Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Tanya Pakar | Sep 5, 2018

Bekas Gigitan Nyamuk Tidak Hilang, Ketahui Cara Menanganinya

Bagikan


Tanya : 

Golongan darah saya A, dari dulu kalo digigit nyamuk tidak pernah membekas merah-merah, hanya gatal kemudian hilang.

Tapi sudah sebulan ini saya tiap digigit nyamuk pasti membekas merah-merah dan banyak di seluruh kaki & tangan.

Hal ini apakah normal, Dok? Mohon jawabannya, terima kasih.

Jawab : 

Terdapat sebagian populasi yang memiliki jenis kulit yang sensitif, sehingga dapat dengan mudah menyisakan bekas luka gelap pada kulitnya.

Sering bekas luka ini ditemui pada daerah lengan dan tungkai, yang biasanya berasal dari gigitan serangga.

Mengetahui bahwa kita memiliki kulit yang sensitif, pencegahan terbentuknya luka baru adalah yang utama, misalnya dengan cara:

1. Mengenakan pakaian lengan panjang atau celana panjang saat malam hari atau saat bepergian ke daerah yang rentan tergigit serangga

2. Mengoleskan lotion anti-nyamuk atau serangga (lakukan dulu percobaan sedikit ke kulit, untuk mengetahui ada/tidaknya reaksi alergi terhadap bahan lotion)

3. Menghindari menggaruk area yang gatal, karena garukan akan menimbulkan luka dan menyisakan bekas yang lebih besar daripada seharusnya

4. Kesehatan kulit perlu dijaga, misalnya dengan menghindari paparan sinar matahari berlebihan, menjaga kulit agar tetap lembab (misalnya memilih sabun berpelembab tinggi, atau menggunakan lotion pelembab), mengonsumsi banyak buah dan sayuran untuk menunjang nutrisi bagi kulit.

Faktor-faktor yang memicu reaksi oksidatif perlu dihindari, misalnya merokok, minuman keras, makanan berlemak tinggi (mis. gorengan), daging bakar, paparan polusi dan sinar UV.

Sementara itu, bekas luka yang sudah menetap biasanya cukup sulit diatasi. Mengonsumsi vitamin E atau memakai lotion/krim bersuplemen vitamin E mungkin membantu namun belum banyak penelitian yang mendukung manfaat pemakaian vitamin E untuk mengatasi bekas luka.

Terdapat juga sejumlah pilihan terapi untuk mengatasi bekas luka, misalnya dermabrasi, silikon gel, laser dan suntikan steroid. Konsultasikanlah ke Dokter / Spesialis Kulit, terutama yang bergerak di bidang kosmetika, jika Anda tertarik untuk mencoba pilihan terapi tersebut.

Dijawab oleh : dr. Ayu Andrian Putri

Sumber : meetdoctor.com

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.