Pernikahan & Seks

PERNIKAHAN & SEKS
19 Oktober 2020

Berapa Kali Seminggu Sperma Harus Keluar?

Benarkah seringnya ejakulasi dapat menurunkan risiko kanker prostat? Sebenarnya berapa kali seminggu sperma harus keluar?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dewi
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Banyak jurnal dan artikel menyebutkan bahwa ejakulasi punya beberapa manfaat bagi Dads. Hasil studinya belum meyakinkan, seperti yang tertulis dalam salah satu artikel Healthline. Namun di situ disebut bahwa dalam sebuah penelitian, seringnya ejakulasi dapat menurunkan risiko kanker prostat. Sebenarnya berapa kali seminggu sperma harus keluar?

Benarkah 5 Sampai 6 Kali Seminggu Sperma Harus Keluar?

Dailymail menuliskan bahwa ejakulasi setidaknya 21 kali dalam sebulan secara signifikan, dapat mengurangi risiko pria terkena kanker prostat. Itu berarti Dads harus melakukan hubungan seks setidaknya 5 sampai 6 kali seminggu. Dan itu berarti juga, dalam 5 sampai 6 kali seminggu sperma harus keluar.

Apakah mungkin Dads melakukan hubungan seks atau setidaknya masturbasi sebanyak 5 sampai 6 kali dalam seminggu itu? Sedangkan dalam artikel cara mengentalkan sperma disebutkan bahwa agar cairan semen tidak encer, Dads harus memberi jeda untuk hubungan seks atau masturbasi yang membawa Dads menuju ejakulasi.

Amannya Berapa Kali Seminggu Sperma Harus Keluar?

top image cara meningkatkan kualitas sperma 2

Dalam salah satu artikelnya, Medical News Today menyebutkan bahwa tidak ada pedoman frekuensi ideal berapa kali seminggu sperma harus keluar, baik itu lewat hubungan seksual maupun masturbasi. Ada mitos yang menyebutkan kalau masturbasi secara teratur justru berbahaya. Namun Planned Parenthood mengungkapkan bahwa tidak ada bukti bahaya seringnya masturbasi.

Demikian pula, banyak juga orang yang menganggap bahwa seringnya melakukan hubugan seks dengan pasangan tidaklah berbahaya. Namun perlu diingat, Dads dan Moms keduanya harus sama-sama merasa nyaman. Kalian harus menghindari aktivitas seksual yang menyebabkan nyeri, dan lakukan posisi seks yang lebih aman.

Baca juga: Atasi Ejakulasi Dini dengan Melakukan 5 Olahraga Ini

Normalkah Frekuensi Ejakulasi Dads?

Dads mungkin termasuk salah satu dari banyak pria yang bertanya-tanya, apakah kebiasaan seksual mereka selama ini normal. Beberapa dari mereka takut kalau mungkin saja mereka tidak melakukan hubungan seks sebanyak teman-teman mereka. Atau mereka takut karena terlalu sering masturbasi.

Medical News Today menyebutkan bahwa yang benar ya memang tidak ada frekuensi yang disebut normal untuk pertanyaan berapa kali seminggu sperma harus keluar itu. Frekuensi ejakulasi tiap pria berbeda-beda karena beberapa faktor, seperti usia, kesehatan, dan termasuk status hubungan.

Dalam sebuah jurnal penelitian tentang eksplorasi seksual di Amerika pada 2015 disebutkan, hubungan seks dengan pasangan hingga terjadi ejakulasi, paling sering terjadi pada pria berusia 25 sampai 29 tahun. 68,9 persen di antaranya mengaku telah melakukan hubungan seksual melalui vagina selama sebulan terakhir.

Angka tersebut turun menjadi 63,2 persen saat diaplikasikan pada responden berusia 30-an. Dan angkanya pun terus menurun seiring bertambahnya usia di setiap dekade. Dads termasuk yang mana nih?

Frekuensi Ejakulasi Menurunkan Risiko Kanker Prostat?

kanker prostat

Healthline menuliskan bahwa meskipun dalam hasil penelitian menunjukkan hubungan langsung antara frekuensi ejakulasi dan risiko kanker prostat, tapi tetap diperlukan penelitian tambahan untuk lebih mengeksplorasi penemuan tersebut.

Seperti yang tertulis di Harvard Health Publishing disebutkan bahwa penelitian tentang seberapa sering para pria berejakulasi itu dilakukan pada rentang tahun 1992 hingga 2000. Studi tersebut mengandalkan jawaban dari para responden yang tentu hasilnya dipengaruhi oleh ingatan akan kebiasaan mereka.

Artinya, hasil dari survei tersebut belum tentu sepenuhnya akurat, karena ingatan manusia tidaklah sempurna. Selain itu, kebanyakan orang mungkin juga merasa tidak nyaman untuk jujur secara brutal tentang berapa kali mereka melakukan hubungan seks atau masturbasi sampai ejakulasi.

Perlu dicatat juga bahwa dalam penelitian pada kelompok yang sama, seperti yang ditulis di Pubmed, tidak menemukan signifikansi statistik antara ejakulasi dan risiko kanker prostat. Dan meskipun penelitian di tahun 2016 dilakukan dengan tambahan data dari satu dekade sebelumnya itu, tapi tak banyak yang berubah dalam metodenya.

Penelitian lain pun juga menghadapi keterbatasan yang sama. Seperti yang dilakukan pada 1000 pria di tahun 2003, mereka juga mengandalkan kuesioner untuk mengumpulkan datanya. Di dalamnya diajukan beberapa pertanyaan rinci yang bahkan respondennya mungkin tak tahu jawabannya dengan tepat.

Well, penting juga untuk dicatat bahwa para responden sudah didiagnosa kanker prostat, sehingga sulit untuk menentukan bagaimana peran ejakulasi tanpa mengetahui lebih jauh tentang kondisi kesehatan mereka sebelum didiagnosis. So, belum bisa dipastikan berapa kali seminggu sperma harus keluar untuk mengurangi risiko kanker prostat.

Baca Juga: Kanker Prostat VS Infertilitas Pria

Apa Sih Manfaat Ejakulasi?

Sebenarnya tidak ada penelitian yang secara lugas menyebutkan bahwa ada kaitan antara ejakulasi dengan manfaat tertentu bagi Dads. Namun lain cerita kalau sudah kaitannya dengan gairah dan kepuasan seksual yang memang erat kaitannya dengan peningkatan oksitosin dan dopamin.

Mungkin Dads juga sudah tahu kalau oksitosin berkaitan dengan emosi positif, kenyamanan baik dalam lingkungan sosial maupun hubungan intim, serta berkurangnya stres. Sedangkan dopamin, seperti tertulis di Pubmed, juga dikaitkan dengan emosi positif.

Jika disimpulkan secara sederhana, peningkatan oksitosin dan dopamin ini bisa membuat Dads merasa nyaman. Kalau sudah begitu, maka semangat Dads untuk melakukan hal-hal lain pun ikut meningkat, sehingga Dads akan merasa bahagia dan produktif.

Nah, setidaknya ejakulasi jadi punya manfaat dalam hal ini bukan?

Beda Manfaat Ejakulasi dari Hubungan Seks dan Masturbasi

5 Cara Mengatasi Ejakulasi Dini

Tidak banyak penelitian dalam hal ini, karenanya sulit juga untuk menetukan apakah ada perbedaan antara ejakulasi dari hubungan seksual atau dari masturbasi. Yang jelas, tak perlu menghitung berapa kali seminggu sperma harus keluar untuk mengetahui anggapan umum tentang manfaat ejakulasi.

Disebut oleh Healthline dalam artikelnya bahwa ejakulasi pada umumnya dipercaya membantu Dads bisa tidur, meningkatkan kualitas sperma, meningkatkan sistem kekebalan, serta membantu mengurangi gejala migrain. Thebmj bahkan menyebutkan bahwa ejakulasi juga bisa mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung.

Baca Juga: Fakta di Balik 3 Mitos Penyakit Jantung yang Sering Dipercaya

Adakah Alasan Mengontrol Frekuensi Ejakulasi?

Mungkin Dads ingin tahu apakah ada alasan untuk mengontrol berapa kali seminggu sperma harus keluar. Sedikit keluar dari pembahasan ilmiah, ada kepercayaan lama Taoisme bahwa mengontrol seberapa sering ejakulasi dapat membantu Dads mempertahankan keyakinan akan energi tak terbatas yang dihasilkan.

Dalam sebuah artikel tentang Taoisme dan seks disebutkan bahwa jika pria tidak melakukan ejakulasi dianggap memungkinkan energi yang terkandung dalam sperma akhirnya kembali ke otak dan memberinya energi.

Inilah asal mula dari ide '24 kali dalam setahun'. Beberapa guru Tao menganjurkan para pria hanya mengalami ejakulasi 20 hingga 30 persen ketika berhubungan seks. Itu berarti hanya ada 2 sampai 3 kali ejakulasi dari 10 sesi hubungan seksual. Namun ide-ide ini memang tidak didukung oleh dasar ilmiah yang kuat.

Bisakah Dads Kehabisan Sperma?

Ini Berbagai Hal Seputar Donor Sperma yang Perlu Moms Pahami

Kalau memang nantinya ditemukan dasar ilmiah bahwa beberapa kali seminggu sperma harus keluar, lalu apakah Dads nanti bakal kehabisan sperma? Dengan tegas Healthline menuliskan: tidak! Tubuh Dads bakal selalu mempertahankan surplus sperma. Faktanya, sekitar 1500 sperma diproduksi setiap detiknya. Kalau dihitung, dalam sehari bisa mencapai berapa juta tuh?

Well, berapa kali seminggu sperma harus keluar bukanlah masalah yang mendasar. Bahkan sebanyak apapun Dads berhubungan seks atau masturbasi hingga ejakulasi, sperma pun tak akan ada habisnya. Jika masih belum yakin apakah frekuensi ejakulasi Dads bakal berpengaruh pada kesehatan, ada baiknya konsultasi langsung dengan dokter ahlinya.

Artikel Terkait