Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Masalah Fertilitas | Jan 25, 2018

Benarkah Makan Kedelai Akan Meningkatkan Kesuburan?

Bagikan


Kedelai merupakan salah satu topik perdebatan terpanas di dunia makanan sehat saat ini, terutama bagi Moms yang sedang berusaha memiliki anak. Apakah manfaat kedelai untuk kesuburan dan kehamilan?

Kedelai merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang digunakan untuk membuat berbagai produk mulai dari susu, sereal, susu formula, tahu, tempe hingga burger dan mentega. Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa kedelai dapat membantu mengimbangi efek berbahaya bisphenol A (BPA) pada kesuburan―ini terlepas dari anggapan beberapa orang yang mengatakan bahwa kedelai menghalangi kehamilan.

Baca juga: Benarkah Hormon yang Tidak Seimbang Bikin Tidak Subur?

Benarkah kedelai bikin subur?

Penelitian yang dipublikasikan di Endocrine Society of Clinical Endocrinology & Metabolism, mengeksplorasi hubungan antara kedelai dan Bisphenol A (BPA), bahan kimia berbahaya yang ditemukan dalam plastik termasuk botol air dan wadah makanan, dan juga lapisan kaleng.

Para peneliti melihat data dari 239 wanita yang sedang dalam program bayi tabung alias in fitro vertilization (IVF). Terlihat bahwa kadar BPA di dalam urin berhubungan dengan berapa banyak kedelai yang mereka konsumsi.

BPA telah terbukti berdampak negatif pada kesuburan dengan mengganggu sistem endokrin, dan memiliki sifat meniru estrogen yang bisa mengacaukan hormon wanita. Meski mekanisme pastinya tidak jelas, kedelai sepertinya menghalangi pengaruh BPA terhadap tubuh.

Ironisnya, kedelai juga memiliki sifat seperti estrogen, sehingga wanita yang ingin hamil atau mengalami masalah infertilitas terkadang diminta untuk menghindarinya, walaupun Dr. Chavarro mengatakan bahwa nasihat itu menyesatkan.

Ada sejumlah besar literatur awam, terutama di internet, menunjukkan bahwa konsumsi kedelai dapat membahayakan kesuburan. Namun, sebagian besar bukti ilmiah, termasuk bukti dari uji klinis secara acak, menunjukkan hal yang sebaliknya bagi wanita.

Baca juga: 9 Kebiasaan yang Dapat Mengganggu Kesuburan Pria

Jadi, perlukah makan kedelai saat mencoba hamil?

Haruskah Moms meningkatkan asupan kedelai jika mencoba untuk hamil? Dr. Chavarro mengatakan ya, terutama jika Moms sedang menjalani treatment untuk kesuburan.

Menurut kata Dr. Chavarro, ada beberapa penelitian selama beberapa tahun terakhir yang menunjukkan bahwa konsumsi kedelai pra-konsepsi atau penggunaan suplemen kedelai meningkatkan kelahiran hidup di antara wanita yang menjalani perawatan infertilitas. Namun sebelum menjalani perubahan diet selama merencanakan kehamilan, bicarakan dengan dokter ya, Moms.

Ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk mengurangi paparan BPA, seperti:

1. Hindari produk olahan kedelai yang mengandung GMO (rekayasa genetik)

2. Beralih dari konsumsi kedelai kalengan ke kedelai yang segar

3. Mengganti wadah makanan plastik polikarbonat keras dengan wadah kaca atau logam

Apakah Moms tertarik untuk konsumsi lebih banyak kedelai?

(ROS)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.