Kesehatan

KESEHATAN
10 Februari 2021

Penyebab dan Cara Mengatasi Benjolan di Belakang Telinga

Ada banyak penyebab timbulnya benjolan di belakang telinga
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Istihanah
Disunting oleh Adeline Wahyu

Moms mungkin pernah mengalami sakit di bagian telinga dan menemukan sebuah benjolan.

Dalam kebanyakan kasus, benjolan di belakang telinga tidak berbahaya dan tidak memerlukan pengobatan.

Walaupun dapat sembuh dengan sendirinya, tetapi benjolan ini juga bisa mengalami infeksi.

Jika terjadi hal tersebut, Moms sebaiknya segera menghubungi dokter untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai.

Baca juga: Jangan Anggap Sepele Sakit Telinga pada Anak, Ini Cara Mengatasinya

Penyebab Benjolan di Belakang Telinga

Benjolan di Daun Telinga

Foto: Orami Photo Stock

Beberapa kondisi dapat menyebabkan timbulnya benjolan di belakang telinga.

Melansir healthline.com berikut penyebab tumbuhnya benjolan di belakang telinga yang perlu Moms ketahui.

1. Infeksi

Virus dan bakteri bisa menyebabkan tumbuhnya benjolan.

Dua infeksi tersebut adalah radang tenggorokan dan infeksi mononucleosis (virus Epstein-Barr).

Kondisi lain yang bisa menyebabkan timbulnya benjolan di belakang telinga adalah HIV/AIDS, campak atau cacar air.

2. Mastoditis

Jika benjolan di belakang telinga mengalami infeksi telinga dan tidak mendapatkan pengobatan akan menjadi serius.

Karena bisa jadi benjolan di belakang telinga dapat mengalami infeksi telinga yang lebih serius yang disebut mastoiditis.

Infeksi ini berkembang pada tonjolan tulang di belakang telinga, yang disebut mastoid.

Hal ini dapat menyebabkan kista berisi nanah berkembang.

Pada gilirannya, Moms mungkin merasakannya sebagai gumpalan atau benjolan di belakang telinga.

3. Abses

Penyebab benjolan di belakang telinga adalah abses.

Kondisi ini terjadi bisa berkembang ketika jaringan atau sel di suatu area tubuh terinfeksi.

Tubuh Moms merespons infeksi dengan mencoba membunuh bakteri atau virus yang menyerang. Untuk melawan bakteri, tubuh mengirimkan sel darah putih ke area yang terinfeksi.

Sel darah putih ini mulai menumpuk di lokasi yang rusak dan akibatnya nanah mulai berkembang.

Nanah adalah produk kental seperti cairan yang berkembang dari sel darah putih mati, jaringan, bakteri, dan zat penyerang lainnya.

Abses seringkali terasa nyeri dan hangat saat disentuh.

Baca juga: 13 Penyebab Telinga Panas dan Merah, Bisa Jadi karena Infeksi Lho!

4. Otitis Media

Otitis media adalah istilah lain untuk infeksi telinga. Kondisi ini bisa terjadi karena berkembangnya bakteri atau virus.

Ketika terjadi infeksi, itu dapat menyebabkan penumpukan cairan dan pembengkakan yang menyakitkan.

Gejala ini dapat menyebabkan pembengkakan atau timbulnya benjolan di belakang telinga.

Antibiotik dapat digunakan untuk meredakan gejala dan mengakhiri infeksi.

5. Limfadenopati

Benjolan di belakang telinga juga bisa disebabkan oleh linfadenopati.

Iranian Journal of Medical Sciences menjelaskan Limfadenopati perifer (PAP) sering kali disebabkan oleh penyakit infeksius lokal atau sistemik, jinak dan dapat sembuh sendiri.

Limfadenopati dimulai di kelenjar getah bening, struktur kecil seperti organ yang ada di seluruh tubuh. Kelenjar ini berada di bawah lengan, leher, panggul dan di belakang telinga.

Dari waktu ke waktu, kelenjar getah bening akan membengkak. Dalam banyak kasus, pembengkakan disebabkan oleh infeksi.

Ketika jumlah sel yang melawan infeksi bertambah, mereka akan mulai menumpuk di kelenjar getah bening.

Kelenjar getah bening yang membengkak biasanya disebabkan oleh infeksi, peradangan, atau kanker.

6. Kista Sebasea

Kista sebasea merupakan salah satu penyebab timbulnya bejolan di belakang telinga.

Kista sebasea adalah benjolan non-kanker yang muncul di bawah kulit. Mereka paling sering berkembang di kepala, leher, dan batang tubuh.

Jenis kista ini berkembang di sekitar kelenjar sebaceous, yang bertanggung jawab untuk memproduksi minyak yang melumasi kulit dan rambut.

Kebanyakan kista sebaceous menyebabkan sedikit atau tidak ada rasa sakit.

Hanya saja, saat kista ini timbul mungkin Moms akan merasakan ketidaknyaman atau menjengkelkan karena di mana mereka berkembang di tubuh.

Baca juga: Ada Benjolan di Belakang Telinga Bayi, Yuk Cek Penyebab dan Cara Mengatasinya!

7. Jerawat Vulgaris

Jerawat adalah kondisi kulit umum yang terjadi ketika folikel rambut di kulit tersumbat.

Sel kulit mati dan minyak dapat menyumbat folikel dan kemudian timbul jerawat dan benjolan.

Pada kasus tertentu, benjolan ini akan menjadi besar, padat, dan terkadang terasa nyeri.

Selain itu, jerawat juga bisa menjadi penyebab timbulnya benjolan di belakang telinga.

8. Lipoma

Lipoma adalah benjolan lemak yang berkembang di antara lapisan kulit.

Lipoma dapat berkembang di bagian tubuh mana saja dan biasanya tidak berbahaya. Hal ini juga bisa menjadi salah satu penyebab timbulnya benjolan di belakang telinga.

Kondisi tidak dapat dideteksi dari permukaan kulit saat baru tumbuh. Moms mungkin dapat meraba dengan tangan saat lipoma mulai membesar.

9. Kanker Nesofaring

Benjolan di belakang telinga juga bisa menjadi salah satu gejala kanker nasofaring. Apalagi, kalau benjolan ini juga tumbuh di bagian lain seperti leher atau tenggorokan.

Hampir semua jenis kanker tidak memiliki gejala di awal.

Namun, seiring berkembangnya penyakit, beberapa gejala seperti benjolan di belakang telinga yang disertai dengan nyeri, pilek tidak kunjung sembuh, sering mimisan, gangguan pendengaran, sariawan yang tidak kunjung sembuh, suara serak, nyeri pada leher atau rahang dan penurunan berat badan bisa jadi gejala kanker nesofaring.

Jika Moms mengalami gejala seperti ini, sebaiknya Moms segera kunjungi rumah sakit dan melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Jjika tidak segera ditangani kondisi ini akan semakin parah dan sulit untuk diobati.

Baca juga: 5+ Cara Membersihkan Telinga Bayi yang Aman, Yuk Coba Moms!

Cara Memeriksa Penyebab Benjolan di Belakang Telinga

Daun Telinga Bengkak Berisi Cairan

Foto: Orami Photo Stock

Moms yang memiliki riwayat berjerawat mungkn akan lebih mudah mendeteksi benjolan di telinga saat timbul.

Namun, tidak sedikit orang yang menyadari hadirnya benjolan di belakang telinga saat mulai mengeras atau membesar.

Penyebab benjolan di belakang telinga dapat Moms periksa tanpa membutuhkan alat khusus atau pergi ke dokter.

Moms hanya perlu merasakan ciri-ciri yang ada pada benjolan di belakang telinga itu sendiri.

Jika benjolan di belakang telinga terasa lembut dan lentur, itu mungkin lipoma.

Namun, saat Moms menyentuh benjolan di telinga terasa sakit dan lembut besar kemungkinan itu adalah abses atau jerawat.

Saat Moms merasakan ada gejala lain, seperti demam atau mengigil bisa jadi benjolan di telinga tersebut merupakan tanda infeksi lain di tubuh. Ketika hal ini terjadi, sebaiknya Moms segera berkonsultasi pada dokter.

Cara Menghilangkan Benjolan di Belakang Telinga

menghilangkan benjolan di telinga

Foto: Orami Photo Stock

Benjolan di belakang telinga memang bisa sembuh tanpa adanya pengobatan.

Hanya saja, jika ada gejala lain yang menyertai bisa jadi benjolan tersebut adalah tanda dari infeksi penyakit lain. Saat hal ini terjadi, Moms sebaiknya segera berkonsultasi pada dokter.

Pemeriksaan fisik pada area tersebut dan pemeriksaan umum biasanya dapat membantu dokter mengetahui dengan tepat apa yang terjadi di belakang telinga.

Berdasarkan apa yang ditemukan dokter, mereka mungkin menyarankan untuk membiarkan benjolan sembuh dengan sendirinya, atau sejumlah perawatan, dari pengobatan hingga operasi.

Benjolan di bawah kulit memang sangat jarang disebabkan oleh kanker. Namun, lebih aman jika benjolan tersebut disingkarkan apalahi yang memiliki potensi kanker.

Jika benjolan tersebut adalah tumor, diagnosis yang cepat penting untuk kemungkinan pengobatan yang terbaik. Jika benjolan di bawah kulit bersifat kanker, kemungkinan besar itu adalah sarkoma jaringan lunak. Sehingga Moms harus segera menghubungi dokter.

Benjolan di belakang telinga juga bisa diatasi dengan cara alami dan dilakukan di rumah. Yuk Moms simak, cara menghilangkan bejolan di belakang telinga berikut ini.

Baca juga: Waspada Telinga Bengkak dan Sakit Bisa Jadi Karena Hal Ini!

1. Berkumur Air Garam dan Kunyit

Moms bisa mengobati benjolan di belakang telinga dengan cara berkumur air garam.

Selain itu, Moms juga bisa mencoba berkumur dengan air rendaman kunyit.

Cara ini dapat menghilangkan benjolan di belakang telinga yang disebabkan oleh pembengkakan di jaringan getah bening.

2. Mengoleskan Campuran Minyak Zaitun dan Bawang Putih

Jika benjolan di belakang telinga yang disebabkan oleh mastoditis juga bisa disembuhkan dengan pengobatan rumahan.

Siapkan 1 hingga 2 tetes minyak zaitun kemudian campurkan bawang putih yang sudah dicincang.

Kemudian oleskan campuran tersebut ke benjolan di belakang telinga Moms secara rutin hingga mengecil.

3. Kompres dengan Air Hangat

Salah satu penyebab benjolan di belakang telinga adalah kista sebasea.

Kondisi ini dapat diatasi dengan cara mengompres dengan air hangat. Cara ini dapat meringankan peradangan.

Namun, jika benjolan semakin membesar, Moms sebaiknya menghubungi dokter untuk diperiksa lebih lanjut. Dokter mungkin akan menyarankan operasi kecil untuk mengangkat benjolan ini.

Baca juga: 5 Penyebab Telinga Bunyi Dug Dug, Bisa Jadi Karena Kotoran yang Menumpuk!

4. Jangan Menggaruk

Benjolan di belakang telinga sebaiknya jangan digaruk. Karena menggaruk dapat menyebabkan infeksi.

Untuk menghindari hal ini, Moms sebaiknya tutupi dengan perban.

Moms demikian penjelasan mengenai benjolan di telinga, penyebab dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat ya Moms.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait