Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

ASI & MPASI | Aug 22, 2017

Berapa Takaran Jumlah ASI yang Dibutuhkan oleh Bayi?

Bagikan


ASI merupakan sumber gizi utama bayi yang belum bisa mencerna makanan padat. Istilah ASI eksklusif merujuk pada pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan lain pada bayi berusia 0 hingga 6 bulan. Pemberiannya diteruskan hingga anak berusia 2 tahun.

Menurut panduan WHO terbaru, ASI diberikan selama 6 bulan pertama tanpa makanan tambahan apapun karena nutrisi yang terkandung di dalamnya sudah mampu mencukupi kebutuhan selama 6 bulan pertama kehidupan bayi. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Boston Children Hospital, anak yang diberi ASI memiliki tingkat intelegensi (IQ) dan bahasa lebih tinggi dalam kehidupannya mendatang.

Baca juga: Manfaat ASI Eksklusif untuk Ibu dan Bayi

Pada minggu-minggu pertama kehidupan akan ada peningkatan jumlah kebutuhan ASI. Kemudian, jumlahnya akan menetap hingga 6 bulan kehidupan bayi. Namun, terdapat pengecualian jika bayi sedang ada di masa growth spurts di mana terjadi peningkatan kebutuhan ASI.

Jumlah Takaran ASI yang Dibutuhkan Bayi 0-6 Bulan

Pada bayi yang menyusu langsung, memang cukup sulit mengukur jumlah takaran ASI yang harus diminum oleh bayi, kecuali bayi yang mendapatkan ASIP. Menurut penelitian, bayi ASI membutuhkan sekitar 750 ml/hari (25 oz). Rata-rata bayi membutuhkan asupan ASI 570-900 ml/hari. Berikut adalah gambaran kasar mengenai berapa rata-rata jumlah ASI yang dibutuhkan oleh seorang bayi setiap kali menyusu:

  1. Hari pertama, sebanyak 7 ml atau setara dengan satu sendok teh lebih
  2. Hari kedua, sebanyak 14 ml atau hampir tiga sendok teh
  3. Hari ketiga, sebanyak 38 ml
  4. Hari keempat, sebanyak 58 ml
  5. Hari ketujuh, sebanyak 65 ml

 

Frekuensi menyusu ASI pada bulan pertama sekitar 8-12 kali per hari. Setelah berusia 1-2 bulan, frekuensi menyusunya cenderung akan berkurang menjadi 7-9 kali per hari.

Bagi Mama yang memberikan ASIP menggunakan botol, takaran kebutuhannya mungkin kurang lebih sama dengan langsung dari payudara, meskipun memang tidak ada jumlah yang baku. Hal paling penting yang perlu Mama ingat terkait frekuensi dan jumlah ASI yang diterima oleh si kecil adalah tetap fleksibel dan membiarkan bayi yang mengatur sendiri jumlah asupannya. Mama tidak perlu memaksa si kecil untuk menghabiskan isi botol ASIP maupun menghentikannya saat ia menyusu. Bisa jadi saat Mama memaksa si kecil berhenti, justru sebenarnya ia masih lapar.

Tanda-tanda Bayi Mendapatkan Jumlah Takaran ASI yang Cukup

Berikut beberapa tanda-tanda bayi ASI yang telah minum cukup ASI:

  1. Bayi menghentikan hisapan dengan sendirinya
  2. Payudara ibu tidak terasa penuh
  3. Bayi tenang dan lelap tidur
  4. Frekuensi buang air kecil bayi sering atau BAK lebih dari 6 kali sehari
  5. Tinja bayi berwarna gelap, hijau kehitaman – kuning
  6. Berat badan bayi meningkat. Umumnya berat badan bayi naik 500 gram dalam waktu 2 minggu

 

Komposisi ASI untuk bayi juga berbeda-beda berdasarkan lamanya waktu menyusui. Pada permulaan menyusui (5 menit pertama), bayi akan menghisap foremilk yang mengandung kadar protein tinggi. Sedangkan ASI yang dihasilkan pada akhir menyusui (setelah 15-30 menit) disebut hindmilk yang mengandung kadar lemak tinggi. Oleh karena itu, disarankan agar Mama menyusui si kecil sampai tuntas pada 1 payudara, baru kemudian berpindah ke payudara yang lain, sehingga si kecil mendapatkan keseluruhan kandungan ASI yang dibutuhkan.

(RGW)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.