Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




ASI & MPASI | Apr 4, 2018

Berapa Lama Bayi Baru Lahir Bisa Bertahan Tanpa ASI?

Bagikan


Berapa Lama Bayi Baru Lahir Bisa Bertahan Tanpa ASI?

Seperti Moms semua ketahui, ASI (air susu ibu) merupakan satu-satunya makanan untuk bayi baru lahir.

Namun, terkadang ada beberapa kondisi pada ibu yang baru melahirkan dimana ASI tidak dapat langsung keluar untuk disusui pada bayi.

Atau ketika bayi yang baru lahir tidur amat nyenyak dalam waktu cukup lama, sehingga Moms tidak bisa menyusuinya.

Dua hal seperti kejadian di atas tentu membuat Moms khawatir dan bertanya-tanya, berapa lama bayi baru lahir bisa bertahan tanpa ASI? Dan apakah hal itu berbahaya atau bisa timbulkan dehidrasi?

Baca Juga : 5 Penyakit yang Sering Dialami Bayi dalam 1 Tahun Pertama Kehidupannya

Nah, agar Moms bisa melakukan penanganan yang tepat, simak pembahasan berikut ini:

Cairan yang Dimiliki Bayi Membantunya Bertahan Tanpa ASI

Kim Oates, emeritus profesor pediatri di University of Sydney mengungkapkan bahwa bayi yang lahir dengan cairan tubuh yang cukup dapat mendukung mereka bertahan selama beberapa waktu tanpa makanan (ASI).

Sehingga saat sang ibu mengalami proses melahirkan yang sulit, kemudian pingsan setelah melahirkan, tidak bisa pulih dengan cepat atau hanya bisa menyusui dalam waktu singkat, bayi yang dilahirkannya kemungkinan besar tetap bisa bertahan dan baik-baik saja.

Dalam hal ini disampaikan bahwa bayi bisa bertahan tanpa ASI dalam waktu 24-48 jam setelah dilahirkan.

Baca Juga : ASI seret? Ini Cara Memperbanyak ASI

Sementara itu, American Academy of Pediatrics mengungkapkan bahwa bayi baru lahir lebih cenderung menunjukkan ketertarikan yang rendah untuk langsung menyusu.

Untungnya bayi baru lahir tidak membutuhkan banyak cairan dan di saat itu pula kemungkinan besar payudara sang ibu hanya mengandung kolostrum dalam jumlah kecil.

Pada tahap ini, menyusui bayi lebih sering sangat dianjurkan dibandingkan menyusui dengan tujuan membuat bayi kenyang dalam waktu lama.

Mengingat payudara masih belum terlalu dipenuhi ASI dan tetap lembut sekaligus lentur setelah melahirkan, hal ini sangat memudahkan bayi untuk belajar menyusu.

Baca Juga : Cara Agar Produksi ASI Lancar dan Melimpah Setelah Melahirkan

Usahakan Segera Menyusui Bayi Saat Menunjukkan Tanda-tanda Lapar atau Haus

Di hari-hari awal kehidupannya, sangat normal bagi bayi mengalami penurunan berat badan. 

Penurunan berat badan ini sebenarnya proses mengurangi kelebihan cairan yang terjadi saat bayi dilahirkan.

Beberapa hari setelah lahir, nafsu makan bayi akan mengalami peningkatan. Biasanya 2-5 hari setelah melahirkan, produksi kolostrum memungkinkan transisi ASI yang lebih banyak.

Kendati demikian, kebanyakan organisasi kesehatan serta ahli medis merekomendasikan untuk menyusui bayi sesegera mungkin saat ia menunjukkan tanda-tanda lapar maupun haus.

Baca Juga : Cara Membersihkan Pompa ASI yang Benar untuk Hindari Kuman dan Jamur

Biarkan Si Kecil yang mengontrol kapan dan berapa lama ia menyusu. Moms bisa membantu mengatur aliran ASI sesuai yang dibutuhkannya. Ini akan memudahkan untuk membentuk kebiasaan menyusu secara rutin.

Meskipun bayi terkadang tidak menunjukkan tanda-tanda lapar, Moms harus menyusui Si Kecil paling tidak setiap 3 jam sekali, kadang-kadang bisa juga setiap 2 jam sekali.

Tetap lakukan kebiasaan menyusui tersebut meskipun Moms harus membangunkannya yang sedang tidur dengan nyenyak.

Ini merupakan jadwal menyusui rutin dan khususnya direkomendasikan bagi bayi prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah atau bayi yang sedang sakit.

Bayi baru lahir yang sering tidur lebih dari 3 atau 4 jam per hari membutuhkan pengawasan lebih untuk memastikan berat badannya terus mengalami peningkatan (sesuai usianya).

Baca Juga : Bolehkah Mengombinasi ASI dengan Susu Formula?

Jadi Moms, bayi memang memiliki kemampuan untuk bertahan tanpa ASI.

Namun, kemampuan itu hanya berlangsung selama maksimal 48 jam setelah dilahirkan. Jadi, pastikan Si Kecil tidak mengalami dehidrasi, ya.

(RGW)

Referensi: smh.com.au, healthychildren.org, babycenter.in

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.