Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Program Hamil | Feb 22, 2018

Bisakah Hamil Lagi Usai KB Steril? Inilah Info Penting Tentang Tubektomi

Bagikan


Beberapa pasangan suami istri mungkin memilih alat KB steril sebagai upaya proteksi atau mencegah kehamilan. Ada beragam alasan yang dikemukakan kenapa lebih memilih KB steril ketimbang alat kontrasepsi lainnya. Di antaranya adalah karena sudah tak menginginkan keturunan lagi, sudah memiliki lebih dari tiga anak, sudah berusia di atas 30 tahun atau bila kehamilan berisiko fatal.

Adapun prosedur KB steril atau sterilisasi pada laki-laki disebut vaksetomi. Sedangkan, metode sterilisasi pada wanita disebut tubektomi. Nah, proses kerja sterilisasi tubektomi adalah dengan cara memotong atau mengikat saluran tuba falopi. Alhasil, sel telur tak mampu menemukan jalan menuju rahim. Di sisi lain, sel sperma takkan mampu mencapai tuba falopi dan membuahi sel telur.

Lalu, seberapa ampuh KB steril ini dalam mencegah kehamilan? Perlu kita pahami, tubektomi bersifat permanen. Jadi, tak seperti pil KB atau spiral yang dapat dihentikan kapan pun ketika Moms memutuskan untuk hamil. Konon, kemampuan tubektomi untuk mencegah kehamilan mencapai 99,9%. Artinya, dari 100 wanita yang mengikuti prosedur tubektomi, kemungkinan hanya satu yang bisa hamil. Jadi, tubektomi adalah metode kontrasepsi yang sangat ampuh dalam mencegah kehamilan, meski memang tak menjamin 100%.

Baca juga: Makan Nanas Saat Hamil Bisa Bikin Keguguran, Mitos Atau Fakta?

Ragam Prosedur

Ada beberapa metode KB steril yang bisa dipilih tergantung pada kondisi dan kebutuhan masing-masing. Nah, berikut prosedur sterilisasi yang bisa dilakukan:

1. Pembedahan laparoskopi

Pada metode ini, Moms akan dibius total melalui punggung bawah. Kemudian, dokter dan ahli bedah akan membuat sayatan kecil pada area di atas pubis. Lalu, dokter akan memasukkan alat laparoskopi melalui sayatan tersebut. Tujuannya, untuk menentukan letak
tuba falopi serta peralatan bedah untuk menutup saluran tuba falopi.

2. Minilaparotomy

Untuk prosedur ini, Moms akan dibius lokal. Pembedahan yang dilakukan mirip bedah laparoskopi. Namun, perbedaannya terletak dari teknik pemotongan saluran tuba falopi. Pada bedah laparoskopi ,saluran itu akan dipotong dan dijahit kembali. Sedangkan, minilaparotomy menggunakan teknik mengikat dan menjepit tuba falopi dengan alat khusus.

3. Tuba implan

Pada prosedur ini tidak dilakukan pembedahan. Tanpa ada metode pembiusan, dokter akan memasukkan seperti tabung kecil melalui vagina dan leher rahim hingga mencapai saluran tuba falopi.

Tuba implan ini tidak memotong atau mengikat saluran tuba falopi. Kemudian, untuk mengetahui apakah implan sudah tertanam dengan tepat dan baik, Moms akan diminta melakukan scan (pemindaian) menggunakan alat rontgen.

Baca juga: Vasektomi & Tubektomi, KB Permanen untuk Pria dan Wanita

Bicarakan dengan Keluarga

Tentunya sebelum Moms memutuskan memilih metode KB steril, perlu dibicarakan dengan pasangan dan keluarga. Pastikan Moms mempertimbangkan dengan matang. Pasalnya, prosedur ini bersifat permanen.

Mungkin Moms pernah mendengar informasi mengenai operasi pembatalan tubektomi. Tindakan operasi ini bertujuan untuk memperbaiki saluran tuba falopi agar fungsinya dapat kembali normal dan kehamilan bisa terjadi lagi. Namun, perlu kita tahu bahwa keberhasilan operasi ini tidak bisa dijamin. Bahkan, pada kebanyakan kasus, saluran tuba falopi justru tak bisa disambungkan kembali, meski perbaikan tuba falopi berhasil dilakukan.

Dengan kata lain, mengusahakan agar bisa hamil setelah menjalani KB steril tentu sangat sulit dibandingkan perempuan yang tak mengikuti tubektomi (KB steril). Sekali lagi, sterilisasi merupakan prosedur kontrasepsi yang sangat efektif untuk mencegah kehamilan dan bersifat permanen. Jadi, bila Moms kemudian berubah pikiran, tentu akan sulit sekali dikembalikkan pada kondisi semula.

Baca juga: Bagaimana Cara KB Alami dengan Menghitung Masa Tidak Subur?

Lalu adakah risiko dan komplikasi dari KB steril? Sebenarnya, tubektomi merupakan prosedur yang aman. Waktu pemulihan biasanya tak lebih dari satu minggu. Sangat jarang sekali terjadi risiko tubektomi berupa berupa kehamilan di luar rahim.

Risiko lain yang kemungkinan terjadi adalah perdarahan, infeksi karena luka yang tak sembuh secara sempurna dan cedera pada bagian perut. Selain itu, ada beberapa komplikasi yang dapat meningkatkan risiko efek samping KB steril. Di antaranya adalah penyakit diabetes, obesitas, dan radang panggul.

Nah, bagaimana Moms, akan memilih KB steril atau tidak?

(HIL)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.