Kehamilan

KEHAMILAN
2 April 2020

Apa Beda Folat dan Asam Folat? Mana Yang Harus Dikonsumsi Saat Program Hamil?

Asam folat dapat mencegah cacat tabung saraf
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Reksita
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Moms tentu sudah sering mendengar istilah folat dan asam folat. Keduanya sering kali dianggap sebagai vitamin yang sama, namun sebenarnya tidak.

Tetapi apa perbedaan folat dan asam folat? Manakah yang harus dikonsumsi saat Moms sedang menjalani program hamil?

Folat dan Asam Folat, Vitamin Dalam Bentuk Berbeda

Apa Beda Folat dan Asam Folat? Mana Yang Harus Dikonsumsi Saat Program Hamil? 1

Foto: sweat.com

Menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS, folat sebenarnya adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan berbagai bentuk vitamin B9, termasuk asam folat, dihydrofolate (DHF), tetrahydrofolate (THF), 5,10-methylenetetrahydrofolate (5,10-MTHF), dan 5-methyltetrahydrofolate (5-MTHF).

Folat secara alami dapat ditemukan dalam makanan seperti buah jeruk, sayuran hijau, dan kacang-kacangan.

Sementara asam folat adalah bentuk sintesis folat yang dapat ditemukan dalam suplemen dan vitamin prenatal. Asam folat umumnya juga digunakan dalam beberapa makanan tertentu.

Baca Juga: Ibu Hamil, Konsumsi 5 Makanan Sumber Folat Ini Agar Kesehatan Janin Optimal

Folat atau Asam Folat Yang Baik Dikonsumsi Saat Berencana Hamil?

Apa Beda Folat dan Asam Folat? Mana Yang Harus Dikonsumsi Saat Program Hamil? 2

Foto: health.harvard.edu

Bukan hanya dari bentuk, perbedaan folat dan asam folat lainnya menurut CDC juga terletak pada efek keduanya. Asam folat selama ini diketahui dapat membantu mencegah cacat tabung saraf ketika dikonsumsi oleh wanita, sejak sebelum hamil.

Akan tetapi, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa folat dari sumber alami dapat memberikan manfaat yang sama. Oleh karena itu, asam folat lebih disarankan dikonsumsi saat program hamil.

“Asam folat sangat penting untuk perkembangan sistem saraf,” kata Dr. Mary Jane Minkin, Profesor Klinis Obstetri dan Ginekologi di Yale University, seperti dikutip dari Fatherly.

“Telah terbukti selama bertahun-tahun bahwa suplementasi dengan asam folat sebelum konsepsi dan berlanjut selama beberapa minggu pertama kehamilan secara signifikan dapat menurunkan kemungkinan bayi dilahirkan dengan cacat tabung saraf.”

Baca Juga: 4 Manfaat Asam Folat untuk Ibu Hamil, Wajib Tahu!

Selain itu, penelitian di JAMA mengungkapkan bahwa mengonsumsi asam folat (dalam bentuk multivitamin dan vitamin prenatal) sejak sebelum terjadi pembuahan dapat membantu menurunkan risiko gangguan autistik.

Konsumsi suplemen asam folat sejak sebelum hamil juga diketahui secara signifikan mengurangi risiko cacat jantung bawaan, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di Scientific Reports.

Berapa Banyak Asam Folat Yang Direkomendasikan Saat Program Hamil?

Apa Beda Folat dan Asam Folat? Mana Yang Harus Dikonsumsi Saat Program Hamil? 3

Foto: healthline.com

CDC merekomendasikan agar wanita usia subur mengonsumsi 400 mikrogram asam folat setiap hari. Mengingat jumlah tersebut sulit didapatkan dari makanan, sangat dianjurkan untuk mengonsumsi suplemen asam folat, makanan yang diperkaya dengan asam folat (roti dan sereal) atau keduanya.

Selain itu, direkomendasikan pula untuk selalu mengonsumsi makanan yang kaya akan folat alami.

Namun, sebelum mengonsumsi suplemen apa pun, pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter mengenai dosis vitamin prenatal atau suplemen yang harus dikonsumsi sesuai dengan kondisi Moms.

Baca Juga: Ibu Hamil Kekurangan Asam Folat, Berbahaya Bagi Janin!

Itulah perbedaan folat dan asam folat beserta manfaat keduanya untuk dikonsumsi selama program hamil.

Apakah Moms sudah berkonsultasi dengan dokter dan mengonsumsi suplemen asam folat sebagaimana yang sudah diresepkan?

Artikel Terkait