Balita dan Anak

BALITA DAN ANAK
10 September 2020

Bising Usus Normal pada Anak, Yuk Kenali Lebih Jauh!

Seperti apa bising usus normal pada anak? Cari tahu di sini!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Ketika Moms mendengar perut anak Moms bergemuruh atau bising, maka Moms bisa tahu bahwa begitu canggihnya mesin tubuh manusia. Itu dikenal sebagai bising usus. Sebagian besar suara bising usus tersebut terkadang mengejutkan atau terdengar tidak menyenangkan. Namun, itu adalah suara bising usus normal.

Bising usus normal dibuat oleh usus besar dan kecil anak Moms, organ yang memproses makanan yang dia makan atau biasanya saat pencernaan bekerja.

Mereka dicirikan oleh suara hampa yang mungkin mirip dengan suara air yang mengalir melalui pipa. Bising usus normal mirip seperti suara gemericik, keroncongan, menggeram, dan bernada tinggi.

Saat memproses makanan, dinding saluran pencernaan yang sebagian besar terdiri dari otot, berkontraksi untuk mencampur dan memeras makanan melalui usus sehingga bisa dicerna. Proses ini disebut gerakan peristaltik.

Peristaltik umumnya bertanggung jawab atas bising usus normal yang bergemuruh dan terdengar setelah makan. Ini juga dapat terjadi beberapa jam setelah makan dan bahkan pada malam hari ketika anak Moms mencoba untuk tidur.

Baca Juga: Perut Kembung dan Keras pada Anak, Apakah Akibat Makanan?

Bising Usus Normal pada Anak

bising usus normal pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Jika anak Moms makan dengan normal, buang air besar secara teratur dan tidak mengeluh sakit atau muntah, maka Moms tidak perlu khawatir. Suara yang Moms dengan merupakan bising usus normal.

Bising usus yang Moms dengar dari perut anak Moms kemungkinan besar merupakan tanda yang sehat. Ini membuktikan bahwa sistem pencernaannya berfungsi dengan baik.

Sebaliknya, jika gejala tambahan menyertai bising usus yang belum pernah Moms dengar tersebut, maka sudah sepantasnya Moms menghubungi dokter.

Tindakan yang sama juga perlu Moms lakukan saat Moms tidak mendengar bising usus itu sama sekali meskipun telinga Moms menempel di perutnya.

Rasa lapar juga bisa menyebabkan bising usus. Menurut artikel yang diterbitkan oleh Endocrinology and Metabolism Clinics of North America, zat seperti hormon di otak mengaktifkan keinginan untuk makan saat seseorang lapar.

Proses ini kemudian mengirimkan sinyal ke usus dan perut. Akibatnya, otot-otot di sistem pencernaan anak Moms berkontraksi dan menyebabkan suara-suara ini. Jika seperti ini, suara tersebut bisa jadi bukan bising usus normal.

Tidak hanya itu, bahkan ketika perut anak Moms tahu dia akan makan, organ tersebut juga membuat kontraksi yang mengeluarkan udara. Proses ini membuat suara-suara yang mungkin Moms dengar seperti perut keroncongan dan itu juga bagian bising usus.

Karena anak Moms menelan udara dan air liur berkali-kali sepanjang hari, maka bagian atas ususnya sering kali 'menendang kembali' sebagian udara. Moms bisa mendengar suara bukan bising usus normal dari perut anak Moms yang balita, yaitu setiap 5 hingga 15 detik dan itu mungkin berlangsung hingga beberapa kali dalam beberapa detik.

Pada anak Moms yang masih bayi, jumlah bising ususnya juga tidak akan terlalu jauh dari bising usus normal anak dewasa yaitu berkisar 5 hingga 30 kali per menitnya.

Bising usus normal pada anak Moms yang masih bayi bisa meningkat misalnya saat perutnya kosong atau belum minum susu.

Baca Juga: Anak Sering Mengeluh Sakit Perut? Kenali 5 Penyebabnya Disini!

Suara Bukan Bising Usus Anak Normal

bising usus normal pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Bising usus dapat diklasifikasikan sebagai bising usus normal, hipoaktif, atau hiperaktif. Bising usus yang hipoaktif atau berkurang, sering kali menunjukkan bahwa aktivitas usus telah melambat. Hal itu normal selama tidur, tetapi tidak normal jika pengurangan suara lebih sering terjadi bahkan setelah makan.

Di sisi lain, suara usus hiperaktif adalah suara yang lebih keras terkait dengan peningkatan aktivitas usus yang dapat didengar oleh orang lain. Proses ini sering terjadi setelah makan atau saat anak Moms mengalami diare.

Ini bisa berarti sembelit atau gangguan usus, di mana seringkali terdengar seperti air yang berdenting melalui pipa. Hal ini juga tidak normal bila disertai gejala lain seperti nyeri.

Suara bukan bising usus normal dan bernada tinggi juga sering kali diakibatkan oleh alergi makanan, stres, tanda awal obstruksi, atau mengindikasikan peradangan di usus.

Jika tidak ada suara yang terdengar setelah makan, anak Moms mungkin mengalami usus pecah atau usus tercekik.

Baca Juga: Usus Buntu pada Anak, Kapan Harus Dioperasi?

Penyebab Lain Bising Usus

bising usus normal pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Bising usus normal memang biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, adanya gejala lain yang menyertai suara tersebut dapat mengindikasikan penyakit yang mendasarinya. Beberapa gejala lain itu yaitu:

  • Kelebihan Gas
  • Demam
  • Mual
  • Muntah
  • Sering diare
  • Sembelit
  • Fases berdarah
  • Mulas yang tidak sembuh
  • Penurunan berat badan yang tidak disengaja dan tiba-tiba
  • Perasaan mudah kenyang

Baca Juga: Kenali 6 Tanda Sakit Perut Anak Butuh Penanganan Serius

Diagnosa Berdasarkan Bising Usus

bising usus normal pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Lantas tahukah Moms bahwa bising usus memiliki manfaat? Dokter anak Moms akan sering menggunakan bising usus dalam proses pemeriksaan fisik untuk mendiagnosis penyakitnya.

Dokter anak Moms akan mendengarkannya dengan menggunakan stetoskop dan langkah ini disebut auskultasi.

Suara yang terdengar termasuk bising usus yang sangat spesifik, dapat menunjukkan di mana letak obstruksi. Apa yang dianggap sebagai bising usus juga telah membantu dokter mendiagnosis apendisitis dan masalah paru-paru bagian bawah yang sering dihubungkan sebagai masalah usus.

Semua tergantung pada apa yang didengar dokter anak Moms dan apa hasil dari pemeriksaan fisik. Jika suara terdengan tidak seperti bising usus normal dan terjadi dengan gejala lain, dokter anak Moms akan melakukan beberapa tes untuk mendiagnosa penyebab yang mendasari.

Dokter anak Moms mungkin mulai dengan meninjau riwayat kesehatan dan menanyakan beberapa pertanyaan tentang frekuensi dan tingkat keparahan gejala yang dideritanya. Gangguan usus biasanya menghasilkan suara yang sangat keras dan bernada tinggi.

Suara ini juga seringkali dapat didengar tanpa menggunakan stetoskop.

Dokter anak Moms mungkin juga melakukan beberapa tes:

  • CT scan: Digunakan untuk mengambil gambar sinar-X dari area perut
  • Endoskopi: Tes yang menggunakan kamera yang dipasang pada tabung kecil dan fleksibel untuk mengambil gambar di dalam perut atau usus
  • Tes darah: Digunakan untuk menyingkirkan infeksi, peradangan, atau kerusakan organ.

Baca Juga: Sering Mengeluh Sakit Perut, Apakah Mungkin Balita Sakit Maag?

Mengobati Bising Usus pada Anak

bising usus normal pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Perawatan bising usus pada anak Moms akan tergantung pada penyebab gejalanya. Bising usus normal tidak memerlukan pengobatan apa pun.

Namun, Moms mungkin ingin membatasi asupan makanan yang menghasilkan gas bagi anak Moms. Beberapa makanan yang harus dikurangi itu antara lain:

  • Buah-buahan seperti apel dan pir
  • Kacang polong
  • Pemanis buatan
  • Minuman berkarbonasi
  • Produk gandum utuh
  • Sayuran tertentu seperti kubis, kubis Brussel, dan brokoli
  • Hindari produk susu jika anak Moms memiliki intoleransi laktosa

Menelan udara dengan makan terlalu cepat, minum melalui sedotan, atau mengunyah permen karet juga bisa menyebabkan udara berlebih di saluran pencernaan anak Moms.

Untuk itu, probiotik mungkin berguna untuk membuat bising usus normal, tetapi hanya pada orang-orang yang juga memiliki sindrom iritasi usus besar.

Penting untuk diingat bahwa sebagian besar suara ini hanya dapat didengar oleh anak Moms sendiri. Kebanyakan orang lain tidak menyadarinya atau bahkan tidak peduli.

Baca Juga: 5 Obat Sakit Perut Alami untuk Anak

Artikel Terkait