Kesehatan

KESEHATAN
14 Desember 2020

Apa Perbedaan Sesak Napas dan Napas Pendek? Simak Penjelasannya!

Moms harus tahu bedanya napas pendek dan sesak napas
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Intan Aprilia

Sesak napas biasanya ditandai dengan dada terasa sakit dan detak jantung kencang. Sesak napas kerap dirasakan setiap kali kita berolahraga atau sedang menaiki tangga. Ini karena oksigen meningkat karena tenaga yang dikeluarkan lebih banyak pada tubuh.

Sesak napas mungkin terjadi karena udara lebih sedikit yang masuk melalui hidung dan mulut atau terlalu sedikit oksigen yang masuk ke aliran darah.

Melansir Healthline, sesak napas juga salah satu gejala penyakit paru-paru, yakni penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Gejala yang ditimbulkan adalah pernapasan lebih sulit ketika sedang beraktivitas.

Di era pandemi 2020 ini, sesak napas juga menjadi salah satu gejala pada pasien positif Covid-19. Sangat banyak kemungkinan penyebab sesak napas setiap individu. Perlu diobservasi lebih lanjut oleh tenaga medis.

Baca Juga: Pentingnya Tingkatkan Imunitas Tubuh dari Infeksi Virus Corona Novel (COVID-19), Berikut Tipsnya

Sesak napas tak hanya kesulitan bernapas, namun juga ditandai dengan napas pendek. Lantas apa perbedaan sesak napas dan napas pendek?

Moms pernah merasa seolah-olah tidak bisa bernapas atau sulit untuk bernapas? Bisa jadi Moms mengalami yang namanya sesak napas. Cari tahu perbedaanya di bawah ini ya.

Sesak Napas

Sesak napas dan napas pendek, apa bedanya?.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Dilansir dari WebMd, setiap tahun, sekitar 25% hingga 50% orang di AS menemui dokter karena sesak napas.

Biasanya dikenali dengan perasaan tidak nyaman yang kita rasakan ketika tidak bisa mendapatkan cukup udara.

Sesak napas disebut juga sebagai dyspnea, yakni kondisi tidak nyaman yang menyulitkan kita bernapas secara normal. Ini terjadi karena kurangnya oksigen yang masuk ke dalam paru-paru.

Menurut MedlinePlus, pernapasan normal terjadi ketika udara masuk ke paru-paru dan keluar dari paru-paru.

Proses pernapasan sendiri melibatkan bagian tubuh seperti paru-paru, diafragma, otot di dinding dada, dan saraf otak.

Ini sebenarnya adalah gejala umum yang tidak berbahaya, bisa jadi karena kita telah melakukan suatu pekerjaan berat, sehingga kekurangan oksigen. Namun bisa juga sesak napas salah satu pemicu masalah kesehatan lainnya.

Penyebab Sesak Napas

Seperti yang kita tahu, sesak napas tidak bisa disimpulkan dari satu keadaan medis saja.

Namun perlu pemeriksaan lebih lanjut penyebab dari sesak napas itu. Ini berlaku jika seorang yang sesak napas, tak kunjung membaik dalam beberapa waktu.

Berikut ini adalah penyebab sesak napas karena kondisi kesehatan tertentu.

1. Kanker Paru-paru

Kanker paru-paru, penyebab sesak napas.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Sesak napas bisa menjadi salah satu gejala kanker paru-paru. Ini kerap ditemukan terutama pada stadium akhir.

Gejala yang ditimbulkan selain sesak napas yakni batuk, nyeri dada, terdapat dahak, batuk darah, serta suara parau.

Seiring waktu, kanker dapat menyebar ke jaringan atau organ tubuh sekitarnya, seperti kelenjar getah bening, tulang, otak, atau hati.

Jika kanker telah menyebar hingga ke organ atau bagian tubuh lain, gejala lain selain sesak napas akan muncul.

Seperti nyeri tulang, kelelahan, mati rasa di jaringan saraf serta gangguan keseimbangan.

Hanya dokter yang bisa mendiagnosis seseorang terkena kanker paru atau hanya sesak napas biasa.

Baca Juga: Kenapa Tiba-Tiba Bayi Sesak Napas Saat Menyusu?

2. Penyakit Paru-paru Obstruktif Kronis (PPOK)

PPOK berbeda dengan kanker paru-paru. PPOK adalah penyakit yang menyerang orang usia lanjut dan perokok aktif.

Sesak napas, batuk tidak kunjung reda, napas tersengal-sengal, nyeri dada, dan pembengkakan di tulang tungkai adalah gejala PPOK.

Sering ditemukan pada wanita yang berusia 40 lanjut ke atas. Untuk mendiagnosis penyakit ini biasanysesa melalui tes paru-paru dan tes darah oleh dokter spesialis.

3. Anxiety Disorder

anxiety.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Ternyata, menurut Hackensack Meridian Health, gangguan kecemasan atau yang dikenal sebagai anxiety disorder, salah satu pemicu sesak napas yang sering terjadi pada kita.

Saat stres atau merasa resah, otot-otot yang membantu bernapas menjadi kencang. Oleh sebab itu, napas pun jadi lebih cepat dari biasanya.

Mungkin tubuh merasa tidak mendapatkan cukup udara, yang dapat membuat panik dan sesak napas secara bersamaan.

Gangguan kecemasan biasanya ditandai dengan nyeri dada, lemas, dan seperti ada rasa tidak enak pada tenggorokan.

Cara untuk mengatasi ini adalah tetap rileks, duduk atau berbaring untuk melemahkan otot-otot yang kaku.

Tarik napas melalui hidung dan keluarkan melalui mulut. Hal ini dapat membantu membuat napas menjadi normal kembali.

Baca Juga: Begini Cara Menghadapi Ibu Hamil yang Sesak Napas

Perbedaan Sesak Napas dan Napas Pendek

Perbedaan sesak napas dan napas pendek.jpg

Foto: Orami Photo Stock

"Sesak napas bisa tiba-tiba, atau bisa muncul perlahan-lahan seiring berjalannya waktu," kata Dr. Sandeep Gupta, Pulmonologi di UnityPoint Health.

Sesak napas dan napas pendek memiliki kemiripan dengan gejala yang dirasakan. Namun ada perbedaan pada kedua jenis ini.

Dokter Gupta menambahkan bahwa sesak napas yang terjadi tiba-tiba dapat disebabkan oleh infeksi sekunder pada paru-paru yang berhubungan dengan penyakit paru-paru. Biasanya terjadi pada perokok berat yang lama-kelamaan mengidap penyakit paru-paru.

Sesak napas terjadi ketika kesulitan bernapas karena penyakit tertentu atau setelah melakukan aktivitas tinggi yang melelahkan.

Menurut studi yang diterbitkan oleh Mayo Clinic, Secara teknis, napas pendek berarti menghirup dan menghembuskan napas lebih pendek dari pernapasan normal tetapi dengan irama yang sama. Sedangkan sesak napas inhalasi biasanya jauh lebih pendek dari pada pernafasan.

Napas pendek dapat menjadi sesak napas ketika tugas-tugas normal tidak lagi mungkin atau jika perasaan cemas mulai terjadi.

Baca Juga: Tak Selalu Serangan Jantung, Ini 4 Penyakit Lain yang Diawali dengan Nyeri Dada

Napas pendek juga salah satu gejala penyakit jantung. Melansir informasi dari Heart Failure Matters, napas pendek terjadi karena darah dalam tubuh dari jantung kembali ke pembuluh darah.

Jantung tidak dapat memompa darah secara efektif, dan mengembalikan oksigen ke paru-paru. Hal ini yang membuat napas pendek.

Kapan Harus Menemui Dokter?

Temui Dokter Jika Sesak Napas atau Napas Pendek Berkelanjutan

Foto: Orami Photo Stock

Jika sesak napas atau napas pendek sudah membuat kita tidak lagi bisa melakukan aktivitas sehari-hari, hal ini sudah menjadi alasan yang cukup untuk menemui dokter dan berkonsultasi.

Baca Juga: Awas, Sesak Napas Saat Berbaring Bisa Jadi Pertanda Penyakit Jantung

Selain itu, perhatikan juga beberapa tanda di bawah ini, yang bisa menjadi petunjuk gejala awal sesak napas.

  • Sesak napas saat kita sedang beristirahat atau berbaring.
  • Menderita demam, tubuh menggigil, dan berkeringat di malam hari.
  • Detak jantung yang berdebar keras dan cepat.
  • Terdengar seperti bunyi saat kita bernapas.

Sesak napas dan napas pendek tidak berpihak pada jenis kelamin manapun. Sebuah studi dari Penn Medicine, kerap kali kondisi ini terjadi pada usia lanjut dengan keluhan kesulitan bernapas.

Mendiagnosis penyebab sesak napas pada lansia mungkin lebih sulit karena mereka dapat memiliki berbagai masalah medis yang dapat menyebabkan kesulitan bernapas.

Pada populasi lansia, sesak napas kerap menjadi pemicu masalah jantung, yakni disfungsi diastolik. Ini adalah masalah relaksasi otot jantung yang memicu napas pendek atau sesak napas.

"Jika pasien berkata bahwa dulu mereka bisa melakukan X, Y dan Z dan sekarang jadi tidak bisa karena sesak napas, itu adalah saat yang tepat untuk segera konsultasi ke dokter,” ucap Jason Fritz, MD, asisten profesor Clinical Medicine Divsion of Pulmonary and Critical Care Penn Medicine

Baca Juga: 4 Cara Mengobati Sesak Napas dengan Alami

Jika sudah menunjukan gejala-gejala di atas secara jelas, segera hubungi dokter untuk berkonsultasi. Jadi, sekarang Moms sudah tahu perbedaan sesak napas dan napas pendek, ya!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait