Newborn

NEWBORN
21 Februari 2020

Bayi Tak Boleh Konsumsi Madu, Ini Dia Penjelasan Para Ahli

Memiliki khasiat banyak, tapi sayang madu tidak boleh dikonsumsi bayi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Orami

Semua orang tahu bahwa madu memiliki khasiat yang tidak diragukan lagi bagi kesehatan.

Beberapa orang tua yang belum tahu bahkan memberikan madu untuk bayi mereka sebagai bahan multivitamin atau agar dapat menambah imunitas.

Namun, sejak 2018, Lembaga Administrasi Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (FDA), mengeluarkan peringatan untuk tidak memberi madu pada bayi di bawah satu tahun, termasuk dot yang diisi atau dicelupkan ke dalam madu.

Apakah Moms tahu, kenapa bayi tidak boleh mengonsumsi madu?

Bahaya Madu untuk Bayi

honey consumption and infant botulism 1030x687

Dr. Charles R. Santerre, Ahli Toksikologi dan Ilmuwan Makanan dan bagian dari organisasi FDA, mengungkapkan meskipun madu tampaknya menjadi makanan yang sehat dan alami bahkan untuk diberikan kepada bayi, memberikan madu untuk bayi di bawah satu tahun tidak dianjurkan.

"Madu dapat mengandung spora bakteri yang disebut Clostridium botulinum. Bakteri ini dapat berkecambah dalam sistem pencernaan bayi yang belum matang dan menyebabkan botulisme pada bayi, penyakit yang jarang namun berpotensi fatal," katanya seperti dikutip dari babycenter.com.

Menurutnya, spora ini biasanya tidak berbahaya bagi orang dewasa dan anak-anak di atas 1 tahun, karena mikro-organisme yang biasanya ditemukan di usus menjaga agar bakteri tidak tumbuh.

Sebenarnya, spora botulinum juga ditemukan di banyak tempat lain pada sepanjang kehidupan sehari-hari seperti tanah, debu, dan madu.

Manusia di atas usia satu tahun sering menelan spora botulinum dan tidak akan pernah tahu akan hal itu.

Akan tetapi, bayi di bawah usia satu tahun dapat jatuh sakit hingga parah karena spora tersebut, sehingga madu untuk bayi di bawah satu tahun tidak dianjurkan.

Usus bayi tidak mampu menangani masalah yang lebih kompleks karena adanya spora botulinum hidup dan akhirnya toksin botulinum yang berbahaya dapat diproduksi.

Selain dipicu oleh madu, pada kehidupan nyata bayi juga dapat menelan spora dari alat penyedot debu atau kotoran yang menempel pada sepatu.

Sumber-sumber ini umumnya kurang dapat dicegah daripada konsumsi madu, itulah sebabnya menghindari madu untuk bayi dibawah satu tahun adalah praktik yang sangat mudah dilakukan.

Jika Moms pernah mendengar tentang SIDS atau sindrom kematian bayi mendadak, bahwa diasumsikan botulisme pada bayi menyumbang sekitar 10% dari semua kasus SIDS di seluruh dunia.

Baca Juga: Ini 4 Manfaat Madu Bagi Ibu Hamil Yang Tidak Banyak Diketahui

Bahaya Botulisme

honey 01 1 1 1024x749

Richard Wallace, ahli penyakit menular di UT Health Science Center mengatakan, botulisme bisa menyebabkan kelumpuhan, sehingga anak akan lemah dan mereka akan kesulitan mengangkat tangan, mengangkat kaki, dan juga kesulitan bernapas.

"Jadi biasanya, kekhawatiran tentang penyakit pernapasan adalah hal utama yang membawa orang tua akhirnya mencari jawaban secara medis tentang madu untuk bayi di bawah satu tahun. Ini bukan diagnosis yang mudah dibuat, karena sangat jarang terjadi masalah pernapasan karena botulisme," katanya.

Dia menambahkan hal ini terkadang membuat dokter yang berkualitas pun terkadang awalnya kurang tepat dalam mendiagnosis.

Jika penyakit ini didiagnosis terlambat dan anak tidak bisa bernapas dengan baik, Wallace juga mengatakan hal itu bisa berakibat fatal karena bisa mematikan.

"Ini berpotensi fatal, otot-otot yang membantu pernapasan bisa menjadi lumpuh. Dan jika pernapasan terganggu, maka penderita bisa mengalami kematian karena kekurangan oksigen," ujarnya.

Jika bayi benar-benar sakit pernapasan karena botulisme, biasanya mereka akan menggunakan respirator bahkan dalam waktu lumayan panjang atau beberapa minggu sampai kondisinya normal.

Oleh karena itu, jika Moms melihat bayi menunjukan gejala botulisme seperti sembelit disertai kelemahan otot, kesulitan bernapas, mual, muntah dan lesu, maka berkomunikasi dengan dokter adalah pilihan terbaik.

Baca Juga: Ssstt... Ternyata, Ini 5 Manfaat Madu untuk Anak

Madu Merusak Gigi Bayi

Kerusakan Pada Gigi Bayi

Orang tua selalu dianjurkan tidak memberikan madu untuk bayi di bawah satu tahun meskipun itu untuk mengobati batuk.

Selain karena spora botulisme, madu untuk bayi di bawah satu tahun juga bisa merusak gigi.

Sarah Schenker, PhD, seorang ahli diet berkompeten dan ahli gizi untuk kesehatan masyarakat, mengatakan alasan lain untuk tidak menambahkan madu atau gula ke makanan dan minuman bayi adalah karena dapat merusak gigi yang baru tumbuh.

"Madu sebenarnya dapat menambah rasa manis. Jika Anda ingin menambahkan lebih banyak rasa pada makanan bayi, cobalah menambahkan pure buah seperti pisang tumbuk atau buah kering. Makanan ini memberikan manis alami dan juga mengandung vitamin dan mineral bermanfaat," katanya.

Sebaiknya jangan memberikan smoothie buah atau yogurt manis instan karena beberapa yogurt dan smoothie mengandung madu sebagai bahan pemanis.

Pemanasan yang dilakukan selama produksi mungkin bisa membunuh bakteri yang ada, tetapi produk tersebut masih mengandung gula dalam jumlah tinggi.

(RIE/ERW)

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait