COVID-19

17 Juni 2021

Belajar Tatap Muka Akan Dibuka Juli, Waspada Tempat Tersembunyi COVID-19 di Sekolah!

Tempat-tempat ini sering kali luput dari perhatian padahal cukup berisiko menyebarkan virus
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Rencana pembukaan sekolah pada bulan Juli 2021 masih menjadi polemik banyak orang. Tak hanya orang tua, tetapi banyak juga lembaga hingga praktisi kesehatan yang berkomentar terkait hal ini.

Pasalnya, pelaksanaan belajar tatap muka di sekolah ketika pandemi saat ini sangat berisiko bagi anak-anak. Apalagi, penyebaran virus COVID-19 di Indonesia kembali tinggi.

Perlu diketahui juga, ada beberapa tempat tersembunyi di mana virus bisa menyebar di sekolah. Kondisi yang sering kali tidak disadari ini tentu saja sangat berbahaya.

Baca Juga: Dilema Pembelajaran Tatap Muka Juli Nanti, Kasus COVID-19 Belum Turun Hingga Muncul Klaster Sekolah

Kasus COVID-19 di Indonesia Menuju Angka 2 Juta

kasus corona di indo capai 2 juta

Foto: Orami Photo Stock

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Worldometers pada Kamis, 17 Juni 2021, total kasus COVID-19 di Tanah Air telah mencapai angka 1,937,652 dengan 1,763,870 kasus dinyatakan sembuh dan sebanyak 53,476 orang meninggal dunia.

Dari seluruh data tersebut, laman resmi Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menyebutkan bahwa terdapat 5 provinsi dengan angka kematian tertinggi harian di antaranya Jawa Timur menambahkan 46 kasus dan kumulatifnya 11.813 kasus, DKI Jakarta menambahkan 34 kasus dan kumulatifnya 7.524 kasus, Jawa Tengah menambahkan 18 kasus dan kumulatifnya 9.694 orang, Jawa Barat menambahkan 15 kasus dan kumulatifnya 4.466 kasus serta DI Yogyakarta menambahkan 15 kasus dan kumulatifnya 1.312 kasus.

Sementara itu, positivity rate spesimen harian berada di angka 31,65% dan positivity rate spesimen mingguan (6 - 12 Juni 2021) ada pada angka 20,22%.

Angka-angka yang menunjukkan seberapa besar orang terinfeksi virus corona di dalam sebuah populasi tersebut dinilai sangat tinggi sehingga masih jauh di atas batas aman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 5%.

Jadi, pelaksanaan belajar tatap muka yang rencananya dimulai pada bulan Juli 2021 pun masih menuai pro kontra karena kasus COVID-19 masih terus meningkat dan mengancam keselamatan banyak orang, termasuk anak-anak.

Baca Juga: Menangis Tak Bisa Dekat Anak, Simak Kisah Zaskia Adya Mecca Rawat Anaknya yang Positif COVID-19

Waspada Tempat Tersembunyi Dimana Virus Bisa Menyebar di Sekolah

tempat tersembunyi di sekolah yang bisa menularkan virus

Foto: Orami Photo Stock

Selain peningkatan jumlah kasus yang kian tinggi perharinya, ada juga beberapa tempat-tempat di sekolah yang sering kali luput dari perhatian sehingga berpotensi menularkan virus corona.

Melansir akun sosial media Instagram @kawalcovid19.id, kebanyakan sekolah membuat protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus di gerbang, kelas, dan koridor sekolah.

Namun, sering tidak menegakkan protokol kesehatan di area parkir, warung/kafe/penjual makanan di sekitar sekolah, ruang guru, dan ruang satpam serta petugas kebersihan.

Keempat titik tersebut dinilai berbahaya serta berisiko menyebarkan COVID-19 karena masker sering dibuka ketika tidak dilihat murid padahal sedang tidak sendirian di ruangan, ruangan dipakai untuk berbincang dan makan bersama, merasa jam istirahat dan diperbolehkan membuka masker, dan pengguna area tersebut tidak banyak dan "orangnya itu-itu saja" sehingga merasa aman.

Padahal, tempat dan kondisi itu sangat rentan menjadi tempat penularan virus.

Apalagi, anak-anak belum memiliki daya tahan tubuh sekuat orang dewasa dan vaksin COVID-19 untuk siswa sekolah di bawah usia 18 tahun juga belum ada.

Hal ini tentu saja menjadi perhatian khusus apabila belajar tatap muka benar-benar dibuka kembali.

Meski pembelajaran tatap muka yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dilaksanakan secara terbatas dan semua keputusan berada pada pihak orang tua.

Untuk itu, prinsip pelaksanaan protokol kesehatan bagi sekolah harus dilakukan sepanjang hari, bukan hanya ketika dilihat oleh peserta didik atau sedang diawasi.

Kemudian, bila ada yang melanggar protokol kesehatan, sebaiknya diingatkan dan jika bebal harus dilaporkan pada pihak administrator sekolah.

Baca Juga: Belajar Tatap Muka Bisa Dilakukan Bulan Juli 2021, Mendikbud Tekankan dengan Persyaratan

Itulah beberapa informasi terkait pembukaan sekolah kala pandemi yang perlu orang tua ketahui. Jadi, apakah Moms dan Dads setuju akan rencana kebijakan ini atau justru memilih untuk menolaknya?

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait