Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perilaku Balita | Dec 28, 2017

Berhenti Mengucapkan 5 Hal Ini Agar Balita Bisa Tumbuh Dengan Pola Pikir Positif

Bagikan


 

Pola pikir anak sangat ditentukan oleh ucapan dan tindakan orang di sekitarnya. Sebagai orang yang paling dekat dan rutin berinteraksi dengan si kecil, sudah tentu orangtua memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk pola pikir positif balita. Sayangnya, banyak orangtua yang menganggap kalau apa yang diucapkannya adalah hal sepele yang tak akan berdampak bagi balita.

Untuk mengembangkan pola pikir positif sejak dini, sudah waktunya Moms menghentikan  5 ucapan berikut:

1. "Kamu Pintar Deh!"

Memberikan tanggapan positif memang baik, tapi bila diucapkan hanya saat balita sudah melakukan hal yang Moms inginkan, akibatnya bisa buruk bagi pola pikir anak nanti. Ia akan merasa sedih dan rendah diri saat tak bisa memenuhi apa yang Moms inginkan.

Agar hal tadi tak sampai terjadi, lebih baik biasakan untuk mengucapkan rasa terima kasih karena si kecil sudah berusaha semaksimal mungkin. Begitu juga halnya bila secara tak terduga ia melakukan suatu hal yang baik tanpa harus disuruh, segera ungkapkan penghargaan Anda. Dengan begitu, balita akan tahu mana yang benar-benar penting bagi orang tuanya.

2. "Kalau Kamu.. Nanti Moms Bakal Kasih.."

Kalimat ini juga sering diucapkan orangtua saat meminta si kecil untuk melakukan sesuatu, seperti menjanjikan akan memberikan permen atau es krim bila ia mau membereskan mainannya sendiri. Yang tak disadari adalah, Moms secara tidak langsung mendidik anak menjadi oportunis dan tidak memiliki rasa empati, sehingga enggan membantu orang lain jika tidak mendapatkan keuntungan bagi dirinya sendiri.

Sebagai gantinya, Moms bisa berikan alasan jelas untuk suatu hal yang harus ia lakukan, serta konsekuensi bila ia tak melakukannya. Contohnya: “Adik harus membereskan mainan sendiri, agar tak menyusahkan orang lain untuk berjalan. Kalau tak segera dibereskan, Moms terpaksa menyimpan mainan Adik di lemari terkunci untuk sementara waktu.”

Baca juga: Haruskah Anak Diberi Hadiah Supaya Mau Belajar?

3. "Berhenti Sekarang, Kalau Nggak...."

Selain bisa mengganggu pertumbuhan emosionalnya, kalimat mengancam seperti ini juga akan membuatnya takut dan tidak aman saat berada di dekat orang tuanya. Secara tidak langsung Moms juga mengajarkan padanya bahwa segala sesuatu bisa diselesaikan dengan ancaman. Waduh, bahaya sekali kan?

Alternatif yang lebih baik adalah dengan memberikan balita tenggang waktu sekian menit untuk berhenti melakukan sesuatu. Setelah waktu yang diberikan terlewati, Moms bisa langsung pindahkan si kecil ke tempat lain.

4. "Kamu Memang ..."

Sering memberi label atau mengecap anak secara negatif, seperti “kamu memang bandel” atau “kamu memang malas” tanpa sadar? Asal Moms tahu, ucapan seperti itu akan membuat balita merasa sakit hati, dikhianati dan tak lagi disayang.

Namun efek yang paling parah adalah pola pikir anak akan berubah menjadi PERSIS seperti apa yang diucapkan oleh orang tuanya. Kalau sudah begini, kan Moms juga yang repot dan malu. Jadi, hentikan memberikan label negatif pada anak ya, Moms.

Baca juga: 5 Hal yang Dapat Menyakiti Hati Anak

5. "Jangan Menangis"

Ini dia salah satu kalimat yang paling sering digunakan orangtua saat si kecil terjatuh atau ketakutan: “Eits, jangan menangis.” Padahal, bagi balita yang belum bisa membedakan perasaan dan rasa sakit, memintanya jangan menangis akan memberikan pesan bahwa  emosi yang dia rasakan tidaklah penting bagi Moms.

Bila memang tak ada masalah serius yang sedang dihadapinya, Moms bisa alihkan dengan mengatakan, “Adik kaget ya karena terpeleset? Sini peluk Moms” atau  “Tak perlu takut gelap ya, kan ada Moms.” Respon yang memberikan kehangatan dan dukungan seperti ini akan lebih bermanfaat dalam membentuk pola pikir positif.

Saat memiliki balita, sangat penting sekali untuk menjaga setiap perilaku dan ucapan Moms, terutama karena pengaruhnya yang sangat besar bagi pola pikir anak. Menurut mama, ucapan apa lagi ya yang harus dihentikan agar balita bisa tumbuh dengan pola pikir positif?  

Foto: shutterstock

(WA)

 

 

 

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.