Newborn

27 Maret 2021

Berapakah Takaran Susu Bayi yang Tepat? Simak Penjelasannya!

Menentukan takaran susu untuk bayi perlu perhitungan yang matang
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Bukan hanya soal merawat bayi, memberikan susu formula kepada bayi pun membutuhkan perhatian ekstra dari para orang tua.

Menentukan takaran susu bayi yang perlu diberikan kepada bayi perlu perhitungan yang matang. Mengingat lambung bayi masih sangat kecil, jumlah susu formula yang perlu dikonsumsi pun pasti juga terbatas.

Baca Juga: Bolehkah Mengombinasi ASI dengan Susu Formula?

Tanda Bayi Lapar

shutterstock 666091525

Foto: Orami Photo Stock

Saat bayi merasa lapar atau haus, umumnya mereka akan menunjukkan gerakan-gerakan berikut ini :

  1. Menggerakkan bibirnya menuju benda yang menempel di pipinya
  2. Menghisap jari, selimut, baju dan segala sesuatu yang ada di sekitarnya
  3. Membuka mulut sambil menggeleng-gelengkan kepala seperti mencari sesuatu
  4. Menangis (ada banyak macam tangisan bayi, Moms akan terbiasa mengenal tangisan yang menandakan bahwa dia sedang lapar)

Ketika Moms mendapati tanda-tanda tersebut, segeralah memberikan minum pada Si Kecil atau tangisnya akan semakin menjadi nantinya.

Aturan Takaran Susu Bayi

shutterstock 197109905

Foto: Orami Photo Stock

Tapi ingat lho Moms, memberi minum susu untuk Si Kecil itu punya aturan tersendiri. Besarnya takaran susu bayi yang dibutuhkan bisa Moms sesuaikan dengan usia dan berat badan bayi untuk menghindari kondisi kelebihan atau kekurangan nutrisi.

"Mengukur susu formula bayi sebelum diberikan sangat penting terutama jika menyangkut bayi dengan berat lahir rendah dan prematur," kata David Saltzman, dokter anak di wilayah Chicago.

Bayi dengan sistem yang belum matang mungkin kesulitan mencerna susu formula yang tidak disiapkan dengan benar.

Mencampur susu formula dengan terlalu banyak air juga bisa sangat berisiko.

Menurut Dyan Hes, dokter anak dari Gramercy Pediatrics di New York, jika Moms mengencerkan susu formula dengan lebih banyak air, itu akan mengandung lebih sedikit kalori per ons dan tidak memberikan kalori yang cukup untuk bayi Moms berkembang. Bahkan dapat menyebabkan kejang dan kerusakan otak.

Takaran susu bayi yang perlu diminum oleh bayi bisa diukur dengan cara: berat badan bayi dikalikan 2 untuk mengetahui jumlah terendah susu yang dibutuhkan.

Setelah itu berat badan bayi dikalikan 2,5 untuk mendapatkan jumlah susu terbanyak yang diperlukan. Misal berat badan Si Kecil 10 kg: 10 kg X 2 = 20, lalu 10 kg X 2,5 = 25. Jadi takaran susu bayi yang dibutuhkan bayi sekitar 20 hingga 25 ons per hari.

Baca Juga: Si Kecil Punya Ruam Susu? Ini 5+ Cara Mengatasinya dengan Obat Pipi Bayi Kena ASI

Jika Moms berencana memberikan susu formula kepada bayi sebanyak 6 kali dalam sehari, bagilah angka di atas menjadi 6. Moms akan mengetahui jumlah takaran susu bayi setiap kali minum adalah sekitar 4 ons.

Selain mempertimbangkan berat badan, usia juga merupakan faktor penting untuk menentukan besar kecilnya takaran susu bayi waktu minum. Berikut ini perhitungan jumlah susu formula yang harus dikonsumsi anak berdasarkan usianya :

  • Bayi baru lahir

Karena memiliki ukuran yang masih sangat kecil, lambung bayi belum bisa menerima banyak makanan. Moms perlu memberi minum secara bertahap sebanyak 8-10 kali dalam sehari. 1-2 ons atau sebanyak 30-60 ml sekali minum merupakan ukuran yang pas untuk bayi.

  • Usia 1 bulan

Mereka mulai membutuhkan susu 400-800 ml per hari, Moms bisa memberinya 3-4 ons atau 90-120 ml susu formula sekali minum.

  • Usia 2 bulan

120-180 ml atau 4-6 ons sekali minum merupakan takaran susu bayi yang pas untuk diberikan pada bayi selama 6-8 kali per hari.

  • Usia 3-6 bulan

Menurut National Health Service (NHS), bayi membutuhkan sekitar 150 hingga 200ml susu formula setiap 4-5 kali minum hingga memasuki usia 6 bulan.

Mulai memasuki bulan keenam, bayi akan membutuhkan susu formula sebanyak 200-220 ml setiap 3-4 kali minum.

