Pernikahan & Seks

PERNIKAHAN & SEKS
18 Januari 2021

Berhubungan Saat Hamil Tua, Ini Posisi yang Pas dan Kenali Risikonya

Ada beberapa posisi seks yang bisa dicoba
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Lolita
Disunting oleh Amelia Puteri

Bercinta saat hamil tua mungkin tak terpikirkan oleh sebagian ibu hamil. Terlebih ketika proses kehamilan itu dibarengi dengan mual, muntah, dan kelelahan yang luar biasa.

Meski demikian, keinginan untuk berhubungan intim bersama pasangan pastilah selalu ada. Seks saat hamil tua tentu berbeda dibandingkan ketika Moms dalam keadaan normal atau sedang tidak hamil.

Ada perasaan tidak nyaman ketika berhubungan seksual karena perut yang mengganjal atau merasa kurang maksimal saat penetrasi. Hal-hal tersebut adalah sesuatu yang wajar ketika bercinta saat hamil tua.

Namun, sebagian dari Moms pasti bertanya-tanya, berhubungan saat hamil tua apakah aman?

Jawabannya, seks saat hamil tua aman dilakukan. Kecuali, dokter atau bidan yang merawat Moms melarang untuk bercinta. Selain aman, seks juga sangat baik untuk ibu hamil.

“Secara umum, seks cukup aman selama kehamilan,” kata Mary Jane Minkin, M.D., seorang profesor klinis di Departemen Obstetri, Ginekologi, dan Ilmu Reproduksi di Fakultas Kedokteran Universitas Yale. Moms tidak akan melukai janin dalam kandungan ketika bercinta, karena ia terlindungi dengan cairan ketuban dan leher rahim.

Baca Juga: 6 Tanda Bahaya Kehamilan Trimester Tiga, Hati-hati!

Aleece Fosnight, asisten dokter dan konselor seks di bidang urologi, kesehatan wanita, dan pengobatan seksual, menjelaskan bahwa ibu hamil yang mengalami orgasme saat hamil tua bermanfaat untuk menciptakan hormon yang menenangkan dan meningkatkan aliran darah kardiovaskular.

Manfaat baik ini juga bisa ditularkan kepada janin dalam kandungan.

Namun, ada beberapa kondisi yang membuat Moms tidak boleh bercinta selama saat hamil tua yakni plasenta previa (saat plasenta menutupi sebagian atau seluruh serviks) atau berisiko tinggi melahirkan prematur, hingga ketuban pecah karena berpotensi memasukkan bakteri penyebab infeksi ke saluran melahirkan.

Apabila Moms khawatir atau takut berhubungan saat hamil tua, Moms dapat mendiskusikan hal ini dengan pasangan atau dokter kandungan.

"Cara ini membantu menghapus kesalahpahaman, meminimalkan hambatan, dan mengatasi masalah potensial dan belum terselesaikan yang mencegah pasangan menikmati pengalaman seksual mereka selama kehamilan,” kata Dr. Bellotte.

Baca Juga: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Batuk Saat Hamil Tua

Posisi Berhubungan Saat Hamil Tua

Saat sedang hamil tua, sebaiknya Moms memilih posisi yang menjaga tekanan dan berat dari perut. Hal ini akan membuat Moms lebih nyaman dan Dads juga tidak kesulitan.

Selain itu, dalam Journal of Sex & Marital Therapy disebutkan bahwa pemilihan posisi seks yang baik dan benar sangat penting dilakukan untuk menghindari potensi kompresi aliran darah yang dapat menyebabkan pusing atau masalah lainnya.

Untuk kenyaman ekstra, Moms bisa membeli bantal khusus seks sebagai penyangga, menggunakan pelumas, atau mainan seks.

Berhubungan saat hamil tua tidak membutuhkan penetrasi untuk kesenangan maksimal. Berfokuslah untuk menstimulasi klitoris dengan memainkan jemari.

Berikut ini daftar posisi seks yang cocok saat hamil tua.

Baca Juga: Mual Muntah Saat Hamil di Trimester Ketiga, Awas Risiko Preeklamsia!

1. Posisi Woman on Top

posisi berhubungan saat hamil tua-woman on top

Foto: Orami Photo Stocks

Banyak pasangan lebih menyukai posisi ini selama trimester ketiga kehamilan.

Terlebih ketika perut semakin membesar, posisi woman on top ini terasa lebih nyaman dibandingkan harus berbaring terlentang sebagai posisi berhubungan saat hamil tua.

Selain itu, menurut penelitian berjudul Sexual Positions and Sexual Satisfaction of Pregnant Women, posisi ini juga memungkinkan Moms untuk mengontrol gerakan, kedalaman, dan kecepatan saat penetrasi.

Posisi tersebut juga memungkinkan rangsangan klitoris manual untuk membantu Moms mencapai orgasme.

Baca Juga: Meski Hamil Tua, 4 Seleb ini Tetap Cantik dan Segar!

2. Posisi Doggy Style

Berhubungan saat Hamil Tua

Foto: Orami Photo Stocks

Posisi berhubungan saat hamil tua ini dapat digunakan di trimester ketiga kehamilan manapun terutama saat sedang hamil tua.

Karena kondisi perut yang sudah cukup besar terkadang menyulitkan untuk menggunakan posisi yang saling berhadapan.

Dengan posisi ini, Moms bisa bertumpu pada pada tangan dan lutut atau berlutut. Selain itu, Moms dan Dads juga bisa menggunakan cara berbaring berdampingan (spoonin) untuk posisi yang lebih nyaman.

3. Posisi Berdiri (Standing)

Berhubungan saat Hamil Tua

Foto: Orami Photo Stocks

Menurut penelitian dari Canadian Medical Association Journal, posisi berdiri atau standing untuk berhubungan saat hamil tua akan mengurangi tekanan pada bagian punggung sekaligus menghindari sentuhan pada perut.

Moms dan Dads bisa bercinta dengan posisi ini kapan saja selagi merasa aman dan nyaman. Moms juga bisa melakukan seks sambil berdiri sambil bersandar.

Coba gunakan dinding, tempat tidur, meja, atau apa pun yang kebetulan ada di dekat Moms untuk menahan diri.

Banyak wanita menyukai posisi seks berdiri selama kehamilan karena memungkinkan penetrasi yang dangkal dan cenderung memperlambat tempo saat bercinta.

Baca Juga: Ternyata Ini Penyebab Perut Gatal Ketika Hamil Tua

4. Posisi Duduk

Berhubungan saat Hamil Tua

Foto: Orami Photo Stocks

Moms juga bisa menggunakan kursi untuk berhubungan saat hamil tua. Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa nyaman ketika bercinta.

Minta pasangan duduk di kursi tanpa sandaran lengan atau permukaan meja.

Posisi seks hamil ini sangat bagus untuk mengontrol kecepatan dan kedalaman penetrasi, dan dapat digunakan selama trimester kehamilan apa pun.

5. Posisi Spooning

posisi berhubungan saat hamil tua-spooning

Foto: Orami Photo Stocks

Posisi bercinta spooning atau menyendok adalah posisi seksual yang menggunakan teknik pelukan. Caranya, Moms berbaring menyamping dan Dads berada di belakang Moms dengan posisi yang sama.

Dengan posisi berhubungan saat hamil tua ini, ampuh untuk mengurangi tekanan pada punggung dan perut. Penetrasi dilakukan melalui jalur belakang atau mirip dengan doggy style.

Selain itu, banyak pasangan merekomendasikan posisi bercinta yang satu ini karena Dads bisa memeluk Moms dan memberikan kenyamanan ekstra.

Baca Juga: Adakah Bahaya Keputihan Saat Hamil Tua? Yuk, Simak Penjelasannya

6. Seks Oral

Berhubungan saat Hamil Tua

Foto: Orami Photo Stocks

Meskipun ini bukan salah satu posisi bercinta, tapi seks oral bisa jadi referensi untuk Moms dan Dads jika ingin berhubungan saat hamil tua.

Ini adalah pilihan yang aman selama masa kehamilan.

Namun, Dads tidak dianjurkan meniupkan udara ke dalam vagina karena hal ini dapat menyebabkan emboli udara, yaitu gelembung udara menghalangi pembuluh darah.

Meskipun jarang, emboli udara bisa mengancam nyawa ibu hamil dan bayinya.

Baca Juga: 5 Tips Mengatasi Stres Saat Hamil Tua

Risiko Berhubungan Saat Hamil Tua

Berhubungan saat Hamil Tua

Foto: Orami Photo Stocks

Secara umum, berhubungan saat hamil tua adalah hal yang baik dan aman untuk dilakukan.

Namun, seks selama kehamilan tidak dianjurkan untuk wanita dengan riwayat keguguran berulang, persalinan prematur, perdarahan, atau serviks yang tidak kompeten.

Serviks yang tak kompeten ini yakni suatu kondisi di mana serviks menipis dan melebar tanpa kontraksi pada trimester kedua atau awal trimester ketiga, saat berat bayi bertambah meningkatkan tekanan padanya.

Bukan hanya itu, wanita dengan plasenta previa dan ketuban pecah juga tidak dianjurkan untuk bercinta dalam kehamilan karena akan berpengaruh pada keselamatan janin juga ibu hamil.

Tapi, ada beberapa risiko lain yang harus diwaspadai ketika bercinta selama hamil tua.

Salah satunya adalah kontraksi Braxton. Ada kemungkinan bahwa orgasme atau penetrasi seksual dapat menyebabkan kontraksi Braxton saat hamil tua.

Baca Juga: 4 Penyebab Mendengkur saat Hamil Tua, Catat ya Moms!

Menurut jurnal berjudul Braxton Hicks Contractions, kontraksi Braxton adalah kontraksi ringan yang dialami beberapa wanita menjelang masa melahirkan.

Namun, kontraksi ini tidak menunjukkan atau menyebabkan bahaya persalinan, sehingga tidak perlu dikhawatirkan.

Itulah penjelasan mengenai berhubungan saat hamil tua, posisi yang dianjurkan, dan risiko yang bisa dihadapi.

Sebelum memutuskan untuk bercinta, pastikan Moms sudah berkonsultasi lebih dulu dengan dokter kandungan atau tenaga medis, ya.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait