Trimester 3

17 Oktober 2021

Berhubungan saat Janin Sudah Masuk Panggul, Bolehkah Dilakukan?

Berhubungan saat janin sudah masuk panggul, apa saja ya yang harus dikhawatirkan?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Banyak orang bilang bahwa berhubungan saat hamil tua bisa membantu Moms mengalami kontraksi dan cepat melahirkan. Tapi, apakah berhubungan saat janin sudah masuk panggul diperbolehkan? Simak ulasan lengkapnya di sini!

Seks selama kehamilan mungkin tidak muncul di benak kebanyakan ibu hamil. Dengan keluhan kehamilan yang terus meningkat, seperti mual, mual, sakit badan, kelelahan hingga melakukan persiapan menyambut perencanaan untuk persiapan kelahiran , sepertinya hanya ada sedikit waktu untuk memikirkan seks.

Tapi ternyata, ada juga yang masih ingin berhubungan saat janin sudah masuk panggul. Pertanyaannya, apakah seks aman dilakukan pada trimester terakhir?

Moms mungkin pernah mendengar bahwa berhubungan seks di akhir kehamilan dapat memicu persalinan. Perasaan stres yang sedikit meningkat saat hari perkilahan lahir (HPL) terlewat, Moms biasanya akan mencoba segalanya untuk mendapatkan kontraksi demi segera melahirkan.

Mulai dari kepercayaan tradisional seperti memakan makanan pedas, hingga berjalan-jalan akan dilakukan. untuk mendapatkan persalinannya. Namun, ada satu hal yang menarik untuk dilakukan ketika berhubungan saat janin sudah masuk panggul agar segera melahirkan.

Risiko yang Kecil

Berhubungan Saat Janin Sudah Masuk Panggul -1

Foto: OramiPhotoStock

Berhubungan saat janin sudah masuk panggul baik dalam hal keamanan dan dalam hal menginduksi persalinan, dapat bervariasi tergantung dengan kondisi kehamilan . Tetapi umumnya dianggap aman bagi ibu hamil untuk berhubungan seks sampai akan melahirkan.

"Kecuali jika ada pendarahan vagina, ketuban pecah dini, atau kontraksi, hubungan seksual sangat aman selama perempuan hamil merasa nyaman," kata konselor seksualitas dan pendidik Aleece Fosnight.

Menurutnya, seks dan orgasme sebenarnya dapat membantu perempuan mempersiapkan persalinan. “Caranya dengan meningkatkan aliran darah ke panggul dan memperkuat rahim untuk melakukan kontraksi. Dan orgasme sebenarnya telah digunakan selama persalinan untuk mengontrol rasa sakit," jelasnya.

Ahli terapi seks Dr. Debra Laino juga menyetujuinya. Ibu hamil yang aktif berhubungan seks sampai bahkan ketubannya pecah tidak terlalu berisiko. Namun, berhubungan seks sampai trimester akhir sangat bergantung pada tingkat kenyamanan masing-masing. "Ada beberapa masalah yang dapat mencegah untuk berhubungan seks, seperti kemungkinan kelahiran prematur, serviks yang membesar, atau Plasenta Previa," kata Debra.

Baca Juga:

Cara Berhubungan saat Janin Sudah Masuk Panggul

Berhubungan Saat Janin Sudah Masuk Panggul -2

Foto: OramiPhotoStock

Salah satu ketakutan saat memutuskan akan berhubungan saat janin sudah masuk panggul salah satunya karena infeksi . "Anda ingin menghindari memasukkan sesuatu secara internal untuk menghindari risiko infeksi," Madison Young, pendidik seks dan penulis The Ultimate Guide to Sex Through Pregnancy and Motherhood.

Namun, itu tidak berarti bahwa semua tindakan seksual tidak boleh dilakukan. Ada cara untuk memastikan bahwa Moms memiliki waktu yang nyaman dan menyenangkan untuk berhubungan seks meski janin sudah masuk masuk panggul. “Mendengarkan tubuh Anda dan berkomunikasi secara terbuka dengan pasangan Anda adalah kuncinya,” kata Madison.

Moms harus mengajak Dads untuk mengobrol tentang rasa nyaman yang akan dinikmati oleh kedua belah pihak. Akan ada hal-hal yang mungkin Moms nikmati sebelumnya tapi mungkin tidak terasa menyenangkan saat ini. Menjaga komunikasi dengan Dads adalah hal yang penting sebelum, sesudah, dan selama berhubungan seks.

"Gunakan waktu ini untuk mencari alternatif untuk berhubungan, terutama jika hubungan tidak nyaman selama trimester terakhir," Aleece.

Menurut ginekolog Monica Foreman dari Montefiore Medical Center, New York, dorongan untuk berhubungan seks pada perempuan bahkan saat janin sudah masuk panggul telah terbukti meningkat pada trimester kedua dan ketiga karena ada pembengkakan darah di genitalia.

“Hal ini membuat seks menjadi lebih menarik karena kedua belah pihak cenderung menikmatinya, dibandingkan dengan seks pada trimester pertama,” kata dia.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mencari cara dan sarana terbaik untuk mengatasi disfungsi ereksi agar dapat menikmati waktu yang menakjubkan.

Baca Juga: Merasa Sakit Saat Sedang Berhubungan Seks? Hati-hati Bahaya 5 Penyakit Ini

Seks pada trimester terakhir mungkin juga menakutkan bagi Dads yang cenderung merasa dapat mempersulit kehamilan. Hal ini dalam banyak kasus hanyalah mitos, karena bayi dilindungi oleh kantung yang berisi cairan ketuban, sehingga janin tetap aman meskipun berhubungan saat janin sudah masuk panggul di trimester ketiga, seperti dilansir United Kingdom National Health Service.

Untuk melakukan hubungan seks pada trimester ketiga, Dads harus mengetahui perjalanan kehamilan perempuan dari minggu ke minggu untuk mengetahui posisi mana yang menyenangkan selama kehamilan. Biasanya, posisi pria di atas cenderung tidak nyaman karena perut yang semakin membesar.

Ada beberapa hal yang biasanya direkomendasikan oleh dokter:

  • Hindari posisi yang membuat Moms berbaring terlentang karena dapat menekan pembuluh darah di perut, menyebabkan penurunan tekanan darah, pusing, dan kemungkinan sinkop atau pingsan, serta menurunkan darah ke bayi.
  • Posisi yang direkomendasikan jika berhubungan saat janin sudah masuk panggul seperti: berlutut dan melakukan doggy style, menggunakan seks toy, tidur bersisian, perempuan di atas, dan posisi apa pun yang membuka pinggul untuk mengendurkan otot dasar panggul untuk membantu mengurangi ketidaknyamanan.
  • Metode menyendok atau masuk dari belakang mungkin lebih disukai karena tidak mengganggu perut, menurut Parents.
  • Untuk tetap aman, Dads harus menghindari meniup di vagina. Alasan dibalik ini adalah karena tiiupan udarar dapat menyebabkan embolus udara yang telah terbukti menjalar ke paru-paru dan menyebabkan kematian ibu hamil dan janin.

“Perempuan juga harus ingat bahwa, jika hubungan seksual terlalu tidak nyaman, ada cara lain untuk melakukannya. Hal-hal romantis seperti membelai satu sama lain, memberi atau menerima pijatan, dan saling masturbasi bisa menjadi alternatif yang bagus untuk berhubungan seks,” tambah Aleece.

Baca Juga: 13 Tanda Bayi Sudah Masuk Panggul, Siap-Siap Bersalin, Moms!

Berbagai Penelitian Tentang Seks dan Induksi

Berhubungan Saat Janin Sudah Masuk Panggul -3

Foto: OramiPhotoStock

Dilansir Independent, setiap tahun satu dari lima persalinan diinduksi secara medis di Inggris, dan induksi ditawarkan kepada ibu hamil yang belum melahirkan secara alami dalam 42 minggu.

Satu penelitian di Amerika yang dikutip dari National Center for Biotechnology Information melaporkan bahwa setengah dari perempuan yang melewati HPL akan melakukan berbagai teknik non-medis. Ada alasan yang masuk akal secara biologis mengapa berhubungan saat janin sudah masuk panggul dapat membantu mempercepat kelahiran bayi.

Pertama, air mani adalah sumber prostaglandin alami, yang digunakan dalam bentuk sintetis untuk mendorong pematangan serviks dalam persiapan persalinan. Kedua, seks plus atau minus orgasme terbukti meningkatkan aktivitas rahim, dan rangsangan pada puting juga dianggap merangsang rahim untuk menginduksi persalinan, menurut Canadian Medical Association Journal.

Terlepas dari kemasukakalan biologis dan popularitas di masyarakat, sejauh ini hanya ada sedikit bukti ilmiah yang mendukung seks sebagai metode untuk mendorong persalinan. Salah satu studi dari Obstetrich and Gynecology menemukan bahwa hubungan seksual saat hamil dikaitkan dengan awal persalinan.

Namun, ketika para peneliti mengulangi penelitian ini, yang ditemukan adalah kebalikannya: perempuan yang melaporkan berhubungan seks tepat waktu sebenarnya lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami persalinan spontan dibandingkan perempuan yang tidak.

Baca Juga: Benarkah Berhubungan Seks dengan Suami saat Hamil Memicu Keguguran?

Sebuah penelitian di AS yang dipublikasikan di National Library of Medicine mengonfirmasi hasil ini dan juga tidak menemukan perubahan serviks yang signifikan pada perempuan yang aktif secara seksual dibandingkan yang tidak. Tentunya ini membantah hipotesis pematangan serviks.

Jadi, jika tidak ada bukti ilmiah yang mendukung metode induksi persalinan ini, mengapa lebih dari tiga perempat perempuan hamil mengetahui mitos ini dan mengapa hampir setengah dari semua perempuan mempercayainya?

Hal ini sebenarnya karena ibu hamil cenderung mengalami persalinan spontan kapan saja. Jadi, sangat mudah untuk keliru mengidentifikasi seks sebagai penyebabnya, padahal sebenarnya mungkin sama sekali tidak relevan. Penelitian psikologis di Annals of Oncology telah menunjukkan bahwa begitu sesuatu terjadi pada kita, kita lebih cenderung percaya bahwa itu benar secara universal.

Ini juga sulit untuk dinilai, karena aktivitas seksual sulit untuk didefinisikan secara seragam. Stimulasi payudara, misalnya, mungkin atau mungkin tidak menjadi bagian dari aktivitas seksual, dan peran prostaglandin dari air mani akan bergantung pada penggunaan kondom, volume ejakulasi, dan konsentrasi prostaglandin dalam ejakulasi.

Perempuan yang terbukti mengalami keguguran berulang tidak disarankan untuk melakukan hubungan seks selama kehamilan, terlebih lagi berhubungan saat janin sudah masuk panggul pada trimester terakhir. Ini karena seks dikaitkan dengan pemicu keguguran dan bahkan dapat menyebabkan perdarahan serta persalinan prematur.

Perempuan yang menderita plasenta previa juga berisiko mengalami pendarahan saat melakukan hubungan seks selama kehamilan, menurut riset dari American Journal of Roentgenology. Namun, jika tidak ada kontradikasi tersebut, Moms dapat melanjutkan dan menikmati berhubungan seks hingga trimester terakhir.

Baca Juga: Lakukan 5 Hal Ini Sebelum Berhubungan Seks Agar Hubungan Lebih Harmonis

Meski belum terbukti, berhubungan saat janin sudah masuk panggul bisa jadi cara menyenangkan untuk menikmati trimester akhir.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait