Gratis Ongkir minimum Rp 300.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kesehatan Bayi | Dec 21, 2017

Bayi Kejang, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Bagikan


bayi kejang

Kejang memiliki banyak penyebab dan cukup umum terjadi pada bayi atau anak-anak. Oleh karena itu, Moms tak perlu panik saat mengetahui si kecil kejang. Tetaplah tenang dan praktikkan cara mengatasi bayi kejang secara tepat.

Baca juga: Anak Panas Karena Demam? Jangan Panik Dulu

Ajay Gupta, M.D, seorang ahli saraf sekaligus Kepala Seksi Epilepsi Pediatri di Pusat Epilepsi/Pusat Neurologi Cleveland Clinic, Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa kejang terjadi saat banyak sel otak tidak normal aktif pada waktu bersamaan.

Untuk sementara waktu, kondisi tersebut akan menganggu sinyal normal listrik di otak. Aktivitas listrik yang berlebihan dan terlalu menguasai otak akan menyebabkan perubahan perilaku, kesadaran, dan gerakan tubuh.

Tindakan Pertolongan Saat Bayi Mengalami Kejang Demam

  1. Tetap tenang dan jangan panik.
  2. Periksa waktu sehingga Moms memiliki gambaran kasar mengenai berapa lama kejang berlangsung.
  3. Tempatkan sesuatu yang lembut di bawah kepala si kecil.
  4. Kendurkan pakaian si kecil (terutama di sekitar leher).
  5. Jangan pernah menahan atau menempatkan apapun ke dalam mulut si kecil saat kejang.
  6. Jangan pernah menenggelamkan si kecil ke dalam air atau memberikan obat, kecuali diinstruksikan untuk melakukannya oleh dokter.

 

Kebanyakan bayi kejang demam dalam waktu selama kurang dari tiga menit. Segera bawa si kecil ke dokter dalam satu atau dua hari setelah mengalami kejang demam, sehingga dokter bisa menemukan sumber penyebabnya. 

Gambaran mengenai kejang demam pada bayi dan anak-anak sangat membantu dokter dalam melakukan evaluasi. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin beberapa tes dasar untuk memastikan tidak ada kondisi lain selain demam yang menyebabkan kejang pada si kecil.

Selain itu, sebagai orang tua, Moms harus memahami benar kejang demam. Mintalah saran dokter untuk menurunkan demam saat si kecil sakit. Hal ini sangat berguna untuk mencegah kemungkinan kejang demam.

Faktor Risiko

Si kecil memiliki kemungkinan untuk kembali mengalami kejang demam meskipun sudah mendapatkan penanganan medis. Faktor risiko yang memicu terjadinya kejang demam lanjutan pada bayi dan anak-anak di antaranya:

  • Riwayat keluarga dengan kejang demam.
  • Mengalami kejang demam pertama sebelum berusia 18 bulan.
  • Mengalami kejang segera setelah serangan demam (dalam waktu satu jam).
  • Demam sedang pada saat kejang (antara 39 derajat Celcius sampai 40 derajat Celcius).

 

Tindakan Penanganan Darurat

Jika kejang berlangsung selama lima menit atau lebih, segera bawa si kecil ke fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan penanganan. Selain itu, segera cari bantuan medis jika si kecil menunjukkan gejala muntah atau leher kaku.

Lakukan tindakan penanganan darurat dengan menghubungi pihak medis jika si kecil mengalami:

  • Kejang yang terjadi hanya di satu sisi tubuh.
  • Demam 104 derajat Celcius atau lebih.
  • Mengalami lebih dari satu kejang dalam sehari.
  • Kejang tanpa demam.

 

Saat Moms menemukan gejala kejang demam yang mencurigakan, jangan ragu untuk segera menghubungi dokter.

(RGW)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.