Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Tips Cepat Hamil | Jun 4, 2018

Bila Divonis Tidak Subur, Bagaimana Caranya Merencanakan Kehamilan?

Bagikan


Bila Divonis Tidak Subur, Bagaimana Caranya Merencanakan Kehamilan?

Kehamilan menjadi hal yang didambakan pasangan setelah menikah. Tapi, ada kalanya kondisi kesuburan yang berbeda pada setiap orang mempengaruhi keberhasilan hamil dan membuat kita bingung untuk melakukan program hamil. Misalnya, ketika dokter memvonis tidak subur, apakah ada cara untuk merencanakan kehamilan?

Baca Juga: 8 Ciri-ciri Wanita Subur dan Gampang Hamil

Sebelumnya perlu kita pahami dulu Moms, tidak subur berbeda dengan kemandulan. Mandul bisa terjadi baik pada pria maupun wanita. Kondisi kemandulan itulah yang membuat seseorang tak bisa memiliki anak.

Berbeda dengan ketidaksuburan dimana tetap ada kemungkinan untuk bisa hamil. Memang perlu ada upaya yang dilakukan misalnya melakukan terapi, obat, atau bahkan operasi.

Pasalnya, penyebab ketidaksuburan ada beragam, seperti masalah gangguan hormon, kerusakan tuba falopi, adanya kelainan pada leher rahim, dan sebagainya. 

Baca Juga : 10 Jenis Makanan Sehari-hari yang Mempengaruhi Kesuburan Wanita 

Lalu, apa saja yang harus disiapkan untuk kehamilan bila divonis tidak subur? Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Kontrol rutin ke dokter kandungan

Pastinya Moms perlu melakukan pemeriksaan secara rutin ke dokter ahli kandungan. Dengan kontrol rutin, kondisi kesehatan Moms dapat terpantau. Terlebih bila bila Moms harus menjalani perawatan kesuburan (IUI atau IVF atau bayi tabung).

Jika Moms harus menjalani perawatan kesuburan, mungkin harus mengunjungi dokter setiap minggu. Sedangkan, untuk Moms yang didiagnosis tidak memiliki risiko komplikasi, mungkin hanya perlu menemui dokter kandungan satu atau dua kali setiap trimester.

Kemudian, bila Moms memiliki riwayat keguguran berulang, persalinan prematur atau masalah kesehatan seperti diabetes atau hipertensi, perlu kiranya berkonsultasi dengan dokter kandungan subspesialis fetomaternal karena kondisi tersebut termasuk berisiko tinggi. 

Baca Juga: Benarkah Adopsi Bisa Jadi Pancingan Agar Cepat Hamil? 

2. Bila terjadi komplikasi, dokter perlu memantau intensif

Bila Moms pernah mengalami komplikasi kehamilan, misalnya karena diabetes gestasional, perdarahan atau preeklamsia, dokter akan memantau kondisi secara lebih intensif.

Kenapa? Karena kondisi demikian berisiko tinggi terjadi sesuatu yang tak diinginkan dan berisiko tinggi juga untuk menjalani operasi caesar nantinya.

Baca Juga: Tes Kesehatan yang Harus Dilakukan Sebelum Merencanakan Kehamilan

3. Usahakan tetap sehat

Moms harus menerapkan pola hidup sehat, di antaranya dengan selalu mengupayakan mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Untuk tambahan zat gizi mempersiapkan kehamilan, Moms akan dianjurkan untuk mengonsumsi vitamin kehamilan yang mengandung asam folat dengan suplemen omega 3, setidaknya sebanyak 400mcg hingga 1 mg.

Selain mengonsumsi makanan sehat, bila Moms merokok, sebaiknya segera berhenti. Begitu juga hindari konsumsi alkohol. Kemudian, konsultasikan pada dokter, kegiatan olahraga apa saja yang aman untuk Moms. Misalnya, olahraga seperti berjalan, berjalan, jogging, atau yoga yang dilakukan beberapa kali dalam seminggu.

Dengan berolahraga, selain tubuh Moms sehat dan bugar, juga menjaga berat badan tetap normal atau ideal. Bila berat badan berlebihan tentu akan berpengaruh pada kesehatan dan kehamilan Moms. Jangan lupa untuk istirahat yang cukup dan menghindari stres.

Baca Juga: Benarkah Stres Bikin Susah Hamil?

4. Waspada wabah penyakit

Moms harus waspada bila sedang terjadi wabah penyakit di lingkungan sekitar. Hindari melakukan kontak atau orang yang terkena penyakit untuk mencegah terjadinya penularan penyakit.

Kondisi tubuh Moms perlu dijaga dan daya tahan tubuh ditingkatkan. Kemudian, perhatikan kebersihan lingkungan dan terutama kebersihan diri. Jangan lupa untuk melengkapi vaksinasi yang diperlukan oleh Moms.

Baca Juga : Cara Pemeriksaan untuk Infertilitas pada Pria dan Wanita

5. Tak perlu cemas berlebihan

Moms yang hamil untuk pertama kali tentu wajar bila merasakan khawatir atau cemas. Mungkin cemas akan kondisi janin nantinya, takut terjadi sesuatu atau komplikasi. Karena itu, pastikan untuk melakukan cek USG (ultrasonografi) untuk meyakinkan bahwa kondisi rahim dan kesehatan Moms baik-baik saja.

Untuk menghindari stres karena cemas berlebihan, sebaiknya Moms melakukan sesuatu yang menyenangkan, misalnya menonton film bersama teman atau pasangan, makan menu favorit, atau sekada tidur siang melepas lelah.

Bila Moms masih merasa cemas  berlebihan, mungkin perlu berkonsultasi dengan psikolog atau terapis profesional.

6. Lakukan Hubungan Seks

Menjalani kehamilan tentu bukan berarti tak boleh berhubungan intim, sepanjang kehamilan Moms tidak berisiko apapun. Berbeda bila Moms mengalami perdarahan, kram atau leher rahim yang pendek sehingga berisiko keguguran atau persalinan prematur.

Dokter akan menganjurkan untuk melihat hasil USG apakah aman dan tidak ada risiko komplikasi atau membahayakan kehamilan bila berhubungan intim. Jadi, tetaplah berhubungan intim meski Moms sedang merencakan kehamilan.

(HIL)

Sumber: parenting.com, huffingtonpost.com

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.