Pernikahan & Seks

25 Maret 2021

Rincian Biaya Mengurus Surat Cerai dan Dokumen yang Dibutuhkan

Mengurus sendiri atau memilih pengacara akan mempengaruhi biaya gugat cerai
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Intan Aprilia

Biaya mengurus surat cerai menjadi pertanyaan besar ketika seseorang sudah memutuskan untuk berpisah dengan pasangannya.

Tak bisa dipungkiri, perceraian adalah momok yang paling menakutkan dalam sebuah pernikahan.

Biasanya, perceraian akan dimulai dengan seringnya percekcokan, perbedaan pendapat, hingga orangh ketiga. Bahkan, hal kecil pun bisa menjadi alasan perceraian.

Saat berniat untuk memutuskan perceraian, selain mempersiapkan mental dan fisik, hal yang juga harus diperhatikan juga adalah biaya mengurus surat cerai.

Menyiapkan biaya mengurus surat cerai di tiap pengadilan dan tiap pasangan akan berbeda-beda bergantung dengan kebijakan pengadilan.

Biasanya, seseorang harus menyiapkan dana untuk membayar beberapa hal terkait perceraian, seperti biaya pendaftaran perkara, materai, administrasi, redaksi, dan biaya panggilan untuk penggugat dua kali; dan untuk tergugat tiga kali. Ya, biaya mengurus surat cerai memang tidak sedikit

Biaya panggilan tergantung kepada radius jarak tempat tinggal penggugat dan tergugat dengan pengadilan, dikutip Tirto.

Hakim dan Humas Pengadilan Agama Jakarta Selatan kelas 1A, Drs Faizal Kamil, S.H., M.H. mengatakan, selain berbagai dokumen, saat mengurus perceraian di pengadilan agama juga harus menyiapkan uang.

Faizal mengatakan, uang yang akan dipungut oleh bagian pendaftaran pengadilan agama dinamakan SK Panjar, yaitu uang muka yang dititipkan ke pengadilan agama dengan jumlah sekitar Rp 961 ribu untuk pria dan untuk perempuan Rp 678 ribu.

"Jika hanya terpakai selama dua kali sidang, berarti ada sisanya, langsung dikembalikan. Makanya ketika putus maka hakim akan menyatakan silahkan lapor ke kasir untuk mengambil sisa panjar biaya perkara. Karena yang menghitung itu adalah ketua majelis pengeluaran yang dikeluarkan. Jadi sangat transparan," jelasnya dikutip Wolipop.

Baca Juga: 5 Alasan Lebih Baik Bercerai Daripada Mempertahankan Pernikahan

Faizal pun menyarankan kepada yang ingin mengurus perceraian, sebaiknya melakukannya sendiri untuk menghindari ditipu calo yang tak bertanggung jawab.

Dan jika ingin menggunakan bantuan pengacara, harus mempersiapkan dana ekstra.

"Kuasa hukum atau pengacara, memang betul menjembatani antara para pihak dengan hakim saat berdialog, melakukan aksi di pengadilan, mengajukan gugatan, mengajukan pembuktian, hanya ini kan mereka juga ada fee-nya. Ada yang minta Rp 20 juta, padahal tadi kan sudah saya jabarkan biaya perkara di pengadilan," ungkapnya.

Biaya Mengurus Surat Cerai

Bagi warga yang tak mampu, Faizal mengatakan bisa mengajukan biaya mengurus surat cerai secara gratis atau diberikan keringanan oleh pengadilan agama.

Syarat mendapatkan keringanan ini, warga tidak mampu yang ingin bercerai harus memiliki SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) dari kelurahan sesuai tempat tinggal.

Apa saja rincian biaya mengurus surat cerai? Simak di sini!

1. Biaya Pengacara

Biaya Gugat Cerai -1

Foto: Orami Photo Stock

Sebenarnya, seseorang bisa saja mengurus perceraian sendiri.

Tapi jika belum mengetahui tentang sistem peradilan di Indonesia, misalnya tentang pengajuan gugatan, termasuk format suratnya dan apa saja isinya, biasanya pengacara akan dipilih.

Biasanya, pengacara di kota-kota besar tarifnya lebih mahal. Di Jakarta, kisarannya bisa sampai Rp 20-50 juta. Itu baru di pengadilan tingkat pertama.

Bila sampai banding, kasasi, dan peninjauan kembali, tarifnya bakal melambung lagi, dikutip Lifepal.

Tidak ada standar khusus untuk biaya mengurus surat cerai, sebab, hal itu tergantung dengan kebutuhan dari penggugat.

Jika memutuskan untuk menggunakan jasa pengacara, pemberian honorarium pun bergantung pada kesepakatan antara klien dengan pengacara.

Hal tersebut tercantum dalam ketentuan Pasal 21 ayat (2) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat, dikutip Hukum Online.

Umumnya, pengacara menawarkan jasa hukum dengan dua skema pembayaran, yaitu secara lump sum (pembayaran tunai) atau hourly-basis (dihitung perjam).

Klien tinggal menentukan skema mana yang cocok dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing.

Selain itu, gambaran mengenai fee advokat juga dapat dilihat dalam buku ‘Advokat Indonesia Mencari Legitimasi’.

Dalam buku tersebut ditulis bahwa sebuah kantor hukum di Jakarta menetapkan komponen biaya jasa hukum untuk kasus perceraian, yakni:

  • Honorarium advokat;
  • Biaya transport;
  • Biaya akomodasi;
  • Biaya perkara;
  • Biaya sidang; dan
  • Biaya kemenangan perkara (success fee), yang besarnya antara 5-20%.

Kisaran harga jasa pengacara di Jakarta adalah antara Rp10 juta - Rp60 juta. Angka ini sudah menutup semua proses, mulai dari pendaftaran hingga terbitnya akta cerai.

Tarif tersebut tidak termasuk jika kasus berlanjut ke tingkat banding di Pengadilan Tinggi, dimana akan ada tambahan Rp 25 juta. Dan ditambah Rp 15 juta lagi jika berlanjut ke tingkat kasasi di Mahkamah Agung.

Baca Juga: Ini Dia Jurus Menghadapi Inflasi Biaya Pendidikan Anak

2. Panjar Biaya Perkara

Untuk panjar biaya perkara, bergantung pada pengadilan mana akan mengajukan perceraian tersebut.

Contohnya, apabila Anda beragama Islam, maka Anda mengajukan cerai talak kepada Pengadilan Agama yang daerah hukumnya meliputi rumah Termohon (dalam hal ini istri), sebagaimana disebut dalam Pasal 66 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama.

Misalnya tempat kediaman istri di Bogor, maka permohonan cerai talak diajukan ke Pengadilan Agama Bogor.

Untuk Anda yang beragama selain Islam, gugatan cerai diajukan ke Pengadilan Negeri yang daerah hukumnya meliputi tempat kediaman tergugat.

Biasanya, panjar biaya perkara perceraian Pengadilan Negeri dapat berbeda dengan yang dikenakan di Pengadilan Agama.

Dalam gugat cerai talak, ada biaya yang harus disiapkan yang terbagi menjadi enam bagian.

Biaya di bawah ini adalah panjar biaya perkara cerai talak yang berlaku di Pengadilan Agama Bogor Kelas 1A :

  • Biaya pendaftaran: Rp30 ribu
  • Biaya proses: Rp50 ribu
  • Panggilan pemohon: Rp80 ribu (x3): Rp240 ribu
  • Panggilan termohon: Rp80 ribu (x4): Rp320 ribu
  • Biaya redaksi: Rp5 ribu
  • Biaya materai: Rp6 ribu

Total biaya yang harus dikeluarkan untuk proses cerai talak ini adalah Rp 651 ribu. Biaya ini di setiap tempat berbeda-beda.

Biasanya disesuaikan dengan keputusan yang telah ditetapkan oleh masing-masing Pengadilan Agama.

3. Biaya Pencatatan Perceraian

Biaya Gugat Cerai -3

Foto: Orami Photo Stock

Setelah memperoleh putusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap, perceraian harus dicatatkan di Catatan Sipil.

Panitera Pengadilan atau Pejabat Pengadilan yang ditunjuk wajib mengirimkan satu salinan putusan Pengadilan yang telah memunyai kekuatan hukum yang tetap, tanpa bermeterai kepada Pegawai Pencatat di tempat perceraian itu terjadi, dan Pegawai Pencatat mendaftar putusan perceraian dalam sebuah daftar yang diperuntukkan untuk itu.

Pencatatan perceraian di Indonesia harus memenuhi persyaratan:

  • Salinan putusan pengadilan yang telah memunyai kekuatan hukum tetap;
  • Kutipan akta perkawinan;
  • KK; dan
  • KTP-el.

Proses pencatatan ini dilakukan dalam register Pencatatan Sipil pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/ Kota atau Unit Pelaksana Teknis Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Setelah melalui tahapan pencatatan sipil, Kutipan Akta Perceraian sebagai Dokumen Kependudukan akan diberikan.

Penerbitan Kutipan Akta Perceraian yang merupakan kelanjutan dari proses pencatatan perceraian ini tidak dipungut biaya.

Hal ini ditegaskan pula dalam Pasal 79A Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan (“UU 24/2013”).

Baca Juga: 5 Cara Mempertahankan Pernikahan di Ambang Perceraian

4. Pengadilan

Umumnya, biaya pengacara sudah mencakup ongkos di pengadilan. Namun kita tetap perlu mengetahui apa saja yang harus kita bayar.

Apalagi jika berencana mengurus perceraian sendiri. Berikut ini biaya mengurus surat cerai yang diperlukan di pengadilan:

  • Pendaftaran perkara: Rp30.000
  • Materai: Rp6.000
  • Administrasi: Rp50.000
  • Redaksi: Rp5.000
  • Panggilan (penggugat 2 kali; tergugat 3 kali)

Biaya panggilan tergantung kepada radius jarak tempat tinggal penggugat dan tergugat dengan pengadilan.

Ini merupakan biaya pengadilan di tingkat pertama. Biaya ini berlaku untuk gugatan di pengadilan negeri maupun pengadilan agama.

Pengadilan negeri untuk perceraian non-Muslim, sedangkan pengadilan agama untuk pasangan Muslim.

Bila pengadilan di tingkat pertama sudah ada putusan, baik pihak penggugat maupun tergugat bisa saja mengajukan banding.

Misalnya, karena hak asuh anak tidak jatuh di pihaknya. Demi mendapat hak asuh itu, gugatan banding diajukan.

Untuk ini, akan ada biaya mengurus surat cerai lainnya. Setidaknya akan ada tiga komponen biaya yang diperlukan, yakni pendaftaran, gugatan banding, dan kirim berkas.

Biaya mengurus surat cerai tambahan muncul lagi jika gugatan dibawa ke tingkat kasasi dan kemudian peninjauan kembali. Makin tinggi tingkat pengadilan, biaya makin besar.

Tapi, jika menggunakan jasa pengacara, biaya mengurus surat cerai tambahan yang ditetapkan lebih kecil daripada biaya gugatan awal.

Biaya pendaftaran di tiap tingkat umumnya sama, yakni lima puluh ribu rupiah. Namun, berbeda untuk komponen lainnya.

Setelah melihat biaya mengurus surat cerai gugat cerai yang tidak sedikit ini, apakah ada perubahan pada niat untuk berpisah?

Dokumen yang Dibutuhkan untuk Melayangkan Gugatan Cerai

dokumen untuk menggugat cerai.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Meski dianggap sebagai momok, namun tak bisa dipungkiri bahwa perceraian bisa menjadi jalan satu-satunya untuk menyelamatkan diri. Ketika terjebak dalam rumah tangga yang abusive, misalnya.

Ketika berada dalam hubungan toxic yang telah melibatkan kekerasan fisik maupun psikis, melayangkan gugatan cerai pada pasangan adalah keputusan terbaik. Berikut dokumen yang diperlukan untuk melayangkan sebagai persiapan melayangkan gugatan cerai.

Sebelum masuk ke cara menggugat cerai pasangan, akan dibutuhkan beberapa dokumen pendukung agar proses berjalan dengan lancar.. Dikutip situs Pengadilan Agama Slawi, ada beberapa dokumen yang harus dipersiapkan dalam pengajuan gugatan sebagai syarat proses gugatan Dokumen yang dibutuhkan yakni:

  • Penggugat harus melengkapi formulir, dan membawa surat gugatan atau permohonan: bisa berupa blangko gugatan atau blangko permohonan,
  • Membawa surat nikah asli,
  • Fotokopi surat nikah sebanyak 2 (dua) lembar yang telah diberi materai dan dilegalisir,
  • Jika telah memiliki anak, harus membawa fotokopi akta kelahiran anak yang sudah diberi materai dan legalisir,
  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP),
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK),
  • Jika gugatan cerai disertai dengan gugatan harta bersama, dokumen perlu dilampiri dengan beberapa bukti kepemilikan, seperti sertifikat tanah, BPKB, STNK, atau kuitansi jual beli.
  • Surat Ijin Atasan bagi pemohon yang berada sebagai anggota PNS/TNI/POLRI/BUMN,
  • Untuk suami atau istri yang tidak jelas alamatnya, harus melampirkan surat keterangan dari kelurahan setempat yang menyatakan bahwa suami atau istri telah pergi meninggalkan rumah dengan data bulan dan tahun yang jelas dan tidak diketahui alamatnya yang jelas.

Baca Juga: Battered Woman Syndrome, Kondisi yang Dialami Wanita Korban KDRT

Biaya mengurus surat cerai memang tinggi. Namun, ketika bahaya selalu mengintai nyawa, tentu saja hal tersebut tidak bisa dibandingkan dengan biaya mengurus surat cerai. Pertimbangkan baik-baik sebelum mengambil keputusan apa pun ya, Moms.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait