Kesehatan

20 Desember 2020

Berbagai Gejala Saat Alami Kekurangan Vitamin B

Akibat kekurangan vitamin B, tubuh Moms bisa alami beberapa gejala berikut ini!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Amelia Puteri

Vitamin B adalah kelompok delapan nutrisi, yang masing-masing memiliki peran unik dalam menjaga kesehatan tubuh.

Nutrisi ini sangat penting untuk menjaga kesehatan sel dan membuat Moms tetap bersemangat dalam menjalani aktivitas harian.

Saat Moms alami kekurangan vitamin B, gejalanya akan bervariasi tergantung pada vitamin B mana yang kurang.

Ada banyak jenis makanan yang memiliki vitamin B yang tinggi, dan untuk mencegah gejala akibat kekurangan vitamin B, Moms wajib makan makanan dengan gizi seimbang.

Namun, ada juga kelompok tertentu, seperti orang dewasa yang lebih tua dan wanita hamil, yang lebih berisiko mengalami kekurangan vitamin B.

Jika tidak segera ditangani dengan benar, kekurangan vitamin B dapat mengakibatkan gangguan kesehatan yang tidak bisa dianggap sepele.

Selain itu, kondisi tertentu, seperti penyakit Crohn, penyakit Celiac, HIV, dan gangguan penggunaan alkohol juga dapat mencegah tubuh menyerap vitamin B secara efektif.

Alhasil mereka dengan penyakit ini memiliki risiko kekurangan vitamin B yang lebih tinggi lagi.

Cari tahu lebih lanjut tentang gejala kekurangan vitamin B dan bentuk pencegahannya berikut ini.

Baca Juga: Kenali Tanda dan Dampak Anak Kurang Gizi

Gejala Kekurangan Vitamin B dan Cara Mengatasinya

Gejala Kekurangan Vitamin B dan Cara Mengatasinya

Foto: Orami Photo Stock

Kekurangan vitamin B dapat mengakibatkan gejala seperti kelelahan dan kebingungan hingga anemia atau sistem kekebalan yang terganggu.

Pada beberapa kasus, pengidapnya juga bisa alami ruam kulit lho Moms. Berikut ini akan dibahas gejala dan cara mengatasi kekurangan vitamin B menurut jenis-jenisnya:

1. Vitamin B12

Vitamin B12, juga disebut cobalamin berfungsi untuk mengatur sistem saraf. Ia juga berperan dalam pertumbuhan dan pembentukan sel darah merah.

Mengutip Mayo Clinic, akibat kekurangan vitamin B jenis ini, Moms bisa alami gangguan pada sistem saraf dan sistem peredaran darah.

Kekurangan vitamin B12 juga dapat menyebabkan anemia megaloblastik, suatu kondisi di mana sumsum tulang menghasilkan sel darah merah besar berbentuk tidak normal yang tidak berfungsi dengan baik.

Kondisi psikologis seperti demensia, paranoid, depresi, dan perubahan perilaku dapat terjadi akibat kekurangan vitamin B12. Parahnya, kerusakan neurologis terkadang tidak dapat dibalik.

Ada beberapa tanda kekurangan vitamin B jenis B12, seperti:

  • Kelelahan
  • Kelemahan
  • Sembelit
  • Kehilangan selera makan
  • Penurunan berat badan
  • Mati rasa dan kesemutan di tangan dan kaki
  • Gangguan keseimbangan
  • Kebingungan
  • Ingatan yang buruk
  • Nyeri pada mulut atau lidah

Vitamin B12 ditemukan terutama dalam daging dan produk susu, sehingga orang yang menjalankan pola makan vegan berisiko mengalami defisiensi.

Namun, ada pilihan makanan untuk memenuhi kebutuhan diet B12 mereka. Sumber vitamin B12 terbaik meliputi:

  • Hati sapi
  • Daging, termasuk ikan dan unggas
  • Telur
  • Susu
  • Keju
  • Sereal sarapan
  • Susu nabati dan tepung

2. Vitamin B6

Vitamin B6 atau yang juga disebut piridoksin berfungsi untuk mengubah makanan menjadi energi.

Mengutip U.S. Office of Dietary Supplements, vitamin ini juga dapat membantu tubuh melawan infeksi dengan mendukung sistem kekebalan tubuh.

Wanita hamil dan menyusui sangat membutuhkan vitamin B6 untuk membantu otak bayinya berkembang secara normal.

Kekurangan vitamin B jenis B6 dapat menyebabkan anemia serta gangguan kulit, seperti ruam gatal atau retakan di sekitar mulut. Tanda kekurangan vitamin B6 antara lain:

  • Depresi
  • Kebingungan
  • Mual
  • Anemia
  • Kerentanan terhadap infeksi
  • Ruam kulit atau dermatitis

Untuk mencegah gejala di atas, maka Moms wajib mengonsumsi beberapa jenis makanan yang tinggi kandungan vitamin B6, seperti:

  • Unggas, ikan, dan jeroan
  • Kentang dan sayuran bertepung lainnya
  • Buah-buahan, kecuali buah jeruk

Baca Juga: Berikan Nutrisi Ini agar Otak Anak Semakin Cerdas

3. Vitamin B1 dan B2

Vitamin B1 juga disebut tiamin, dan vitamin B2 juga disebut riboflavin. Dua vitamin ini juga membantu mengubah makanan menjadi energi.

Vitamin B1 memiliki manfaat neurologis, dan vitamin B2 membantu menjaga penglihatan yang tepat.

Kekurangan vitamin B dua jenis ini sebetulnya jarang terjadi. Pasalnya, banyak makanan, seperti susu dan sereal gandum, diperkaya dengan vitamin ini.

Namun, gejala kekurangan vitamin B jenis B1 dan B12 ini biasanya terjadi pada orang-orang yang menyalahgunakan alkohol. Biasanya akan muncul gejala seperti kebingungan dan retakan di sepanjang sisi mulut.

Kebanyakan orang mendapatkan vitamin B1 dan B2 dari sereal sarapan yang diperkaya dan biji-bijian.

Sumber vitamin B1 meliputi:

  • Biji-bijian
  • Roti, sereal, pasta, dan nasi
  • Ikan
  • Kacang-kacangan, termasuk kacang hitam dan kedelai

Sementara itu, sumber vitamin B2 meliputi:

  • Telur
  • Jeroan
  • Daging tanpa lemak
  • Susu rendah lemak
  • Sayuran hijau, termasuk brokoli dan bayam
  • Sereal dan biji-bijian

4. Vitamin B3

Vitamin B3, juga disebut niacin, membantu mengubah makanan menjadi energi.

Mengutip U.S. Office of Dietary Supplements, vitamin ini juga membantu fungsi pencernaan yang baik dan nafsu makan yang sehat, dan penting untuk perkembangan sel.

Saat seseorang alami kekurangan vitamin B atau niacin, ia akan alami masalah pencernaan, seperti mual dan kram perut.

Kekurangan yang parah juga dapat menyebabkan kebingungan mental. Kekurangan yang parah dapat menyebabkan kondisi yang disebut pelagra, dengan gejala seperti:

  • Kulit kasar yang berubah menjadi merah atau coklat di bawah sinar matahari
  • Lidah merah cerah
  • Muntah
  • Sembelit atau diare
  • Kelelahan
  • Perilaku agresif, paranoid, atau bunuh diri
  • Halusinasi

Sumber makanan vitamin B3 meliputi:

  • Daging, termasuk unggas, daging sapi, dan ikan
  • Beberapa kacang-kacangan, polong-polongan, dan biji-bijian
  • Roti dan sereal

5. Vitamin B9

Vitamin B9 juga disebut folat, yang terjadi secara alami dalam makanan. Sementara asam folat adalah bentuk sintetis dan sering ditemukan dalam makanan yang difortifikasi dan diproses.

Seperti kebanyakan vitamin B, B9 membantu pertumbuhan sel darah merah. Ia juga mengurangi risiko cacat lahir saat ibu hamil mengkonsumsinya.

Kekurangan vitamin B jenis B9 dapat menyebabkan gejala berikut:

  • Anemia megaloblastik, yang menyebabkan kelemahan.
  • Kelelahan
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Sifat lekas marah
  • Sakit kepala
  • Palpitasi jantung
  • Sesak napas
  • Adanya luka di mulut
  • Perubahan warna kulit, rambut, atau kuku

Wanita hamil dengan defisiensi folat dapat menyebabkan bayi mereka lahir dengan cacat tabung saraf, seperti spina bifida.

Namun, asam folat tambahan yang berlebihan selama kehamilan juga dapat menyebabkan bayi mengembangkan masalah neurologis.

Sumber makanan folat meliputi:

  • Hati sapi
  • Asparagus
  • Sayuran berdaun hijau tua, termasuk bayam dan sawi
  • Jeruk dan jus jeruk
  • Buah-buahan dan jus buah lainnya
  • Kacang tanah dan kacang lainnya
  • Kacang-kacangan, termasuk kacang merah
  • Kacang polong, termasuk kacang polong hitam

Baca Juga: Nutrisi Selama Kehamilan agar Moms dan Janin Tetap Sehat

Cara Mencegah Kekurangan Vitamin B

Cara Mencegah Kekurangan Vitamin B

Foto: Orami Photo Stock

Moms sudah mengetahui ragam gejala kekurangan vitamin B. Lalu, seperti apa bentuk pencegahan yang bisa dilakukan?

Agar tetap sehat, kebanyakan orang tidak perlu mengonsumsi suplemen untuk mendapatkan cukup vitamin B.

Pasalnya ada banyak makanan lezat yang bisa memenuhi kebutuhan Vitamin B secara alami. Oleh karena itu, cobalah makan makanan lengkap seperti:

  • Daging
  • Biji-bijian
  • Buah-buahan
  • Sayuran

Jika Moms tidak makan daging, telur, atau produk susu, Moms masih bisa mendapatkan vitamin B12 dari makanan yang diperkaya atau ragi bergizi untuk membantu mencegah defisiensi.

Suplemen biasanya hanya merupakan pilihan terakhir jika Moms kekurangan vitamin B dan tidak dapat memperoleh vitamin B melalui makanan, atau jika Moms memiliki kondisi kesehatan tertentu yang perlu penggunaan suplemen.

Jika Moms sedang hamil atau ada anggota keluarga yang sudah berusia di atas 50 tahun, kemungkinan besar suplemen dibutuhkan.

Risiko overdosis lebih rendah dibandingkan nutrisi lain karena vitamin B larut dalam air.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait