Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Health | Oct 16, 2018

Benarkah Kontrasepsi Hormonal Tingkatkan Risiko Kanker Payudara?

Bagikan


Banyak perempuan yang menggunakan kontrasespsi hormonal, seperti pil KB, suntik KB, dan implan.

Namun, tahukah Moms jika kontrasepsi hormonal bisa meningkatkan risiko terkena kanker payudara?

Menurut Dr Rachmawati, Sp.B (K) onk, dokters spesialis bedah umum konsultan onkologi RS Pondok Indah - Bintaro Jaya, kontrasepsi hormonal memang dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Hal ini dikarenakan dengan kandungan estrogen.

Namun, bukan berarti kontrasepsi hormonal tidak boleh digunakan. Menurut dr. Rachmawati, perempuan muda boleh menggunakan kontrasepsi jenis tersebut.

"Perempuan muda yang memiliki risiko kanker payudara rendah dan tidak faktor risiko kanker payudara lainnya seperti faktor keturunan maka dianggap aman untuk menggunakan kontrasepsi hormonal," ujarnya saat ditemui di acara bincang bersama RSPI, di Jakarta.

Dr. Rachmawati menambahkan, selain itu, jika Moms menggunakan kontrasepsi hormonal, lebih baik lakukan pemantauan setahun sekali ke dokter onkologi untuk dilakukan pengecekan.

Baca Juga : 9 Faktor Risiko Kanker Payudara, Apakah Moms Memilikinya?

Faktor Risiko Menurunkan Setelah 10 Tahun

Ternyata, faktor risiko terkena kanker payudara saat memakai kontrasepsi hormonal bisa menurun bahkan menghilang.

"Ketika seseorang berhenti menggunakan kontrasepsi hormonal, maka risiko kanker payudara akan menurun dan menghilang setelah sepuluh tahun dari ia berhenti menggunakan," ujar dr. Rachmawati.

Jadi jika Moms berhenti menggunakan kontrasepsi hormonal di usia 30 tahun, maka faktor risiko kanker payudara dari kontrasepsi tersebut baru menurun atau bahkan menghilang saat Moms berusia 40 tahun.

Sebagaimana diketahui, mayoritas kasus kanker payudara terjadi pada perempuan berusia di atas 50 tahun. Namun bukan berarti perempuan di bawah usia tersebut tidak bisa terserang kanker payudara.

Oleh karena itu, lebih baik Moms terus menjalani pola hidup sehat dan meninggalkan berbagai aktivitas yang tidak sehat seperti merokok, mengonsumsi alkohol, maupun makan makanan berlemak berlebihan, ya.

(CAR)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.