Newborn

NEWBORN
3 Februari 2021

Mengenal Dyschezia, Penyebab Bayi Menangis Saat BAB

Rupanya menangis keras saat mengejan ada manfaatnya Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Amelia Puteri

Terkadang Moms dibuat kaget dengan teriakan dan tangisan bayi yang tiba-tiba dan rupanya Si Kecil sedang BAB.

Moms mungkin bertanya-tanya apakah fesesnya demikian keras, sehingga ia kesakitan sampai menangis, atau karna hal lainnya.

Dr. Cindy Gellner di Gellner dalam sebuah siaran Radio Kesehatan Universitas Utah, Scope, acara "The Healthy Kids Zone", membagikan beberapa penyebab bayi menangis saat BAB yang disebut dyschezia.

Apakan yang dimaksud dengan dyschezia? Yuk kita cari tahu lebih lanjut.

Baca Juga: Normalkah Bayi yang Baru Lahir Buang Air Besar Terus Menerus?

Pengertian Dyschezia

Bayi menangis saat BAB

Foto: Orami Photo Stock

Kebanyakan orang tua dari bayi yang baru lahir telah melihat anaknya melalui tahap ini. Bayi akan menjadi tegang dan berteriak hanya untuk buang air besar. Bayi menangis saat BAB yang tampaknya menyakitkan ini secara teknis disebut dyschezia.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), dyschezia adalah kondisi bayi sehat yang berusia kurang dari 6 bulan yang mengalami ketegangan berlebihan saat buang air besar, sehingga menyebabkan bayi menangis saat BAB.

Si Kecil akan tampak sangat tidak nyaman, sering menangis atau menjerit, memerah di wajah, dan mengangkat lutut ke perut, sebelum akhirnya buang air besar.

Bayi menangis saat BAB tentu akan menimbulkan kecemasan bagi orang tua, dan bisa terjadi beberapa kali sehari.

Moms akan terkejut dan berakhir mengunjungi dokter anak mereka selama 2 sampai 3 bulan pertama kehidupan bayi dengan kekhawatiran bahwa Si Kecil mengalami sembelit.

Bayi menangis saat BAB terjadi karena belum sempurnanya proses koordinasi saat BAB.

Di usia ini, bayi mungkin mengalami kegagalan menyelaraskan relaksasi otot dasar panggul, kontraksi otot perut, dan pengangkatan lutut.

Sangat terlihat menyakitkan karena mereka akan melakukan ini berulang kali tanpa hasil. Tapi akhirnya, otot-otot itu diambil alih oleh tenaga bayi. Si Kecil akhirnya akan rileks, dan kotoran pun akhirnya keluar.

Baca Juga: Frekuensi BAB Bayi Sesuai Usia (0-12 bulan)

Penyebab Bayi Menangis Saat BAB

Dyschezia, Penyebab Bayi Menangis Saat Mengejan

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms melihat bayi menangis saat BAB, Moms tidak sendiri. Fenomena ini dikenal dengan dyschezia pada bayi.

Buang air besar membutuhkan dua peristiwa terkoordinasi:

  • Relaksasi dasar panggul
  • Peningkatan tekanan intra-abdominal (mengejan saat BAB)

Bayi menangis saat BAB belum mengembangkan koordinasi ini sehingga mereka tidak dapat menikmati buang air besar dengan mudah.

Si Kecil memiliki refleks tinja yang tidak terkontrol dan otot-otot anus tidak rileks untuk waktu yang tepat, sehingga bayi mendorong keras dengan diafragma dan otot-otot perut, itulah yang membuat bayi menangis saat BAB.

Di saat yang sama Si Kecil malah merapatkan anusnya.

Bayi menangis saat BAB adalah masalah dalam belajar buang air besar. Menangis adalah upaya bayi untuk menciptakan tekanan intra-abdomen, sebelum mereka belajar mengejan secara lebih efektif untuk BAB. Bayi tidak menangis karena kesakitan.

Mengutip pernyataan Gellner di Healthcare, stimulasi rektal dengan supositoria, obat yang dimasukkan lewat anus dapat diberikan.

Namun, penerapan teknik ini, bisa mengganggu proses belajar bayi untuk melepaskan tinja secara alami.

“Kami tidak menganjurkan orang tua untuk melakukan ini kecuali fesesnya sangat keras dan bayi Anda secara fisik tidak dapat mengeluarkan bola keras feses tanpa bantuan. Biasanya, dalam kasus-kasus itu orang tua bahkan mungkin melihat sedikit darah pada tinja itu sendiri. Itu benar-benar sembelit dan sangat jarang terjadi pada bayi yang mengonsumsi ASI,” kata Gellner.

Bayi yang diberi susu formula biasanya memiliki feses seperti pucat, yang cenderung keras. Namun perlu diketahui itu bukan karena sembelit.

Baca Juga: Ini Cara Membersihkan Mata Bayi yang Tepat, Mata Bebas Kotoran

Manfaat Bayi Menangis saat BAB

Dyschezia, Penyebab Bayi Menangis Saat Mengejan

Foto: Orami Photo Stock

Gellner menekankan, bayi menangis saat BAB bermanfaat untuk meningkatkan tekanan pada perut mereka, yang membantu mendorong tinja.

Bayi mungkin berteriak, karena sensasi mengejan adalah hal baru baginya, tidak selalu berarti kesakitan.

Soalnya, membuang kotoran sembari berbaring adalah posisi yang sulit. Sementara, bayi tidak bisa duduk dan "mendorong".

Si Kecil harus mengoordinasikan otot-otot perutnya untuk menekan sambil merilekskan anusnya. Itu tidak mudah untuk bayi kecil! Pada saat ia belajar rileks, masa-masa itu akan lancar ke depannya.

Jadi Moms tidak akan menemui lagi kondisi bayi menangis saat BAB.

Baca Juga: Kenali 8 Warna Dan Tekstur BAB Bayi Untuk Mengetahui Gambaran Kesehatannya

Kondisi Normal Kotoran Bayi Baru Lahir

warna kotoran normal pada bayi

Foto: Orami Photo Stock

Seberapa sering bayi baru lahir buang kotoran selama minggu-minggu pertama kehidupan sangat tergantung pada apakah mereka menyusu atau diberi susu formula.

Bayi baru lahir yang minum ASI biasanya lebih lancar BAB dengan volume tinja yang lebih banyak. Sementara bayi yang diberi susu formula mungkin mengeluarkan tinja lebih sedikit.

Nah untuk warnanya, bayi yang baru lahir akan melewati saat mengeluarkan meconium.

Kotoran ini berupa zat hitam, lengket, seperti tar dalam beberapa hari pertama setelah kelahiran.

Menurut jurnal The Defecation Pattern of Healthy Term Infants Up To The Age of 3 Months, bayi yang disusui memiliki feses yang lebih lunak dibandingkan bayi yang diberi susu formula dan warnanya lebih sering kuning. Pada usia 3 bulan, 50% feses bayi yang diberi susu formula berwarna hijau.

Nah, Moms perlu cemas jika bayi mengeluarkan kotoran keras dan padat.

Baca Juga: Ini Dia Tips Mengatasi Sembelit pada Bayi dan Balita

Mengatasi Bayi Menangis saat BAB

mengatasi bayi yang menangis saat BAB

Foto: Orami Photo Stock

Stimulasi rektal dengan supositoria, Q-tip, dan termometer dapat memberikan kelegaan sementara jika bayi menangis saat BAB.

Tetapi teknik-teknik ini sebenarnya tampaknya mengganggu bayi dalam belajar melepaskan feses dan sebenarnya dapat menyebabkan bayi tidak dapat buang air besar tanpa bantuan di masa depan.

Untuk alasan tersebut, tidak menganjurkan orang tua untuk melakukan ini kecuali fesesnya sangat keras dan bayi secara fisik tidak dapat mengeluarkan feses yang keras tanpa bantuan.

Biasanya, dalam kasus tersebut Moms bahkan mungkin melihat sedikit darah pada feses. Itu benar sembelit dan sangat jarang terjadi pada bayi yang disusui.

Bayi yang diberi susu formula biasanya memiliki kotoran seperti pucat yang mungkin agak sulit dikeluarkan, tetapi sekali lagi, itu bukan sembelit yang sebenarnya.

Laman Webmd merekomendasikan orang tua memijat perut atau kakinya sebelum atau saat bayi BAB. Ketika terlihat kepayahan anak saat mengejan, lipat kakinya hingga lututnya mendekati perut. Posisi ini memudahkannya untuk mengejan.

Moms juga bisa mengompreskan botol hangat di atas perutnya, dengan catatan tidak terlalu panas suhunya.

Moms perlu cemas jika bayi menangis saat BAB tak terhenti, bernada tinggi konsisten, bukan rintihan yang biasa terdengar pada bayi mengejan. Begitu juga jika fesesnya berwarna putih, hitam, atau keras.

Jika bayi bereaksi seperti itu, segera bawa ke dokter spesialis anak ya Moms.

Tapi tetap ingat, bayi menangis saat BAB untuk meningkatkan tekanan pada perutnya, yang membantu mengeluarkan kotoran.

Ini adalah masalah yang harus dilewati Si Kecil, dan semua bayi tampaknya akan terbiasa setelah beberapa saat.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui tentang bayi menangis saat BAB. Jika Si Kecil menunjukkan tanda-tanda yang tidak biasa, Moms harus segera membawanya ke dokter ya.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait