ini tidak berarti bahwa akan ada kerusakan permanen. "Sekalipun ringan, berhati-hatilah dan awasi anakmu dengan cermat," sarannya.

Kapan Harus ke Dokter?

kapan harus ke dokter saat kepala bayi terbentur?

Foto: Orami Photo Stock

Meski ketika bayi jatuh terbentuk kepala tidak terjadi perdarahan atau luka yang serius, Moms sebaiknya tetap memeriksakan Si Kecil ke dokter..

Untuk benturan yang tidak terlalu parah, dokter akan menjelaskan cara melakukan perawatan di rumah.

Oleh sebab itu, Moms harus membawa buah hati menemui dokter untuk dievaluasi.

Umumnya, dokter harus mengetahui apakah ada perubahan kebiasaan setelah kepalanya terbentur atau mengecek apakah ada infeksi di bagian kepala yang terbentur.

Pertanyaan yang umum ditanyakan oleh dokter adalah:

  • Bagaimana kejadiannya saat kepala terbentur dan kapan terjadinya?
  • Bagaimana benjolan terlihat saat kepalanya baru terbentur dan apa gejala lain yang timbul?
  • Apakah bayi menunjukkan tanda-tanda rewel lebih dari biasanya, pingsan, masalah ingatan, muntah, kejang, atau jadi lebih mengantuk?

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan menyeluruh pada Si Kecil. Bila jawaban Moms atas pertanyaan-pertanyaan di atas mengkhawatirkan atau pemeriksaannya menunjukkan tanda-tanda yang berbahaya, dokter akan merekomendasikan agar Si Kecil melakukan evaluasi mendalam untuk mewaspadai cedera kepala yang serius.

Dokter mungkin akan melakukan serangkaian tes neurologi, melihat mata dan respon bayi terhadap suara dan sentuhan, atau bahkan CT scan untuk mengetahui apakah ada cedera yang lebih dalam. Namun, CT Scan biasanya hanya dilakukan saat ada cedera parah pada otak.

Selain itu, dokter juga akan merekomendasikan satu atau dua hari untuk Moms mewaspadai tanda-tanda lain yang mungkin terjadi.

Baca Juga: Waspada! Bayi Rentan Jatuh dari Kasur di Fase Pertumbuhan Ini

Oleh sebab itu, tingkatkan kewaspadaan saat menemani Si Kecil bermain. Karena Moms tidak tahu kapan kepala bayi terbentur bisa terjadi. Terlebih kondisi bayi jatuh terbentur di kepala bisa terjadi meski dalam pengawasan.

  • https://kidshealth.org/en/parents/head-injury.html
  • https://pedsinreview.aappublications.org/content/40/9/468
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait