Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Health | Jun 15, 2018

Bisakah Pasien DBD Sembuh Hanya Dengan Dirawat di Rumah?

Bagikan



Penyakit demam berdarah dengue (DBD) sudah menjadi penyakit langganan setiap tahun.

Setiap kali mewabah, hampir semua rumah sakit dibanjiri pasien DBD. Tidak jarang juga yang tidak mendapatkan kamar perawatan. Mereka terpaksa dirawat di aula bahkan lorong-lorong rumah sakit.

Meskipun termasuk berisiko, tidak semua pasien DBD membutuhkan perawatan di rumah sakit. Tapi, jika mengalami gejala sakit yang cukup parah dan tidak kunjung sembuh selama beberapa hari, pasien harus dibawa ke dokter. Bukan untuk dirawat inap, melainkan untuk didiagnosis penyakitnya.

Baca Juga : Sebabkan Kematian, Kenali 7 Gejala DBD Pada Anak dan Pertolongan Pertama yang Harus Diberikan

Syok, kejang, menurunnya kesadaran, dan pendarahan menjadi tanda pasien harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Bintik-bintik merah pada kulit merupakan tanda tubuh mengalami pendarahan akibat virus dengue. Jika sudah terjadi pendarahan, artinya sudah terjadi kebocoran pada pembuluh darah yang menyebabkan pengentalan darah yang berakibatan fatal.

Bolehkah Pasien DBD Dirawat di Rumah?

anak sakit demam berdarah, sakit demam berdarah dirawat di rumah

Namun, jika kondisi pasien stabil dan terkendali, perawatan di rumah bisa dilakukan. Dikutip dari Breakdengue.org, Profesor Pratit Samdani dari India mengatakan, perawatan di rumah bisa saja dilakukan asalkan pasien mendapatkan apa yang mereka butuhkan.

Perawatan di rumah juga, lanjut dia harus difokuskan pada pemberian banyak cairan dan melihat tanda-tanda kegawatdaruratan, bukan sekadar memberi beragam obat herbal untuk dikonsumsi.

Perawatan rumahan dengan obat herbal memang sudah jadi tradisi di beberapa negara, termasuk Indonesia. Saat ada yang terkena DBD, teman dan keluarga langsung memberikan daftar buah-buahan dan obat herbal yang bisa membantu proses penyembuhan.

“Dengan banyaknya kasus demam berdarah dan tidak adanya obat spesifik untuk menyembuhannya, orang-orang beralih ke pengobatan rumahan untuk membantu pemulihan mereka. Di India, hampir setiap pasien demam berdarah mendatangi saya dengan daftar obat-obatan rumahan,” ungkap dr Pratit.

Kapan Pasien DBD Harus Dirawat di Rumah Sakit?

anak demam berdarah, anak mengalami demam berdarah, kapan anak demam berdarah harus dirawat di rumah sakit

Dikutip dari Manipalhospitals.com, hanya pasien yang mengalami penurunan kondisi setelah demam selama 24 jam yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Penurunan kondisi tersebut artinya pasien membutuhkan tambahan cairan hingga transfusi darah. Dan hal tersebut harus dilakukan di rumah sakit dengan kontrol dari tenaga medis.

Nah, jika Moms atau anggota keluarga Moms ada yang terjangkit DBD, sebaiknya Moms pastikan dulu kondisinya ke dokter. Jika tidak nyaman dirawat di rumah sakit, Moms boleh bertanya kepada dokter opsi rawat jalan.

(AND)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.