Rupa-rupa

10 Juli 2021

9 Fakta Menarik Bendera Negara Indonesia, Ajarkan pada Anak Yuk!

Bisa jadi bahan edukasi untuk anak.
placeholder

Foto: shutterstock.com

placeholder
Artikel ditulis oleh Meiskhe
Disunting oleh Karla Farhana

Selain diajarkan di sekolah, Moms juga perlu membekali anak mengenai sejarah Indonesia agar bisa lebih mengenal negara tempatnya tinggal, dan menumbuhkan rasa cinta tanah air di dalam dirinya. Salah satunya dengan membagikan pengetahuan tentang bendera negara merah putih, yang merupakan identitas bangsa Indonesia.

Bendera merah putih punya banyak fakta-fakta menarik yang bisa dikulik dan diajarkan kepada anak. Mulai dari sejarah, arti, fungsi hingga aturannya. Meski sedikit kompleks, kalau Moms mengajarkannya dengan cara menyenangkan dan menarik, anak pun pasti akan memahaminya dengan mudah.

Baca Juga: Sekilas Sejarah Bahasa Indonesia yang Bisa Moms Beritahu pada Anak

Fakta-Fakta Unik Bendera Negara Indonesia

bendera negara

Foto: Unsplash.com

Selama ini yang kita tahu mungkin hanya arti dari warna merah dan putih pada bendera negara Indonesia. Ternyata dibalik bendera yang dikenal juga dengan sebutan Sang Merah Putih ini, tersimpan banyak sekali fakta menarik yang wajib diketahui.

Penasaran apa saja? Yuk, disimak!

1. Asal Usul Warna Merah Putih

Pernah terpikirkan kenapa bendera negara Indonesia berwarna merah putih?

Asal usul warna merah putih sebenarnya berasal dari mitologi Austronesia, rumpun bangsa yang menyebar dan menetap hampir di seluruh Indonesia di masa lalu. Mereka memaknai merah sebagai langit, dan putih sebagai tanah.

Selain itu, pada zaman kerajaan, panji-panji kebesaran dan bendera kerajaan banyak memakai unsur merah dan putih, salah satunya Kerajaan Majapahit. Bendera merah putih juga dipakai oleh pasukan Pangeran Diponegoro pada masa-masa perang melawan Belanda.

Jadi, warna merah putih pada bendera negara Indonesia adalah simbol perjuangan dan keberanian. Seperti makna yang kita ketahui selama ini, yaitu merah berarti berani dan putih berarti suci.

2. Sang Merah Putih Resmi Menjadi Bendera Negara pada 17 Agustus 1945

Menurut catatan sejarah, bendera merah putih pernah dikibarkan saat pelaksanaan Kongres Pemuda II, yang melahirkan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Namun, mendapat larangan dari pihak Belanda.

Barulah kemudian berkibar kembali pada upacara proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Hari itu juga menandai Sang Merah Putih resmi menjadi bendera negara Indonesia.

3. Bendera Merah Putih Pertama Dijahit Ibu Fatmawati dalam Kondisi Hamil Tua

bendera negara

Foto: Alchetron.com

Jelang upacara Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Ibu Fatmawati, istri Presiden Soekarno mendapat tugas untuk menjahit Bendera Pusaka, sebutan untuk bendera negara yang pertama.

Ada yang menarik saat Ibu Fatmawati menjahit bendera merah putih. Beliau sedang dalam kondisi hamil tua, menjelang kelahiran anak pertamanya, Guntur Soekarnoputra. Dengan kondisinya itu, Ibu Fatmawati berhasil menyelesaikan proses menjahit dalam dua hari. Wah, hebat!

Baca Juga: Mengenal 9 Istri Soekarno dan Kisah Cinta Romantis Presiden Pertama Indonesia

4. Bendera Pusaka Pernah Dirobek Menjadi Dua Bagian

Bendera Pusaka pernah dirobek menjadi dua kain yang berbeda. Berwarna merah dan berwarna putih. Bukan tanpa alasan, hal ini dilakukan untuk mengamankan bendera pertama itu dari sitaan Belanda.

Sekitar dua tahun setelah proklamasi kemerdekaan, Belanda melakukan Agresi Militer II di Yogyakarta, yang saat itu merupakan ibu kota negara. Presiden Soekarno kemudian memanggil ajudannya bernama Husein Mutahar, yang kemudian dikenal sebagai Bapak Paskibraka, dan mendelegasikan tugas untuk menyelamatkan Bendera Pusaka dari rampasan tentara Belanda.

Husein Mutahar lalu membagi Bendera Pusaka menjadi dua bagian dan masing-masing disimpan dalam dua tas. Tujuannya agar jika nanti disita, kedua robekan itu dianggap hanya kain biasa bukan Bendera Pusaka. Untungnya, misi menyelamatkan Bendera Pusaka berhasil dan akhirnya kembali ke tangan Presiden Soekarno pada waktu itu.

5. Bendera Pusaka Disimpan di Istana Merdeka

istana merdeka

Foto: Pinterest.com

Bendera Pusaka tidak lagi digunakan sejak 1968. Namun, selalu diikutsertakan setiap upacara kemerdekaan setiap tahun yang diadakan di Istana Negara.

Bendera Pusaka disimpan dalam ruang khusus bernama Ruang Bendera Pusaka di Istana Merdeka. Suhu dan kelembapan ruangan penyimpanan ini diatur sedemikian rupa agar Bendera Pusaka tetap awet dan tidak rusak.

6. Tidak Hanya Indonesia yang Memakai Bendera Merah Putih

Ada beberapa negara di dunia yang memakai warna bendera merah dan putih, namun ada satu negara yang benderanya persis dengan Indonesia, yaitu Monako di Eropa Barat. Dulunya Monako sempat protes agar Indonesia mengganti warna bendera. Namun, karena merupakan hasil riwayat sejarah yang panjang dan simbol perjuangan, Indonesia tetap kukuh mempertahankan warna merah putih. Akhirnya disepakati agar rasionya saja yang dibedakan. Bendera Indonesia memiliki rasio 2:3, sementara Monako dengan rasio 4:5.

Baca Juga: Nasi Putih atau Nasi Merah, Mana yang Lebih Baik untuk Balita?

Serba-Serbi Bendera Merah Putih, dari Ukuran hingga Ketentuannya

bendera negara

Foto: Unsplash.com

Penggunaan bendera merah putih diatur dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Adapun hal-hal yang diatur meliputi ukuran, larangan dan aturan pengibarannya.

7. Ukuran Bendera

Membuat bendera merah putih tidak boleh sembarang ukuran, melainkan harus mengikuti ketentuan. Bendera merah putih berbentuk persegi panjang dengan ukuran lebar 2/3 dari panjang. Bagian berwarna merah dan putih berukuran sama. Sementara, bahan kainnya tidak boleh yang luntur.

Adapun ketentuan ukuran sesuai penggunaannya yaitu:

  • 120 cm x 180 cm untuk penggunaan di lapangan umum
  • 100 cm x 150 cm untuk penggunaan di ruangan
  • 36 cm x 54 cm untuk penggunaan di mobil Presiden dan Wakil Presiden
  • 30 cm x 45 cm untuk penggunaan di mobil pejabat negara
  • 20 cm x 30 cm untuk penggunaan di kendaraan umum
  • 100 cm x 150 cm untuk penggunaan di kapal
  • 100 cm x 150 cm untuk penggunaan di kereta api
  • 30 cm x 45 cm untuk penggunaan di pesawat udara
  • 10 cm x 15 cm untuk penggunaan di meja

8. Aturan Pengibaran Bendera

bendera negara

Foto: Unsplash.com

Sama halnya dengan ukuran, pengibaran atau pemasangan bendera negara juga harus mengikuti ketentuan undang-undang. Memasang bendera harus setelah matahari terbit dan sebelum matahari terbenam. Namun dalam kondisi tertentu, dibolehkan untuk dipasang pada malam hari.

Mengibarkan bendera setiap peringatan Hari Kemerdekaan tangga 17 Agustus, wajib dilakukan semua warga negara tanpa terkecuali. Dipasang di rumah, gedung atau kantor, satuan pendidikan, transportasi umum, dan transportasi pribadi. Apabila ada yang tidak mampu membeli bendera, maka negara wajib memberikannya secara cuma-cuma.

Bendera negara juga dapat digunakan sebagai tanda perdamaian, tanda berkabung dan penutup peti jenasah. Khusus untuk berkabung, bendera merah putih dikibarkan setengah tiang. Namun ini hanya berlaku bagi presiden, menteri, pejabat negara, anggota DPR dan pejabat daerah yang wafat. Tidak untuk umum.

Sementara bendera negara sebagai penutup jenazah hanya berlaku bagi presiden, pejabat negara, pejabat daerah, TNI, anggota kepolisian dan warga negara yang dianggap berjasa.

9. Larangan Bendera Negara

Sebagai simbol negara, kita harus menjaga martabat bendera merah putih. Nah, larang-larangan bendera negara juga telah diatur dalam undanga-undang. Larang itu meliputi tidak boleh merusak, merobek, menginjak-injak, membakar, atau melakukan perbuatan lain dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan bendera negara.

Bendera negara dilarang dipakai sebagai reklame atau iklan komersial. Selain itu, tidak boleh menjadikan bendera merah putih untuk langit-langit, atap, pembungkus barang, dan tutup barang yang dapat menurunkan kehormatannya.

Baca Juga: Ini Teladan dan Sejarah Raden Ajeng Kartini, Yuk Ajarkan pada Si Kecil!

Itulah dia seluk-beluk dan fakta-fakta tentang bendera negara Indonesia yang perlu diketahui, Moms. Menarik bukan?

Jangan lupa untuk membagikan pengetahuan ini kepada Si Kecil, ya!

  • http://news.unair.ac.id/2018/11/30/mengenali-suku-austronesia-mengenali-nenek-moyang-indonesia
  • https://jdih.bpk.go.id/?s=bendera/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait