Kesehatan

KESEHATAN
18 Februari 2021

5+ Penyebab Bentol Berair dan Cara Mengatasinya, Catat!

Hindari menggaruk atau memencet bentol yang timbul untuk mencegah iritasi lebih lanjut
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Pernahkah kulit Moms melepuh? Lepuh yang juga disebut vesikula oleh ahli medis adalah bagian kulit yang terisi dengan cairan bening. Lepuh biasanya berkembang untuk melindungi kulit yang terluka dan membantunya sembuh.

Lepuh memiliki beberapa penyebab potensial, termasuk gesekan kulit, infeksi virus, dan paparan bahan kimia tertentu.

Penyebab umum lepuhan ini menghasilkan bentol berair saat terjadi gesekan antara kulit, yang menyebabkan lapisan kulit terpisah dan terisi cairan.

Apa penyebab lainnya dari bentol berair yang bening dan terkadang terasa gatal? Yuk kita lihat di bawah ini, Moms.

Baca Juga: 3+ Makanan Penyebab Bisul, Cari Tahu Juga Cara Mengatasinya!

Penyebab Bentol Berair

penyebab bentol berair

Foto: healthline.com

Ruam kulit berbentuk bentol berair yang terasa gatal pada dasarnya dapat diakibatkan oleh beberapa kemungkinan penyebab berikut ini:

1. Cedera

Lepuh bisa berkembang akibat cedera kulit, termasuk:

  • gesekan atau garukan
  • paparan bahan kimia tertentu, seperti kosmetik atau deterjen
  • menekan atau mencubit
  • suhu yang sangat tinggi atau rendah yang menyebabkan luka bakar atau radang dingin

Beberapa bentol berair bisa terasa sakit, dan bisa terasa gatal. Meskipun kebanyakan lepuh sembuh tanpa pengobatan, lepuh parah mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh atau memerlukan pengobatan.

Seseorang harus menghindari lepuh, yang dapat meningkatkan kemungkinan infeksi.

Menutupi lepuh dengan Band-Aid dapat memberikan perlindungan tambahan saat proses penyembuhan.

2. Eksim

Eksim adalah kondisi peradangan kulit yang umumnya menyerang anak-anak. Ada banyak jenis eksim, beberapa di antaranya menyebabkan lepuh.

Misalnya, eksim dyshidrotic menghasilkan bentol berair gatal kecil di tangan dan kaki. Lepuh biasanya terjadi pada:

  • telapak tangan
  • sisi jari
  • Sol sepatu
  • tepi kaki

Seringkali ada rasa gatal yang hebat dan sensasi terbakar di area yang terkena, dan kulit mungkin tampak merah atau berubah warna dan pecah-pecah di sekitar lepuh. Terkadang, lepuh bisa terinfeksi.

Membersihkan area yang terkena secara teratur akan membantu mengurangi kemungkinan infeksi dan membantu memperbaiki gejala.

Dokter mungkin menyarankan kortikosteroid untuk mengobati lepuh pada beberapa orang.

Kita seringkali dapat mencegah terjadinya lepuh dengan menghindari pemicu eksim yang sudah diketahui, seperti produk kosmetik atau logam, dan secara teratur mengoleskan pelembap.

Baca Juga: Ruam Kulit Jadi Gejala Corona? Ini Penjelasannya

3. Infeksi

Infeksi tertentu juga dapat menyebabkan kulit melepuh. Infeksi ini meliputi:

  • herpes
  • cacar air
  • herpes zoster
  • stomatitis
  • impetigo

Gejala lain juga dapat terjadi di samping lepuh, tergantung pada infeksinya.

Misalnya, impetigo adalah infeksi bakteri yang awalnya menyebabkan luka gatal, merah atau ungu. Keropeng kuning yang berkerak kemudian dapat berkembang di atas luka dan mengeluarkan nanah atau cairan.

Dalam jurnal Impetigo, kondisi ini disebabkan oleh bakteri Streptococcus atau Staphylococcus.

Beberapa bentuk herpes mempengaruhi alat kelamin, menyebabkan pembentukan lepuh di sekitar alat kelamin dan anus.

Jurnal yang diterbitkan dalam U.S. National Library of Medicine menyebutkan bahwa gejala biasanya dimulai dengan kesemutan atau sensasi terbakar. Tak lama kemudian, lepuh herpes akan mulai berkembang dan meletus menjadi bentol berair yang nyeri.

Herpes zoster adalah ruam yang menyerang satu sisi tubuh. Ruamnya bisa terasa nyeri dan gatal. Herpes zoster juga bisa menyebabkan demam, sakit kepala, dan menggigil.

Perawatan untuk infeksi yang menyebabkan lecet akan bervariasi tergantung penyebabnya.

Dokter mungkin meresepkan antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri, seperti impetigo. Untuk infeksi virus, seperti herpes zoster, dokter mungkin menyarankan obat antivirus dalam kasus yang lebih parah.

Beberapa obat antivirus yang umum termasuk:

  • asiklovir (Zovirax)
  • famciclovir (Famvir)
  • valacyclovir (Valtrex)

Vaksinasi adalah cara yang efektif untuk mencegah banyak virus.

4. Alergi

Alergi bisa mengiritasi kulit dan menimbulkan bentol berair. Misalnya, dermatitis kontak adalah reaksi kulit terhadap iritan atau alergen.

Zat yang dapat menyebabkan reaksi kulit pada beberapa orang antara lain produk kosmetik dan deterjen.

Alergi juga bisa menyebabkan gatal-gatal. Biduran adalah benjolan atau bekas yang berkembang di mana saja di kulit dan tampak merah pada orang dengan warna kulit lebih cerah. Mereka bisa menyebabkan kulit menjadi panas dan bengkak.

Moms bisa mencegah alergi kulit dengan menghindari pemicunya. Pemicu umum alergi kulit meliputi:

  • sabun beraroma
  • logam tertentu, seperti nikel
  • racun ivy
  • tabir surya
  • karet
  • deodoran
  • pemutih
  • pembersih tangan

Beberapa obat, seperti antihistamin, dapat membantu mengatasi gejala alergi.

Baca Juga: 5 Jenis-Jenis Alergi Kulit yang Umum Terjadi Pada Anak

5. Pemfigoid Bulosa

Pemfigoid bulosa adalah kelainan autoimun langka yang menyebabkan bentol berair, gatal-gatal, dan gatal pada kulit.

Gangguan autoimun terjadi ketika sistem kekebalan terlalu aktif dan secara keliru menyerang jaringan sehat.

Jika seseorang memiliki pemfigoid bulosa, lepuh dan gatal-gatal dapat berkembang di:

  • lengan
  • kaki
  • perut
  • kunci paha

Lepuh mungkin berisi cairan bening atau berdarah.

Dokter biasanya menggunakan obat anti-inflamasi, seperti steroid topikal atau oral, untuk mengobati lepuh pemfigoid bulosa. Dalam kasus gangguan yang parah, dokter mungkin menggunakan obat-obatan yang menekan sistem kekebalan.

6. Skabies

Skabies atau kudis adalah bentol berair yang disebabkan oleh tungau kecil yang bersembunyi di bawah kulit. Ruam merah bergelombang sering kali berkembang menjadi lepuh kecil berisi cairan.

Menurut jurnal dalam Paediatrics & Child Health, ruam kudis paling sering terlihat di pergelangan tangan, di antara jari-jari, di bawah lengan, dan di sekitar garis pinggang.

Moms dapat menularkan kudis melalui kontak kulit ke kulit (meskipun biasanya membutuhkan lebih dari pelukan cepat atau jabat tangan untuk melakukannya).

Infestasi juga dapat terjadi akibat pakaian dan tempat tidur yang terkontaminasi.

Kudis biasanya diobati dengan losion antiparasit yang membunuh tungau dan telurnya. Obat oral juga tersedia.

Baca Juga: Scabies pada Anak, Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Cara Mengatasi Bentol Berair

krim steroid bisa mengatasi bentol berair

Foto: inhalemd.com

Kebanyakan bentol berair tidak memerlukan perawatan. Jika membiarkannya, mereka akan hilang dengan sendirinya, dan lapisan kulit atas mencegah infeksi.

Jika Moms mengetahui penyebab lepuh, Moms mungkin bisa mengobatinya dengan menutupinya dengan perban agar tetap terlindungi. Akhirnya cairan akan meresap kembali ke jaringan, dan lepuh akan hilang.

Kita tidak boleh menusuk lepuh kecuali jika terasa sangat sakit, karena kulit di atas cairan melindungi kita dari infeksi.

Bentol berair yang disebabkan oleh gesekan, alergen, dan luka bakar adalah reaksi sementara terhadap rangsangan. Dalam kasus ini, perawatan terbaik adalah menghindari apa yang menyebabkan kulit melepuh.

Lepuh yang disebabkan oleh infeksi juga bersifat sementara, tetapi mungkin memerlukan perawatan.

Jika Moms mencurigai memiliki beberapa jenis infeksi, maka harus menemui dokter segera dan melakukan konsultasi ya.

Selain obat untuk infeksi, dokter mungkin dapat memberi kita sesuatu untuk mengatasi gejalanya. Jika ada penyebab lepuh yang diketahui, seperti kontak dengan bahan kimia tertentu atau penggunaan obat, hentikan penggunaan produk tersebut.

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan lepuh, seperti pemfigus, tidak ada obatnya. Dokter dapat meresepkan perawatan yang akan membantu Moms mengelola gejala.

Ini mungkin termasuk krim steroid untuk meredakan ruam kulit atau antibiotik untuk menyembuhkan infeksi kulit.

Jadi ntuk dapat menentukan pengobatan yang tepat bagi, Moms tentunya terlebih dahulu harus dipastikan penyebabnya, karena penyebab yang berbeda akan memerlukan penanganan yang berbeda pula.

Jika keluhan terus berlanjut maka ada baiknya segera berkonsultasi dengan dokter agar ruam kulit yang timbul dapat diperiksa secara langsung/tatap muka.

"Jika diperlukan tes penunjang seperti tes kerokan kulit atau tes darah mungkin dapat dianjurkan oleh dokter untuk menelusuri penyebabnya lebih jauh," ujar dr. Ayu Andrian Putri dari Meetdoctor.com.

Baca Juga: 4 Cara Menghilangkan Bekas Luka di Kaki, Kulit jadi Mulus

Namun kita tetap harus mempertahankan basic hygiene, seperti:

  1. Menjaga kebersihan kulit dan mandi secara teratur 2 kali sehari.
  2. Gunakan sabun mandi yang lembut dan tidak mengiritasi kulit.
  3. Hindari menggaruk atau memencet bentol berair yang timbul untuk mencegah iritasi lebih lanjut.
  4. Jika gatal terasa mengganggu dapat mengoleskan losion calamine untuk meredakan gatal.
  5. Kenakan pakaian yang berbahan katun dan tidak ketat.
  6. Mengganti dan mencuci pakaian, handuk dan sprei secara rutin dengan air panas.
  7. Menjaga kebersihan tempat tidur, kamar dan lingkungan rumah dari tungau dan serangga.
  8. Hindari berbagi barang pribadi (pakaian, handuk, sprei, selimut) dengan orang lain.

Semoga membantu ya, Moms!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait