Kesehatan

KESEHATAN
13 Desember 2020

Benjolan di Daun Telinga, Apa Artinya? Cek Di Sini!

benjolan di telinga bisa terjadi di bagian atas dan bagian bawah, apa penyebabnya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Istihanah
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Benjolan dapat tumbuh hampir di seluruh bagian tubuh, termasuk daun telinga. Benjolan di daun telinga atau earlobe cyst biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, tidak bersifat kanker dan tidak menyebabkan masalah serius. Jenis benjolan ini juga sering disebut kista epidermoid atau kista sebasea.

Jurnal SeatPearls menjelaskan kista epidermoid atau kista sebasea, adalah nodul subepidermal yang terenkapsulasi jinak yang berisi bahan keratin. Walaupun tidak berbahaya, tetapi benjolan di daun telinga dapat berkembang perlahan dan menetap selama bertahun-tahun.

Namun, benjolan di daun telinga tetap harus diperiksakan ke dokter jika mengalami pembengkakan dan timbul rasa sakit. Karena bisa jadi, hal ini akan merupakan infeksi dari virus atau bakteri.

Benjolan di daun telinga bisa tumbuh di bagian atas dan juga bagian bawah, tepatnya di bagian yang ditindik untuk anting. Lalu, apa perbedaan berjolan di telinga atas dan telinga bawah? Berikut penjelasannya.

Baca Juga: Cara Mencegah Infeksi Telinga Pada Bayi

Cara Mengetahui Benjolan di Daun Telinga

Benjolan di daun telinga tampak seperti kantung yang terdapat dalam sel kulit mati. Warnanya tampak sedikit berbeda dari warna kulit, bahkan bisa berubah menjadi kemerahan. Ukurannya juga tidak lebih dari sebesar kadang polong. Namun, Moms tetap harus memperhatikan apakah ukuran ini dapat membesar atau tidak.

Hampir semua benjolan di telinga bersifat jinak dan seharusnya tidak menimbulkan masalah selain masalah penampilan kecil atau gangguan kecil. Misalnya, akan terasa tidak nyaman ketika menelpon karena terdapat benjolan tersebut.

Biasanya benjolan di telinga akan tumbuh di atas, belakang atau bagian bawah telinga Moms. Jika cairan ini pecah, akan mengeluarkan cairan yang disebut keratin dan teksturnya mirip dengan pasta gigi.

Penyebab Benjolan di Telinga

Benjolan di daun telinga juga dikenal sebagai kista epidermoid. Kondisi ini terjadi ketika sel-sel epidermis yang seharusnya terkelupas masuk lebih dalam ke kulit dan berkembang biak. Sel-sel ini membentuk dinding kista dan mengeluarkan keratin, yang mengisi kista.

Folikel rambut atau kelenjar minyak yang rusak dapat menyebabkan tumbuhnya benjolan di telinga. Masalah ini juga bisa disebabkan oleh faktor keturunan atau bisa juga terbentuk tanpa alasan. Mereka terjadi pada kebanyakan orang di beberapa titik. Namun, masalah ini umumnya tidak perlu dikhawatirkan.

Selain itu, penyebab benjolan di telinga juga dapat disebabkan oleh hal lain, tergantung lokasi tumbuhnya benjolan tersebut.

1. Benjolan di Telinga Atas

Benjolan di Daun Telinga

foto : medicalnewstoday.com

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, benjolan di telinga bisa tumbuh di beberapa bagian, salah satunya di bagian atas telinga. Benjolan di daun telinga bagian atas biasanya disebabkan tersumbatnya kelenjar minyak di bagian bawah kulit.

Kondisi ini memang tidak membahayakan, hanya saja benjolan di telinga bagian atas dapat membesar dan mengganggu aktifitas dan penampilan Moms. Journal of Cutaneous and Aesthetic Surgery benjolan di telinga atas yang ukurannya besar jarang terjadi di bagian tubuh lain.

2. Benjolan di Telinga Bawah

Benjolan di Daun Telinga

foto: healthline.com

Selain di bagian atas, benjolan juga terjadi di bagian bawah. Benjolan di telinga bagian bawah biasanya disebabkan oleh trauma. Misalnya, karena proses tindikan atau mengalami infeksi karena alergi terhadap anting.

Baca Juga: Apakah Aman Menggunakan Vakum Telinga untuk Membersihkan Kotoran?

Cara Diagnosis Daun Telinga

Jika Moms merasakan benjolan di sekitar daun telinga atau kulit kepala, kemungkinan besar itu adalah kista jinak dan akan hilang tanpa pengobatan. Terkadang kista akan membesar, tetapi tetap akan hilang tanpa pengobatan.

Moms mulai harus menemui dokter jika benjolan di daun telinga membesar, menyebabkan nyeri, atau mempengaruhi pendengaran Moms. Selain itu, Moms juga harus memperhatikan warnanya. Jika warnanya mulai berubah, itu mungkin terinfeksi.

Dokter nantinya akan mendiagnosis setelah pemeriksaan fisik sederhana. Jika hal tersebut dianggap tidak cukup, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan lanjutan, seperti CT Scan, USG dan juga biopsi.

CT Scan dapat membantu dokter menemukan jalan terbaik untuk operasi dan menemukan kelainan. USG untuk mengidentifikasi jenis benjolan yang ada di dalam tubuh. Kemudian biopsi untuk mengambil contoh jaringan dan diperiksakan di laboratorium sehingga mengetahui apakah benjolan tersebut berpotensi kanker atau tidak.

Cara Menyembuhkan Benjolan di Daun Telinga

Perawatan untuk benjolan di telinga berbeda-beda tergantung pada tingkat keparahannya. Jika kista tidak menimbulkan masalah, Moms tidak perlu mengobatinya. Bahkan, bisa hilang tanpa pengobatan.

Moms mungkin akan diminta untuk melakukan pengangkatan jika benjolan di telinga disertai dengan rasa sakit yang mengganggu atau ukuran semakin besar dan menimbulkan rasa tidak nyaman.

Selain itu, jika benjolan di telinga menyebabkan nyeri berkepanjangan atau gangguan pendengaran, Moms harus membuat janji dengan dokter untuk menghindari infeksi.

Seorang dokter dapat melakukan tindakan dengan operasi dengan anestesi lokal. Dokter akan memotong kista, mencabutnya, dan menjahitnya di kulit.

Penting untuk diingat bahwa tanpa operasi pengangkatan, benjolan di daun telinga biasanya akan kembali. Perawatan terbaik adalah memastikan pengangkatan lengkap melalui operasi. Namun, beberapa orang memutuskan untuk tidak menjalani operasi karena dapat menimbulkan bekas luka di kulit.

Dokter juga akan menyarankan berbagai pengobatan seperti, conventional wide excision, minimal excision atau laser dengan melakukan biopsi kecil

Setelah melakukan pengangkatan terhadap benjolan di dain telinga, dokter biasanya akan memberikan antibiotik untuk mencegah infeksi. Dokter akan memberikan dua jenis antibiotic, oral dan juga salep. Moms harus menggunakan dua jenis obat ini sampai proses penyembuhan selesai. Moms juga mungkin akan diberikan krim bekas luka untuk mengurangi munculnya bekas luka operasi.

Walaupn Benjolan di telinga tidak dapat dicegah, tetapi masalah ini dapat disembuhkan dengan pengobatan di rumah. Saat melakukan pengobatan untuk menghilangkan benjolan di daun telinga, pastikan Moms menekannya hingga pecah. Karena hal ini dapat menyebabkan jaringan parut dan menyebabkan infeksi.

Moms lebih baik melakukan kompres air hangat untuk mengempeskan benjolan di daun telinga. Hal ini dianggap cara yang paling ampuh untuk mengempeskan benjolan.

Baca Juga: 5 Hal Penting yang Harus Diketahui Sebelum Tindik Telinga Bayi

Komplikasi dari Benjolan di Daun Telinga

Benjolan di daun telinga memang tidak perlu dikhawatirkan, tetapi Moms tetap perlu memperhatikan adanya komplikasi. Jika komplikasi terjadi Moms disarankan untuk segera menghubungi dokter.

Komplikasi dari benjolan di telinga yang mungkin bisa terjadi adalah infeksi, peradadangan, benjolan yang pecah dan juga kanker kulit, namun kondisi sangat jarang terjadi.

Benjolan di daun telinga biasanya jinak dan cenderung terbentuk pada orang dewasa. Selain itu, benjolan di daun telinga juga bisa menjadi gejalan kelainan genetik. Biasanya orang yang memiliki riwayat sindrom Gardner atau kondisi genetik lainnya, mungkin harus segera menghubungi dokter jika memiliki benjolan di daun telinga.

Jika Moms menjalani operasi pengangkatan total, benjolan di daun telinga kemungkinan besar tidak akan kembali di masa mendatang.

Moms juga harus perhatian luka pasca operasi, karena bisa jadi menimbulkan infeksi. Hubungi dokter segera jika terjadi infeksi, Karena infeksi yang terjadi pada luka bekas operasi benjolan di daun telinga bisa diobati dengan antibiotic.

Artikel Terkait