Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Health | Sep 27, 2018

Berapa Lama Susu UHT yang Sudah Dibuka Masih Aman untuk Dikonsumsi?

Bagikan


Berapa Lama Susu UHT yang Sudah Dibuka Masih Aman untuk Dikonsumsi?

Masa depan setiap anak tentu juga bergantung pada nutrisi yang dikonsumsi dalam asupan sehari-hari. Salah satu asupan minuman bergizi yang perlu dikonsumsi anak dalam masa pertumbuhannya adalah susu.

Namun, banyaknya pilihan susu di pasaran juga membuat konsumen bisa terkecoh untuk membedakan mana produk yang benar-benar murni susu segar dan yang bukan.

Baca Juga : Apakah Susu Bisa Menambah Berat Badan?

Dalam acara peluncuran susu UHT Greenfields beberapa waktu lalu, ilmuwan nutrisi, Dr. Matthew Lantz Blaylock, PhD., menjelaskan, “Sebagai konsumen, kita perlu jeli dalam memilih produk yang akan dikonsumsi keluarga, termasuk untuk pemilihan produk susu. Susu segar yang didapat dengan proses pasteurisasi adalah jenis susu paling baik yang dianjurkan untuk konsumsi sehari-hari.”

Alasannya, karena proses pasteurisasi membuat susu segar aman dikonsumsi dengan mempertahankan kualitas tanpa mengurangi vitamin dan mineral yang membuat susu penting untuk pola makan yang seimbang dan sehat.  

Baca Juga : Susu Full Cream dan Susu Skim, Lebih Baik yang Mana?

Namun, susu pasteurisasi hanya bisa bertahan di luar lemari pendingin selama 3-4 jam sehingga tidak bisa dengan mudah dibawa ke mana-mana untuk waktu yang lama.

Oleh karena itu dihadirkan proses Ultra High Temperature (UHT) yang mampu membunuh bakteri dan spora di dalam susu sehingga memungkinkan susu UHT disimpan di suhu ruangan dalam jangka waktu beberapa bulan.

“Untuk memastikan susu UHT yang kita konsumsi merupakan susu dengan kualitas terbaik, saya menganjurkan agar konsumen memeriksa dengan teliti sumber dari susu UHT tersebut. Pilihlah susu UHT yang dibuat hanya dari susu segar murni.”

Tandanya, Moms, bisa meihat pada kemasan jika ada tulisan made from milk artinya dibuat 100 persen dari susu segar. Sedangkan jika made with milk dibuat dengan campuran susu dan bahan lainnya. Padahal, susu terbaik itu hanya dari 1 bahan yaitu susu segar.

Menurut dr. Matthew, proses susu yang diolah menjadi susu segar sendiri dilalui dengan teknik pasteurisasi untuk menghilangkan bakteri yang ada didalamnya.

"Karena kalau susu didiamkan terkena udara luar bisa tumbuh bakteri. Sedangkan melalui proses pasteurisasi maka susu sudah steril sehingga bisa bertahan berbulan-bulan dalam kondisi kemasan belum dibuka."

Baca Juga : Apakah Anak Boleh Minum Susu UHT Setiap Hari?

Lalu jika sudah dibuka kemasannya, berapa lama susu sebaiknya dikonsumsi? Amankah bagi kesehatan?

"Jika sudah dibuka sebaiknya langsung ditaruh lagi dalam lemari pendingin. Sebab jika terkena udara luar akan mudah terkontaminasi bakteri. Maksimal 4 hari susu tersebut harus habis," lanjut dr. Matthew.

Sangat penting bagi Moms untuk memperhatikan risiko bakteri tadi disamping nutrisi yang mulai berkurang jika susu semakin lama untuk dihabiskan.

Baca Juga : 4 Fakta Tentang Susu Formula Bayi

Dalam memilih susu yang banyak beredar di pasaran, Moms juga harus jeli. Hal ini karena tidak semua jenis susu di pasaran diolah dari susu segar, tapi ada banyak yang ditambah dengan kandungan lainnya.

Jenis-jenis susu tersebut antara lain ada susu sapi mentah, susu pasteurisasi (susu segar), susu UHT (full cream), susu bubuk, dan susu dalam bentuk permen yang lebih banyak mengandung gula.

Dr. Matthew pun membedakan susu segar dan susu lainnya. "Contoh, fresh milk tidak sama dengan susu bubuk, walaupun sama-sama susu tapi tidak sama sehatnya. Susu bubuk mengandung banyak bahan kimia dan memilikiiri efek samping. Kandungannya sangat berbeda dengan susu segar."

Bakteri dalam susu mentah  membuat susu harus dipasteurisasi. Prosesnya dibersihkan, homogenisasi, pasteurisasi.

"Proses ini berbeda dengan pengolahan susu bubuk karena susu bubuk perlu tahap lebih banyak sehingga banyak kandungan yang hilang dan terkena udara jadi mudah teroksidasi. Terkadang, susu bubuk juga ditambah zat-zat lain," ungkapnya.

(ARH)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.