Takaran Susu Bayi 6-12 Bulan

takaran susu bayi

Foto: Orami Photo Stock

Saat usia bayi sekitar 6 bulan, Moms tentu akan mulai memasukkan lebih banyak makanan ke dalam makanan bayi, dan tentu saja jumlah ASI yang mereka inginkan dan butuhkan secara bertahap akan mulai berkurang.

Tiga botol per hari dan 200 ml sekali minum merupakan takaran susu bayi yang cukup untuk diberikan kepada buah hati Moms.

Meskipun yang terpenting adalah makanan bergizi, pemberian susu formula tetap diperlukan untuk menunjang pertumbuhannya.

Beberapa jumlah takaran susu bayi di atas merupakan jumlah rata-rata yang bisa diberikan pada bayi mungil di rumah.

Tetap rutin konsultasikan kondisi Si Kecil kepada ahli kesehatan merupakan langkah tepat untuk memberikan takaran susu formula yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan buah hati.

Jika Moms menyusui, bayi kita secara alami akan menyesuaikan berapa banyak mereka menyusu sesuai dengan makanan lain yang mereka makan sepanjang hari.

Untuk bayi yang diberi susu formula, pedoman NHS menyarankan mereka mungkin membutuhkan sekitar 600 ml per hari antara 7-9 bulan dan takaran susu bayi ini akan turun menjadi sekitar 400 ml antara 10-12 bulan.

Harap diingat ini hanya panduan.

Baca Juga: Alergi Susu Sapi pada Anak: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Moms dapat mulai menawarkan susu sapi atau alternatif lain dengan menggunakannya dalam memasak, tetapi sebaiknya tidak ditawarkan sebagai minuman utama untuk menggantikan ASI atau susu formula.

Sejak 1 tahun, anak Moms akan mulai makan lebih banyak, makan lebih teratur dan mendapatkan sebagian besar nutrisinya dari makanan selain susu.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memang merekomendasikan agar bayi terus disusui hingga 2 tahun, dan seterusnya, tetapi bayi Moms akan mulai membutuhkan lebih sedikit ASI karena mereka makan lebih banyak variasi makanan.

Setelah 12 bulan, bayi Moms tidak perlu lagi susu formula. Si Kecil sekarang dapat mulai minum susu sapi dan alternatif lain sebagai minuman yang lebih biasa.

Antara usia 1-3 tahun, dianjurkan agar Moms memberikan takaran susu bayi sekitar 350-400 ml susu atau 3 porsi makanan olahan susu setiap hari.

Tetapi, jika anak Moms mengonsumsi banyak produk susu saat makan sepanjang hari, Moms mungkin perlu mengurangi susu.

Di bawah ini adalah ringkasan singkat tentang jenis-jenis utama susu yang mungkin ditawarkan pada tahap ini.

  • Susu sapi

Untuk anak di bawah 2 tahun, pilih susu sapi berlemak penuh. Semi-skim tidak memiliki kandungan nutrisi yang sama dalam hal vitamin dan mineral dan juga memiliki lebih sedikit energi.

Untuk anak-anak yang sedang tumbuh, penting bagi mereka untuk mendapatkan energi yang cukup dari makanan yang ditawarkan, sehingga semi-skim dan skim bukanlah pilihan yang tepat.

  • Susu kambing/domba

Mirip dengan susu sapi, ini tidak boleh digunakan sebagai minuman utama sampai anak menginjak usia 12 bulan.

Kandungan nutrisinya mirip dengan susu sapi jadi setelah 12 bulan, selama sudah dipasteurisasi, mereka baik-baik saja untuk dikonsumsi.

Meskipun beberapa orang mungkin memilih untuk memberikan susu kambing atau domba sebagai alternatif susu sapi karena alasan alergi, mereka umumnya dianggap setara dalam hal alergi dan keamanan.

Baca Juga: Mengalah Bukan untuk Menyerah, Bayi Saya Minum Susu Formula

  • Susu kedelai dan alternatif susu lainnya

Sebagai bagian dari pola makan yang sehat dan seimbang, susu nabati termasuk susu kedelai, oat, almond, dan susu kacang lainnya dapat ditawarkan atau digunakan untuk memasak.

Namun, perlu dicatat bahwa nutrisi tersebut tidak sebanding dengan susu sapi dan tidak semua merek mengandung nutrisi yang sama sehingga tidak boleh digunakan sebagai pengganti langsung susu sapi dalam makanan anak Moms.

Itu dia Moms takaran susu bayi yang benar untuk diberikan kepada Si Kecil. Semoga Moms bisa memahami dan mengikutinya ya.

Bagi Moms yang sedang mencari susu untuk Si Kecil, saat ini ada Promo Spesial Frisian Flag dengan potongan harga sampai dengan Rp50.000 + gratis hadiah! Moms bisa mendapatkan susu Frisian Flag untuk Si Kecil dengan harga miring! Selamat belanja Moms!

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait