Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Benarkah Golongan Darah Ibu Dapat Memengaruhi Kehamilan?

Bagikan


Ada empat tipe utama golongan darah yaitu A, B, O, dan AB. Selain golongan darah, wanita dapat memiliki faktor Rh (khususnya antigen Rhesus D), yaitu ketika protein muncul di permukaan darah. Wanita yang memiliki faktor Rh diklasifikasikan sebagai Rh positif (A+, B+, AB+ dan O+), sementara yang lain adalah Rh negatif (A-, B-, AB- dan O).

Sangat penting bagi wanita untuk mengetahui golongan darah mereka di awal kehamilan. Penelitian terbaru menyatakan bahwa ada pengaruh golongan darah pada kehamilan dan kesehatan bayi.

Baca juga: Kok Golongan Darah Anak Beda dengan Orang Tua?

Bagaimana golongan darah memengaruhi kesuburan?

Menurut Dr. Andrew Zuschmann, seorang spesialis kesuburan, kandungan, dan ginekolog, golongan darah dan faktor Rh dari wanita hamil dan ayah bayinya dapat memengaruhi jenis darah yang dimiliki bayi.

Ini juga akan memengaruhi antibodi yang diproduksi tubuh ibu sebagai respons imun terhadap benda asing di tubuhnya seperti bakteri, sperma, dan bahkan embrio.

1. Golongan darah memengaruhi kesuburan

Tingkat kesuburan secara langsung bergantung pada kapasitas ovarium untuk menyediakan telur dan produksi FSH (hormon perangsang folikel) tubuh wanita. Golongan darah wanita tampaknya memengaruhi jumlah hormon yang disebut follicle-stimulating hormone (FSH) yang dihasilkannya.

Telah ditemukan dalam penelitian bahwa golongan darah wanita mempengaruhi produksi FSH. Jika kadar FSH lebih tinggi dari 10, maka kesuburan akan turun.

2. Golongan garah menentukan keberhasilan IVF

Beberapa ahli percaya bahwa golongan darah memengaruhi peluang untuk berhasil atau gagal dalam prosedur IVF (in vitro fertilization) atau program bayi tabung. Sistem kekebalan wanita harus mengenali objek ini dan tidak menolak atau menghancurkannya sebagai objek asing.

Baca juga: Ingin Ikut Program Bayi Tabung? Ini 5 Hal yang Harus Kita Pahami

3. Kecocokan golongan darah

Apabila seorang wanita dengan Rh negatif (5-10% wanita) memiliki bayi dengan darah Rh positif, ini disebut ketidakcocokan Rh. Tubuh ibu akan memperlakukan protein Rh yang ditemukan dalam darah bayinya sebagai benda asing dan membuat antibodi untuk menyerangnya, ketika dua jenis darah bercampur dengan cara apa pun, yang merupakan kondisi yang disebut penyakit Rhesus.

4. Golongan darah menentukan risiko kesehatan bayi

Darah Moms dan bayi mungkin bercampur lebih cepat sebelum persalinan, jika Moms mengalami pada salah satu kondisi ini:

- Keguguran

- Cedera yang menyebabkan perdarahan

- Kehamilan ektopik

- Setelah amniosentesis (darah diambil dari tali pusat untuk diuji)

- Tes lain yang melibatkan darah diambil dari plasenta

Risiko yang sangat berat jika Moms juga memiliki ketidakcocokan Rh. Tubuh Moms akan menghasilkan antibodi sebagai respons imun dan hal ini dapat menyebabkan bayi mengalami anemia dan/atau penyakit kuning.

Baca juga: Mengenal Jasa 'Surrogate Mother', Ibu Pengganti untuk Mengandung Janin dalam Rahim

Bagaimana melindungi bayi dari masalah terkait golongan darah?

Golongan darah bayi biasanya tidak diketahui selama kehamilan. Berikut beberapa langkah pencegahan bila:

1. Moms memiliki Rh negatif

Pada usia kehamilan sekitar 28 dan 34 minggu, dokter akan merekomendasikan suntikan anti-D sehingga sistem kekebalan Moms tidak mengeluarkan respons negatif sehingga tidak mengembangkan penyakit Rhesus.

Saat bayi lahir, golongan darah bayi akan diperiksa. Dia akan diberi suntikan seandainya memiliki Rh positif. Jika bayi memiliki Rhesus negatif, maka suntikan tidak diperlukan.

2. Moms menderita penyakit Rhesus

Pastikan pemantauan terus-menerus selama kehamilan. Dokter juga akan memeriksa bayi terhadap tanda-tanda anemia, dan melakukan transfusi penukaran darah jika diperlukan.

Baca juga: Perawatan Spa Sebelum Kehamilan, Perlukah?

3. Bayi memiliki ketidakcocokan Rh

Sayangnya, ini tidak bisa dicegah. Namun, jika bayi menunjukkan tanda-tanda sakit kuning, dia akan diberikan fototerapi. Bayi mungkin juga membutuhkan transfusi darah jika menunjukkan tanda-tanda anemia.

Golongan darah dan masalah terkait itu tidak akan memengaruhi kesehatan ibu selama atau setelah kehamilan, namun dapat menimbulkan masalah serius dalam konsepsi, perkembangan bayi, dan setelah melahirkan. Harap waspada dan diskusikan dengan dokter secara detail.

(ROS) 

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.